Judi Bola

Cerita Seks Three Some

228 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Kisah ini terjadi sewaktu aku tetap duduk di bangku SMA dimana kini aku telah berkuliah di kota batik, kini ngekost di kota ini dan aku serumah di rumahnya kakak ponakan, dimana aku tinggal bersama suaminya dan adek maba Rina yg tetap sekolah di SMK dan adikny dari suaminya yg tetap sekolah dibangku SMP jadi kmi dirumah ada 6 orang.

Oya terlebih dahulu nama dari kakak ponakanku merupakan namanya Rina, dan adeknya yg bersekolah SMK merupakan Lysa sedangkan adeknya suaminya namanya Sabila, certa ini bermula krna aku tidak jarang menonton dirinya mandi lewat lubang lubang tembok, kadang aku menonton tubuh kakak Rina gantian Lysa maupun sabila, khususnya kakak rina mesikipun telah bersuami tapi bodynya tetap OK dan padat di toketnya.
Aku dan Lysa serign nonton tc di depan ruang tamu cocoknya kmi tidak jarang ketiduran disini juga, awalnya aku tidur bareng dirinya di sofa biasa saja tapi lam kelamaan aku menonton tubuhnya makin tidak tahan
Saat malam hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yg gelap bersama Mbak Lysa, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi seusai lama tidak jarangnya aku tidur bersama Mbak Lysa maka aku akhirnya tidak tahan juga.malam pertama aku tidur dgn lysa berani Cuma memandanginya , kemudian berlanjut malam berikutnya aku terus berani dgn mencium keningnya dan mengusap rambutnya yg hitam.
Kemudian malam selanjutnya aku cium bibirnya dan aku pegang toketnya dan memeknya aku beranikan untuk menyentuhnya hingga basah, aku lihat wajah lysa matanya terpejam tapi desisannya membikin dirinya mendesah dan terangsang.
Uhhh uhhhh desisan lysa terus menjadi, dirinya aku arahkan mulutku ke memeknya yg tetap menggunakan celana aku cium cium selakangannya dirinya terus bangun dan menontonku, aku piker mungkin dirinya marah dgn perilaku tersebut dan menamparku mungkin, tapi tdk begitu dirinya malah menyuruhku untk meneruskan.
Semacamnya dirinya juga lama tdk merasakan faktor ini, langsung saja aku tancap gas, untuk membikin dirinya bergairah, aku langsung memasukkan tanganku ke dalam kaosnya aku pegang tu toket dan meremas remasnya,
BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yg telah mengeras gantian aku emut yg kiri dan kanan bergantian. Mbak, maafkan aku tidak mampu menahan nafsu birahiku!a Nggak apa-apa kok Dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada Mbak krna aku belum sempat merasakan yg semacam inia jawab Mbak Lysa. Seusai puas kupermainkan payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat memek yg menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dgn lembut.
Cup..cup..sret.. sretta, suara jilatan lidahku. Ought..ought..terus Dik enak..!!a Krna takut ketahuan penghuni rumah yg lain aku dgn segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yg mulai tegang kedalam memeknya yg basah. Ehmm..oh..ehh.. mmhha, rintih kakakku keenakan. Seusai kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yg bakal segera memuncak demikian juga dgn dia. Crot..cret..crett.. cretta, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam memeknya. Oh..a Rupanya ia tetap perawan itu kuketahui krna mencium aroma darah segar.
Terima ksabila Dik kalian telah memuaskan Mbak, Mbak sayg padamu lain kali kami sambung lagi yach?a Ok deh mbaka, sahutku. Seusai berakhir menggunakan pakaian kembali aku dan dirinya tidur berpelukan hingga pagi.
Sebetulnya kejadian malam itu tidak lebih bebas krna takut penghuni rumah yg lain pada tahu, jadi sebuahketika kejadian itu aku ulang lagi. Tetap ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi, saat Mbak Rina dan adiknya Sabila bersama keuarga yg lain berangkat ke supermarket yg tdk terlalu jauh dari rumah kmi.Krna keadaan rumah yg sepi yg ada hanya aku dan Mbak Lysa, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela.
Kulihat Mbak Lysa sedang menyeterika dgn diam- diam aku memeluknya dgn erat dari balakang. Dik jangan kini aku lagi nyetipsa tunggu sebentar lagi yach.. sayg..!a pinta Kak Lysa.
Tapi aku yg telah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setipsa, kuciumi bibirnya dgn ganas. Hm..eght.. hmm.. eght..!a Krna tetap dalam posisi berdiri jadi tidak bebas meperbuat cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar. Kubaringkan ia di ranjang yg bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kmi berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yg menempel.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - ABG Dengan Tukang Becak

Wow..tubuh kakakku ini terbukti benar sempurna tinggi 165 cm berat kurang lebih 50 kg sungguh sangat ideal, toketnya membusung putih bagaikan salju dgn puting merah jambu dan yg bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho.. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yg rimbun. Kmi berdua tertawa kecil krna menonton tubuh lawan tipe masing- masing itu terjadi karena saat kmi meperbuat yg pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya.
Sehingga tdk dapat menonton tubuh masing-masing. Aku mulai menciumi muka tanpa ada yg terlewatkan, turun ke lehernya yg jenjang kukecupi hingga memerah lalu turun lagi ke toketnya yg mulai mengeras, kujilati toket gantian kanan kiri dan kugigit kecil tahap putingnya hingga ia menggelinjang tidak karuan.
Seusai puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yg kenyal di tumbuhi bulu yg lebat.
Lidahku mulai menyapu tahap luar lanjut ke tahap dinding dalam memek itu, biji klitorisnya ku gigit pelan hingga ia keenakan menjambak rambutku. Ught..ugh..hah oh..oh..adesahan nikmat keluar dari mulut Kak Lysa.
Seusai kira-kira 15 menit aku permainkan memeknya rasanya ada yg membanjir di memeknya rasanya manis payau campur aduk tidak karuan kusedot semua cairan itu hingga bersih, rupanya ia mulai orgasme. Mungkin saking asyiknya kmi bercumbu tanpa kmi sadari rupanya dari tadi ada yg memperhatikan pergumulan kmi berdua, Mbak Rina dan adik suaminya, Sabila telah berdiri di pinggir pintu.
Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua anaknya yg tetap mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada sahutan lalu mereka menuju pintu daur yg lupa tidak aku kunci. Aku dan Mbak Lysa kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang lain. Tapi yg terjadi sungguh diluar dugaan kmi berdua, mereka bahkan ikut nimbrung jadi kmi menjadi berempat.
Dik main gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, telah seminggu ini suami kakak nggak ngajak gituana, ujar Mbak Rina. Ini juga baru mulai kak!a sahutku. Mas aku boleh nyoba seks sama Mas?a tanya Sabila. Boleh.
Aku dan Kak Lysa selanjutnya menyuruh mereka berdua melepas seluruh pakaiannya. Ck.. ck..ck..ck..a, guman ku. Kini aku dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aku ini. Mbak Rina tubuhnya tetap sangat kencang toketnya putih agak besar kira-kira 36 B memeknya indah sekali. Sedangkan Sabila tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya telah sebesar buah apel ukuranya 34 A memeknya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yg belum begitu lebat.
Pertama yg kuserang merupakan Mbak Rina krna telah lama aku membaygkan bersetubuh dgnnya aku menciumi dgn rakus pentilnya kuhisap dalam-dalam supaya air toketnya keluar, seusai keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Lysa dan Sabila juga kepingin merasakan air toket itu jadi kmi bertiga berebut untuk memperoleh air toket tersebut, sambil tangan kmi berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam memek satu sama lain.
Seusai puas dgn permainan itu, aku meminta supaya mereka berbaring baris jadi saat ini ada 6 gunung kembar yg montok berada di depanku. Aku mulai mengulum toket mereka satu per satu bergantian hingga 6, aku terus beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aku menjilati memek satu persatu rasanya bagaikan makan biscuit Oreo di jilat terus lidahku kumasukkan ke dalam memek mereka.
Giliran mereka mengulum penisku bergantian. Hoh.. hoo.. hh.. ehmma, desah mereka bertiga. Aku yg dari tadi belum orgasme terus buas memepermainkan toket dan memek mereka, posisi kmi kini telah tidak beraturan.
Saling peluk cium jilat dan sebagainya pokok nya yg bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa bakal hingga puncak. Dik aku mau keluara Mas aku jugaa Aku hampir hinggaa, kata mereka bergantian. Jangan di buang percuma, biar aku minum!a, pintaku Boleha, kata Mbak Rina.
Aku mulai memasang posisi kutempelkan mulutku ke memek mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam hingga tidak tersisa, segarnya bukan main. Srep.., srepa. Heran, itulah yg ada di benakku, aku belum sempat nge-sex sama mereka kok udah pada keluar, terbukti mungkin aku yg terlalu kuat.

BACA JUGA  Cerita Seks Darah Perawan Mahasiswi

Krna telah tdk sabar aku mulai memasukkan penisku de dalam memek Mbak Lysa kugenjot naik turun pinggulku supaya nikmat, kurang lebih 5 menit kemudian aku gantian ke Kak Rina, biarpun telah beranak 2 tapi memeknya tetap sempit semacam perawan saja. Dik enak.. Uh.. oh..
teruss!a, desahnya. Emang kok Kak.. hh ehmm..a Mas giliranku kapan..?a, rupanya Sabila juga telah tidak tahan. Tunggu sebentar sayg.a Kurang lebih 10 menit aku main sama Kak Rina kini giliran Sabila, dgn pelan aku masukkin penisku, tapi yg masuk hanya kepalanya.
Mungkin ia tetap perawan, baru pada tusukan yg ke 15 seluruh penisku dapat masuk ke liang memeknya. Mas.. sakit.. mas.. oght.. hhohh..a, jerit kecil Sabila.
Nggak apa-apa kelak juga enak, Sih!a, ucapku memberi semangat supaya ia bahagia. Benar Mas kini nikmat sekali.. oh.. ought..a Rupanya bila kutinggal ngeseks dgn Sabila, Kak Rina dan Kak Lysa tidak ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke memeknya masing-masing.
Posisiku di bawah Sabila, di atas ia memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun jadi buah dadanya yg tetap kecil terkesan bergoyg lucu, tanganku juga tdk tinggal diam kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit hingga merah.
Krna telah berjalan sangat lama maka aku ingin segera mencapai puncak, dalam posisi tetap semacam semula Sabila berjongkok di atas penisku, kusuruh Mbak Rina naik keatas perutku sambil membungkuk supaya aku dapat menetek, eh.., bener juga lama-lama air toketnya keluar lagi, kuminum manis sekali hingga terasa mual.
Sekarang lysa telah dihadapanku memeknya telah ada dihadapanku persis, aku pegang memeknya dan aku sentuh daging kecil nya klitorisnya dirinya mengatakan ahhhhh ahhh ahhhh ahhhh sedangkan mulutku sibuk dengan memek lysa tanganku juga memainkan memek kak Rina dan kontolku dihisap oleh sabila gadis imut, aku sungguh terasa semacam raja dipuaskan nafsuku.
Ought.. hmm.. cret.. crot..a Enak Mas..!a desah Sabila. Spermaku ku semprotkan kedalam memek Sabila dan keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia tetap perawan. Kmi berempat kini telah mencapai puncak hampir bersamaan, lelah dan letih yg kmi rasakan.
Sebelum kmi berpakaian kembali sisa- sisa sperma di penisku di jilati hingga habis oleh mereka bertiga. Seusai kejadian itu kmi rutin mengulanginya lagi bila ada peluang baik berdua bertiga maupun berempat.

author
No Response

Comments are closed.