Judi Bola

Cerita Seks Yang Sudah Direncanakan

805 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Ini bermula ketika tetangga di dekat kostku, Tante Lela, yg berstatus janda beranak satu, memintaku untuk memberbagi private Matematika terhadap Rere, anak perempuannya yang waktu itu duduk di kelas 3 SMA, sebab katanya, anaknya mempunyai kelemahan di dalam mata pelajaran Matematika, ditambah lagi dengan kekhawatiran bakal tidak lulus dalam ujian nasional

Permintaan tersebut aku tanggapi dengan baik, serta lebih pada keinginan untuk menutupi kebutuhan nasib sehari-hari sebagai seorang mahasiswa yang nasib jauh dari keluarga Apalagi pelajaran yang diminta juga terbukti sesuai dengan jurusan yang kuambil di kampus, jadi tidak jadi persoalan bagiku

Sesuai dengan jadwal private yang telah disepakati, yaitu jam 08 00 malam, dua kali seminggu, aku datang ke rumah tetanggaku tersebut Sebab jaraknya yang hanya terkendala oleh berbagai rumah saja dari kostku, maka aku hanya mendatanginya dengan jalan kaki, itung-itung ngirit bensin… Lumayan lah! dengan gaji 50ribu – per pertemuan, aku bisa menghitung berapa penghasilanku per bulan

Pada awalnya semua berlangsung lancar, semacam layaknya private pada umumnya Kurang lebih pukul 09 30 atau kadang molor hingga jam 10 00 malam, barulah aku minta izin pulang Hingga pada sebuahmalam, sesuai dengan jadwal, aku datang ke rumah tetanggaku tersebut, dengan maksud memberbagi private pada anaknya, tetapi nyatanya yang ada hanya Tante Lela Katanya sih si Rere keluar dengan kawannya sebab sebuahkebutuhan

Kata tante Lela, mungkin sebentar lagi juga pulang Sementara menantikan, Tante Lela menyuguhkan secangkir teh hangat serta sedikit makanan kering kepadaku Dalam selang waktu itu terjadi perbincangan kecil antara aku serta tante Lela

“Silahkan diminum airnya, nak Rey!” kata tante Lela
“Iya, Tante!” jawabku sambil mengambil gelas berisi teh hangat yang ada di depanku
“Telah semester berapa sekarang?” tanya Tante Lela mengawali percakapan
“Telah semester akhir sih, Tante! cuman… Skripsi saya belum berakhir ” jawabku agak malu-malu sambil meletakkan kembali gelas teh ke atas meja

“Wah… hampir berakhir dong! Kalau telah lulus, nggak ada lagi dong ngasih private buat Rere…” kata Tante Lela
“Ah, tetap lama juga sih, Tante! Mungkin duluan Rere lulus ketimbang saya…” jawabku merendah
“Hahaha… kerasan kuliah ya? nggak kepingin merit?” Tanya Tante Lela yg lumayan mengagetkanku

“Hehehe… pingin sih, Tante! Tapi kerja aja belum, masa dah mikir merit…!?” Jawabku
“Kamu itu gimana sih? ntar nyesel nunda-nunda kawin…” kata Tante Lela menggodaku “nyesel kenapa, Tante?” tanyaku
“Dasar anak muda! Kawin itu enak lho…!!” kata tante Lela
“Hahaha… kalau mikir gitu2nya aja sih terbukti enak, Tante! tapi tanggung jawabnya kan besar kan, Tante!?” Jawabku

Tiba-tiba Tante bangkit dari tempat duduknya, lalu ia duduk di sampingku Aku terkejut dengan apa yang diperbuat oleh Tante Lela, tetapi tiba-tiba ia berbisik di telingaku…

“kalau kalian mau, kalian nggak butuh mikir persoalan tanggung jawab, nak Rey!” begitu bisik Tante Lela di telingaku

Seketika itu juga, tiba-tiba tangannya menyentuh kemaluanku yang tidur di balik celana jeans yang ku kenakan

“Tante! kalau Rere datang gimana?” tanyaku bakal gugup dengan aksi Tante Lela terhadapku Mendengar pertanyaanku itu, Tante Lela mendorong tubuhku hingga terbaring di Sofa, serta menindih tubuhku lalu kembali berbisik

“Tenang saja! Semua telah tante rencanakan Rere tidak bakal pulang ke rumah malam ini, sebab ia sedang ada kegiatan Camping di sekolahnya Tadi sore, Rere pesan sama tante, minta tolong memberi tau ke kalian bahwa private malam ini ditiadakan dulu…” Penjelasan tante itu lumayan mengagetkanku

Dalam perasaan gugup bercampur birahi yang menggoda, tiba-tiba tante Lela yang duduk di atas tubuhku yang terbaring di sofa ruang tamu itu, tante melepaskan bajunya jadi payudara putih besar yang tertampung dalam Bra putih menjadi pemandangan langka di hadapanku Seterusnya tante Lela melepaskan rok panjang yang ia kenakan, jadi sesosok tubuh wanita yang hanya tertutup oleh BH serta CD menjadi pemandangan nyata di depan mata

Sejujurnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan peluang langka ini, tapi rasa gugup serta terkejut tetap menyelimuti hatiku Di saat itulah, tiba-tiba tante Lela berusaha membuka kancing celanaku serta menurunkan reslitingku

Dia tersenyum padaku, lalu mengatakan: “Burungmu pasti susah bernafas kalau tidak dikeluarkan… ” katanya Mendengar kata-kata itu, akupun berusaha melempar senyumku serta seketika itu juga ku turunkan celana jeansku serta ku biarkan tante Lela yang mengeluarkan penis dari celana dalamku

Batang penisku yang telah tegang, langsung menyembul keluar seusai tante Lela menurunkan CDku Berbagai saat tante memandangi serta meremas batang penisku, lalu ia menunduk serta memasukkan penisku ke dalam mulutnya sebuah kenikmatan yang tidak tertahan saat lidah tante Lela membelai kepala penisku

Semacamnya, aku tidak sanggup menahan punjak birahi yang telah berada di ubun-ubun Dampaknya, spermaku pun keluar dengan kencang mengisi mulut tante yang sedang asyik memainkan lidahnya di kepala penisku

Menonton cepatnya aku mencapai puncak, tante Lela bukannya sedih Ia malah tersenyum dengan lelehan sperma di bibirnya Tante Lela mengeluarkan sisa sperma yang tetap berada di mulutnya serta meludahkannya ke batang penisku Kemudian ia kembali mengulum penisku yang mulai melemah selagi berbagai saat

Dengan bibir yang tetap berlumuran sperma, tante Lela kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, lalu mencium bibirku ku coba untuk membalas reaksinya dengan menyambut lidahnya yang masuk ke mulutku Ku rasakan sebuah sensasi yang hebat ketika tante Lela seakan mengundang share sperma di mulutku Aku tidak perduli dengan aroma sperma yang kecut wajib masuk ke tenggorokanku, yang ku pikirkan hanyalah bagaimana caranya supaya penisku bisa kembali bangkit dari kematiannya

Ku ku coba meremas-remas payudara besar yang tetap terbungkus BH, sebuah faktor yang hebat yang tidak sempat ku mimpikan sebelumnya Nyatanya menjadi guru private anak tetangga adalah awal hilangnya keperjakaanku

Tante Lela telah merencanakan ini dengan cara sempurna tanpa ku ketahui sebelumnya Mungkin sebagai seorang janda, ia juga merindukan nikmatnya saat meperbuat hubungan dengan suaminya yang telah meninggal dunia kurang lebih setahun yang lalu

Seusai puas berciuman mesra di sofa, Tante Lela bangkit dari tubuhku Ia kemudian hebat celana Jeans serta CDku hingga terlepas serta memintaku untuk melepaskan baju juga ku turuti saja keinginannya, hingga aku menjadi sesosok laki-laki bugil dengan penis yang mati tergantung

Tante Lela memegang tanganku serta luar biasaku menuju sebuah kamar yang bisa dipastikan adalah kamar tidurnya Seusai berada di dalam kamar, tante Lela melepaskan BH serta CD putih yang ia kenakan Kemudian ia berdiri di hadapanku dengan tubuh bugil Dalam posisi berdiri, kita kembali berciuman Lalu ia mengatakan padaku:

“Rey! apabila kalian telah siap, perbuat saja yang ingin kau perbuat dengan tante… Tante bakal menantikan…” demikian perkataannya yang dipenuhi dengan birahi indah Ia kemudian berlangsung meninggalkanku serta menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur empuk yang ada di kamarnya itu Ajakan itu tidak ingin ku sia-siakan serta hilang begitu saja Sesosok tubuh wanita yang siap untuk dinikmati, kenapa tidak ku kegunaaankan…!?

Tanpa pikir panjang, ku dekati tubuh tante Lela yang telah terhidang siap saji untuk disantap Lalu ku mulai aksiku dari menaiki tubuh tante Lela serta mencium bibirnya Bibir serta lidah kita saling beradu dalam suasana yang penuh birahi Sambil terus berciuman, ku remas salah satu payudara Tante Lela yang lumayan besar serta lembek, dengan salah satu tangan menopang berat tubuhku supaya tidak menindih sempurna tubuh tante Lela

Aktivitas itu terus ku perbuat, hingga akhirnya batang penisku kembali terjaga dari tidurnya Dalam suasana penuh nafsu yang tidak tertahan, ku sentuh selangkangan tante Lela yang ditumbuhi oleh bulu yang lebat Ku coba untuk merayap serta memasukkan jariku ke belahan di pangkal paha tante Lela

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Gadis SMA

Tidak terlalu susah untuk memperolehnya, hingga dalam berbagai detik, aku telah sukses menenggelamkan jari tengahku di lobang vagina tante Lela Sesaat kemudian, ku mainkan jariku di lobang yang basah itu, jadi membikin tante Lela mendesah Semacamnya dirinya mulai merasakan kenikmatan bercinta denganku

Sebagai seorang yang tidak sempat meperbuat hubungan seks layaknya suami istri, aku tidak begitu mengerti apa yang wajib ku perbuat pada tubuh bugil yang saat itu telah siap untuk ku nikmati Yang ada dalam pikiranku hanyalah menikmati, serta bukan memberi kenikmatan

Tanpa terlalu lama bermain dengan benda yang juga baru pertama kali ku sentuh, aku mulai berpikir untuk memasukkan penisku yang telah lumayan keras ke dalam lobang vagina tante Lela yang kenyal serta dikelilingi oleh bulu yang lebat

Aku mengubah posisi ku, lalu mengarahkan kepala penisku ke belahan di sela paha tante dengan tanganku Mungkin sebab statusnya yang janda beranak satu, atau telah bukan perawan, batang penisku tidak terlalu susah untuk menerobos masuk ke vagina tante Lela

Rasa yang ku bisakan saat menggenjot lobang vagina tante Lela yang lembat sungguh tidak bisa ku lukiskan dengan kata-kata Batang penisku yang terjepit oleh dinding vagina yang kenyal sangatlah memaksaku untuk menuju puncak birahi Tidak seberapa lama aku meperbuat faktor tersebut, bisa ku rasakan bahwa desiran darahku seakan berkumpul di pangkal penisku

Saat itulah, aku terus meningkatkan tempo permainanku, hingga akhirnya aku tidak tahan lagi Ku hentakkan pantatku sekeras mungkin, jadi penisku tenggelam sempurna di dalam lobang vagina tante Lela serta ku rasakan spermaku keluar serta mengisi lobang vagina tante Lela

Aku sama sekali tidak berpikir bakal dampak yang mungkin terjadi dengan tertanamnya sperma di rahim tante Lela, kecuali seusai batang penisku kembali melemah serta ku jatuhkan tubuhku di samping tubuh tante Lela yang basah bermandikan keringat Tante Lela tersenyum padaku, lalu mengatakan:

“Nggak butuh belajar lama, ya?” kata tante sambil bangkit dari posisinya Entah apa yang bakal dirinya perbuat, ia berdiri di atas tempat tidur lalu ia duduk di atas dadaku sambil mengarahkan vaginanya yang tetap basah tersebut ke daerah wajahku

“Mainkan lidahmu, Rey!” Kata tante kemudian

Tanpa pikir panjang serta tidak sedikit tanya, ku turuti saja keinginannya, ku jilati belahan vagina tante Lela yang duduk di atas wajahku Dengan bantuan jariku, ku buka belahan vagina tante yang kenyal itu lalu ku masukkan lidahku sedalam-dalamnya ke lobang vagina tante Lela

Tiba-tiba ku rasakan cairan putih kental yang tidak lain adalah spermaku keluar dari lobang vagina tante Lela serta masuk ke mulutku Meskipun agak jijik, tapi aku tidak berani memuntahkannya dari mulutku Aku hanya menahannya di mulutku sambil terus memainkan lidahku di lobang vagina yang terbuka lebar itu

Berbagai saat seusai aktivitas menjilat itu ku perbuat untuk tante Lela, ku coba untuk kembali menjatuhkan tubuh tante Lela ke tempat tidur Saat itulah, kembali ku cium bibir tante Lela sambil mengeluarkan sperma yang ada di mulutku serta memasukkannya ke mulut tante Lela Tante Lela bukannya menolak, ia malah menerima serta bahkan menelat sperma yang ku keluarkan di mulutnya

Malam itu, aku tidak pulang ke kostku Aku tidak bisa meninggalkan indahnya bercinta dengan tante Lela, Bunda dari siswa privateku, sebab ia adalah wanita yang telah merampas keperjakaanku, sekaligus orang yang pertama memberiku kenikmatan bercinta Malam itu, aku tidak bisa tertidur

Meskipun aku tahu tante begitu lelah serta mengantuk, tetapi aku terus mengulangi hubungan seks dengan tante Berbagai kali ku paksakan untuk memasukkan penisku ke vagina tante Lela saat ia tertidur, tetapi gesekan batang penisku di dinding vaginanya rutin membikinnya tersadar serta kembali memberbagi respon untuk aksi ajakanku

Seingatku, malam itu aku meperbuat hubungan seks dengan tante Lela lebih dari 10 kali Sebab setiap kali penisku bangun, aku langsung memasukkan ke lobang vagina tante Dari pelajaran malam itu, yang ada di pikiranku hanyalah keinginan untuk terus bisa merasakan vagina, hingga akhirnya aku sukses merenggut keperawanan Rere, putri tante Lela sendiri

Sebab tidak jarangnya bercinta dengan Tante Lela, Bunda dari siswa privateku, Rere, hubungan gelap tanpa komitmen yang selagi ini terjalin antara kami, tercium oleh Rere Faktor ini terjadi ketika sebuahmalam, seusai aku memberbagi private di rumah Rere, hujan turun dengan lebatnya Tante Lela menyarankan, supaya aku tidak usah pulang dulu sebelum hujan reda Tetapi nyatanya hujan tidak berhenti hingga lewat jam 11 malam Tante Lela menyarankan untuk bermalam saja

Meskipun dengan sedikit basa-basi penolakan, tetapi tawaran itu ku terima dengan bahagia hati, serta terbukti itu harapanku, berharap dinginnya malam dengan suasana hujan lebat, bakal meningkatkan indah nuansa pencapaian puncak birahi dalam bercinta dengan janda beranak satu itu

Malam itu, aku hanya tidur di sofa ruang tamu, sebab terbukti hanya ada 2 kamar di rumah tante Lela Mungkin hanya sekedar mengelabui Rere yang belum tahu hubungan gelap yang ku jalin dengan Ibunya Di sofa itu, aku terus memainkan jariku di HPku yang hanya bergetar apabila ada SMS atau panggilan masuk, sebab terbukti aku sedang SMSan dengan tante Lela yang ada di kamarnya Saling merayu di udara dengan bahasa yang mengoda birahi

Seusai memastikan Rere tertidur di kamarnya, kurang lebih pukul 12 30 malam, tante Lela mengirinkan SMS yang berbunyi:

“Rey! kKmr Tante dong skrg, Tante dah pngin bgt nch!”

Menerima SMS itu, dengan penuh semangat, aku keluar dari selimutku serta bangkit dari sofa lalu melangkah perlahan ke kamar tante Lela Suasana hujan yang tetap sangat lebat memberbagi kebebasan bagiku, sebab suara langkahku tidak bakal memecah heningnya malam

Saat aku membuka pintu kamar tante Lela, tiba-tiba Rere keluar dari kamarnya Faktor tersebut pasti saja sangat mengejutkanku Apalagi menonton ekspresi keterkejutan Rere menonton gelagatku

“Kaka! itu kamar Mama! Kaka mau apa?” begitulah kata yang terucap dari gadis muda berumur 15 tahun, utri tunggal tante Rere Aku yang terkejut sebab nyaris tertangkap basah dengan dorongan birahiku, langsung berusaha mencari argumen yang cocok untuk jawaban untuk pertanyaannya tersebut

“Eeee… ” jawabku seraya tanganku melepas gagang pintu kamar tante Lela yang kebetulan telah terlanjur terbuka, sambil terus berpikir keras untuk mencari alasan

“Begini Win! tadi Kaka kira ini kamar kamu… Kata Mami kamu, Kaka disuruh membangunkan kalian Kalian disuruh Mami kalian tidur dengan Mama, Kaka di suruh tidur di kamar kamu… Gitu, Win! Jawabku dengan bahasa yang supaya berbelit-belit Rere mengerutkan keningnya berbagai saat, lalu kemudian melempar senyumnya

“Oo Iya, Kak! Kamar Rere di sini… Kakak tidur aja di sini… biar Rere tidur di kamar Mama” begitu jawab Rere sambil masuk kembali ke kamarnya dengan maksud mungkin mengambil kebutuhan tidurnya

Ku tutup kembali pintu kamar tante Lela dengan segudang kesedihan, sebab hasrat yang memuncak tidak bisa terlampiaskan di malam yang begitu mendukung ini Dengan langkah lemas, ku beranjak ke kamar Rere, serta ku lihat Rere telah siap meninggalkan kamarnya menuju kamar Mamanya

“Silahkan, Ka!” sapa Rere mempersilahkan aku untuk tidur di kamarnya

“Makasih, ya Win!” sapaku saat ia ke luar dari kamarnya Rere hanya melempar senyum saat berlalu dari hadapanku Ku lihat dengan selimut di tangannya, ia membuka kamar Mamanya, kemudian masuk serta menutup pintu kamar Mamanya tersebut Dengan tertutupnya pintu kamar tante Lela, maka pupuslah andalan untuk bisa kembali bercinta dengan tante Lela

Malam terus berlalu, tetapi aku tetap tidak bisa tertidur sebab gagalnya mencuri peluang indah untuk bercinta jam 1 malam, hujan telah berhenti, tiba-tiba HPku bergetar, serta ku lihat ada SMS masuk ku buka serta ku baca, nyatanya tante Lela yg mengirimnya

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Memek Gurih

“Rey! kmu psti blm tdur kn?” itulah bunyi SMSnya dengan masuknya SMS itu, aku merasa ada secercah andalan baru untuk kembali bisa melepas hasrat yang tertunda langsung ku balas SMS tante Lela:

“blm, tnte? gimana nih? sy udah gak tahan mo nancepin lgi ” jawabku via SMS tidak seberapa lama, masuk lagi balasan dari tante Lela “iya, tnte jg nch” begitu jawab tante Lela pendek Dengan gesit ku mainkan jariku merangkai SMS balasan, dengan maksud menyusun taktik untuk bisa memadu hasrat tanpa diketahui Rere, anak perempuannya “Rere dah bobo ya tante?” bgitu isi SMSku “Iya!” jawab tante Lela dengan singkat

“Tnte, kontolku dah bngun nch, tnte! udh ga thn mo ngntot memek tnte!” bgitu rayuanku dalam SMS berusaha mengundang tante Lela untuk kembali meperbuat hubungan seks denganku “Rey! kmu tljg dlu, ya! nnti tnte ksana” bgitulah balasan tante dengan girang ku balas SMS tante Lela dengan dua kata

“OK!” Dengan semangat menggebu, ku lepaskan sluruh pakaianku serta ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur di kamar Rere, putri semata wayangnya Dengan rasa tidak sabar, kembali ku berniat untuk mengirim SMS ke tante Lela, tetapi tiba-tiba ku dengar pintu kamar di buka dengan hati-hati, serta ku dengan suara pintu itu kembali di tutup dengan hati-hati

Dalam senyapnya malam yang di hiasi suara titik-titik air sisa hujan lebat, tidak ku dengar adanya langkah yang datang menuju kamar dimana aku terbaring menantikan saat-saat indah menikmati vagina tante Lela yang lembek serta basah

Tiba-tiba gagang pintu kamar mulai bergerak serta pintupun mulai terbuka perlahan Tetapi aku sangat terkejut, sebab yang datang bukan tante Lela, melainkan Rere, putrinya yang baru kelas 3 SMA Rere meletakkan jari telunjuknya di bibir sebagai isyarat supaya aku tidak bicara Aku yang telah terlanjur telanjang, tidak sanggup berbuat apa-apa kecuali menutupi batang penisku yang telah keras dengan guling yang ada di sampingku

Seusai kembali menutup pintu kamar dengan hati-hati, Rere melangkah ke arahku, serta duduk di sampingku lalu hebat guling yang menutup kemaluanku Ia kemudian menggenggam batang penisku dengan kencang, jadi hampir membikinku berteriak Rere mendekatkan wajahnya ke hadapanku serta dengan nada berbisik, Rere mengatakan:

“Jadi selagi ini, Kaka dibayar bukan hanya untuk ngasih private aku ya?”“Maaf, Win! Kaka… bukan begitu! kalian tidak mengerti…” “Kaka nggak usah bohong! Rere telah baca semua SMS Kaka di HP Mama…”

“Apa? jadi yang… ”
“Iya! yang balas SMS Kaka itu Rere, Ka!”
“Maafkan Kaka, Win! Kaka nggak ada maksud begitu…”
“Udah deh! Kaka nggak usah bohong… Kenapa Kaka meperbuat ini dengan Mamaku!?”
“Win! bukan kemauan Kaka, Win! Kaka juga nggak tahu kenapa ini hingga terjadi…!!” “Kak! Mulai hri ini, Rere nggak mau private lagi sama Kaka… Rere sedih sama Kaka!”

Mendengar kesedihan Rere itu, ku peluk tubuh Rere serta ku ciumi bibirnya, tetapi Rere tidak bereaksi melawan, apalagi berteriak Ku jatuhkan tubuhnya ke tempat tidur sambil terus ku ciumi bibirnya Ku tahan gerakan kedua tangannya dengan kedua tanganku, serta ku tindih tubuhnya supaya dirinya tidak lagi sanggup bergerak

Merasakan Rere yang tidak bereaksi melawan terhadap aksiku, serta cenderung pasrah, aku menghentikan ciumanku serta ku tatap wajah Rere Tetapi yang terkesan dari wajahnya bukan kesedihan Rere justru melemparkan senyumannya kepadaku “Ada apa ini?” pikirku dalam hati…

“Perawani Rere, Ka! tapi jangan hamili Rere!” itulah kalimat yang terucap dibalik senyumnya Aku pun bahagia mendengar kalimat itu Tanpa pikir panjang, ku lepaskan seluruh pakaian yang menutup tubuhnya, mulai dari babydol yang dikenakannya, hingga BH serta CDnya

Tampak dihadapanku sesosok tubuh kecil yang lumayan langsung dengan buah dada kecil yang montok Selangkangan Rere yang cembung dengan rambut ikal tipis yang tumbuh dipermukaannya, adalah sebuah pemadangan baru yang sangat indah bagiku

Aku tidak mau melewatkan peluang untuk merasakan bagaimana nikmatnya vagina seorang perawan berumur 15 tahun Tanpa menantikan lebih lama, langsung ku angkat kedua kakinya, jadi selangkangannya terbuka lebar Terkesan jelas belahan vagina Rere yang hanya semacam lipatan kulit berbentuk garis lurus Tidak terkesan disana ada lobang untuk masuknya penisku yang telah siap tempur

Tanpa pikir panjang, langsung ku arahkan kepala penisku ke belahan yang tetap sangat rapat itu Dengan kedua tangannya, Rere memegang kakinya yang terbuka lebar ke atas Dengan bantuannya itu, aku bisa memakai jariku untuk membuka belahan vagina Rere

Bisa ku lihat di dalamnya daging yang agak basah berwarna merah muda, serta langsung ku tancapkan kepala penisku di sela belahan yang terbuka itu Dengan sedikit memaksa, kepala penisku sukses menerobos lobang vaginanya yang terasa sangat sempit

Aku terus menekan supaya penisku bisa masuk sempurna ke dalam vagina Rere, tetapi usaha itu wajib ku perbuat dengan perlahan Aku wajib tarik ulur supaya cairan vaginanya membasahi seluruh batang penisku Tanpa tutorial itu, Penisku tidak bisa dipaksa masuk

Sedikit demi sedikit, batang penisku terus dalam masuk ke lobang vagina Rere yang sangat sempit, hingga akhirnya setengah batang penisku telah sukses masuk Dalam posisi penis yang setengah menancap di selangkangannya, ku jatuhkan tubuhku di dadanya

Ku raih bibirnya serta mencoba menciuminya, ku remas payudara montok yang tetap ranum itu, sesekali ku jilati pipi, kuping, leher serta terkadang turun ke payudaranya Rere terpejam serta sesekali berdesis, semacamnya ia menikmati sentuhan yang lidahku di leher serta payudaranya

Bahkan mungkin ia melupakan bahwa penisku baru setengah masuk ke lobang vaginanya Menonton keadaan itu, ku tumpukan tubuhku di atas siku yang berada di kedua segi tubuhnya serta ku pegang erat bahunya Dengan terus menjilati payudaranya serta sesekali mengecup puting susunya, kembali ku genjot lobang vaginanya yang sangat rapat serta kesat Terus ku coba serta ku coba, walau kedua bahunya telah ku pegang erat, tetapi tetap saja genjotan yang ku perbuat untuk menerobos lobang vaginanya hanya bisa masuk dengan perlahan

Akhirnya ku putuskan untuk fokus pada usaha untuk memasukkan penis ke lobang vaginanya Aku turun dari tempat tidur, serta hebat tubuh Rere ke segi tempat tidur itu Dengan posisi berdiri di segi tempat tidur, kembali ku arahkan penisku yang sedikit ku basahi dengan air liurku ke lobang vaginanya

Penisku kembali hanya bisa masuk setengah ke dalam lobang vagina Rere, tetapi dengan posisi berdiri, aku bisa menahan kedua pahanya supaya tubuhnya tidak bergerak mengikuti tiap genjotanku Usahaku akhirnya tidak sia-sia, sebab dengan posisi itu, aku bisa lebih cepat menerobos lobang vagina Rere dengan sempurna

Dalam posisi tenggelam sempurna, aku mjatuhkan tubuhku ke dada Rere serta berguling supaya posisi Rere di atas Ku peluk tubuh Rere serta ku coba hebat keluar penisku dari lobang sempit yang basah itu, lalu mendorongnya masuk kembali

Berbagai kali ku perbuat itu, aku kembali berguling, jadi posisiku mebali di atas Saat itulah permainan sesungguhnya di mulai Vagina Rere semacamnya telah sanggup beradaptasi dengan benda tumpul yang menerobos lobang vaginanya

Rapatnya lobang vagina Rere memberbagi kenikmatan yang hebat yang tidak sempat ku rasakan saat bercinta dengan tante Lela dinding vagina Rere seakan mencengkram erat batang penisku, persis semacam saat pertama Rere mencengkar penisku dengan tangannya

Kenikmatan itu pulalah yang mungkin membikinku tidak bersi kukuh lebih lama untuk menahan muncratnya sperma Sebab pertimbangan tidak untuk menghamili, tetapi hanya memerawai, maka penisku ku cabut serta spermaku pun hanya membuahi bulu-bulu lembut yang tumbuh di atas permukaan vagina Rere.

author
No Response

Comments are closed.