Judi Bola

Cerita Seks Tante Nakal Ngajak ML

1478 views
Casino Uang Asli

Separuh Baya – Sebelum aku menulis isi dari cerita ini, aku bakal memberbagi fotoan sekilas mengenai tante gatel ku ini. Tingginya kurang lebih 167-an, lingkar dadanya kurang lebih 34-an, pinggulnya 32-an, aku meningkatkankan “an” sebab aku tak lebih tahu tentu besar masing-masing tahap tubuhnya itu.

Kejadian itu terjadi di Denpasar Bali, aku waktu itu kelas 3 SMU di salah satu SMU di Denpasar. Tapi kini aku kuliah di Jakarta di salah satu kampus yang tak begitu populer di Jakarta. Aku terbukti telah lama sekali sangat mengharapkan tubuh tante gatel ku itu, tapi butuh penantian yang lama, kira-kira sejak aku SMP.

Mulailah kuceritakan isinya. Waktu itu kurang lebih jam 12.30, matahari sangatlah panasnya minta ampun, semakin motorku endut-endutan. Wahhh! sangatlah reseh dah. Tapi akhirnya aku hingga di kost-kostan, langsung saja aku ganti baju, semakin sambil minum air es, wuaaaahhhhhhh, segerrrr tenan rek. Lalu tiba-tiba belum kurebahkan badan untuk istirahat HP-ku bunyi, nyatanya dari tanteku, lalu kujawab,

“Halo Tan, ada apa?”
“Kamu cepet dateng ya!” ujar tanteku.
“Sekarang?” tanyaku lagi.
“La iya-ya, masa besok, cepet yah!” ujar tanteku.

Lalu aku bergegas datang ke rumah tante gatel ku itu.

Sesampainya di sana, kulihat rumahnya kok sepi, tak semacam biasanya (biasanya ramai sekali), lalu kugedor pintu rumah tante gatel ku. Tiba-tiba tante gatel ku langsung teriak dari dalam. “Masuk aja Wa!” teriak tanteku. Oh ya, namaku Dewa. Lalu aku masuk langsung ke ruang TV. Semakin aku tanya,

“Tante dimana sih?” tanyaku dengan nada agak keras.
“Lagi di kamar mandi, bentar ya Wa!” sahut tanteku.

Sambil menantikan tante gatel mandi aku langsung mengnasibkan VCD yang ada di bawah TV, serta melihat film yang ada di situ. Tak lama kemudian tante gatel berakhir mandi lalu menghampiri aku di ruang TV. Oh my god! Tanteku menggunakan daster tipis tapi tak transparan sih, tapi cetakan tubuhnya itu loh, wuiiihhh! Tapi butuh pembaca ketahui di keluargaku khususnya tante tante ku kalau lagi di rumah pakaiannya seksi-seksi.

Aku lanjutkan, lalu dirinya menegurku.

“Sorry ya Wa, Tante lama.”
“Oh, nggak papa Tante!” ujarku rada menahan birahi yang mulai naik.
“Oom kemana Tante?” tanyaku.
“Loh Oom kalian kan lagi ke Singaraja,” jawab tanteku.
“Terbuktinya kalian nggak di kasih tau kalo di Singaraja ada orang nikah?” tanya tanteku lagi.
“Wah nggak tau Tante, Dewa sibuk sih,” jawabku.

“Eh Wa, kalian nggak usah tidur di kos-an yah, temenin Tante di sini, soalnya Tante takut kalo sendiri, ya Wa?” tanya tanteku sedikit merayu.

Wow, mimpi apa aku semalam kok tante gatel ku mengundang tidur di rumahnya, tak biasanya, pikirku.

“Tante kok nggak ikut?” tanyaku memancing.
“Males Wa,” jawab tanteku enteng.
“Ooo, ya udah, semakin Dewa tidur dimana Tan?” tanyaku lagi.

“Mmm… di kamar Tante aja, biar kami dapat ngobrol sambil nonton film, di kamar Tante ada film baru tuh!” ujar tanteku.

Oh god! what a miracle it this. Gila aku tak menyangka aku dapat tidur sekamar, satu tempat tidur lagi, pikirku.

“Oke deh!” sahutku dengan girang.

Singkat cerita, waktu telah menunjukkan pukul enam sore.

“Waaa…! Dewaaa…! udah mandi belum?” teriak tanteku terbuktigil.
“Bentar Tan!” jawabku.

Terbukti saat itu aku sedang membersihkan motor, melap motor merupakan kebiasaanku, sebab aku berprinsip kalau motor bersih terawat harga jualnya tentu tinggi. Pada saat itu pikiran kotorku dalam sekejap hilang. Seusai melap motor, aku bergegas mandi. Di kamar mandi tiba-tiba pikiran kotorku timbul lagi, aku berpikir serta mengkhayalkan kemaluan tante gatel ku, “Gimana rasanya ya?” khayalku.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Tukang Jamu Yang Bohay Diperkosa Digubuk

Semakin aku berusaha menghapus lagi pikiran itu, tapi kok tak dapat-bisa. Akhirnya aku mengambil keputusan dari pada nafsuku kupendam semakin entar aku macam-macam, wah pokoknya dapat gawat. Akhirnya aku onani di kamar mandi. Pas waktu di puncak-puncaknya aku onani, tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang mengetuk. Kontan saja aku kaget, nyatanya yang masuk itu merupakan tanteku. Mana pas bugil, sedang tegang lagi kemaluanku, wah gawat!

“Sibuk ya Wa?” tanya tanteku sambil senyum manja.
“Eh… mmm… so… so… sorry Tan, lupa ngunci,” jawabku gugup.

Tapi sebetulnya aku bangga, dapat menunjukkan batang kemaluanku pada tanteku. Panjang batang kemaluanku pas keadaan puncak dapat mencapai 15 cm, pokoknya “international size” deh.

“Oh nggak papa, cepetan deh mandinya, semakin langsung ke kamar ya, ada yang pengen Tante omongin.”

“Oh my god, marah deh Tante, wah gawat nih,” pikirku.

Lalu aku cepat-cepat mandi, semakin berpakaian di dalam kamar mandi juga, tak pernah deh melanjutkan onani, padahal telah di puncak. Setibanya di kamar tanteku, aku melihat tante menggunakan celana pendek, sangat pendek, ketat, pokoknya seksi sekali, semakin aku bertanya,

“Ada apa Tan, kayaknya gawat banget sih?” tanyaku takut-takut sambil duduk di atas tempat tidur.

“Enggak, Tante pengen cerita, mengenai Oom-mu itu lho,” ujar tanteku.
“Emangnya Oom kenapa Tan?” tanyaku lagi.

Dalam hatiku sebetulnya aku telah tahu oom itu orangnya agak lemah, jadi aku berharap tante gatel memperkenalkan kemaluannya padaku. Dengan akurat aku medengarkan cerita tanteku itu.

“Sebenernya Tante nggak begitu bahagia sama Oom-mu itu, tapi dibilang nggak bahagia nggak juga, sebabnya

Oom-mu itu orangnya setia, tanggung jawab, serta pengertian, yang bikin Tante ngomong bahwa Tante nggak bahagia itu merupakan persoalan urusan ranjang,” ujar tanteku panjang lebar.

“Maksud Tante?” tanyaku lagi.

“Ya ampun, tetap nggak ngerti juga, maksud Tante, Oom-mu itu kalo diajak begituan suka cepet nge-down, nah ngertikan?” tanya tanteku meyakinkan aku.

“Ooo…” ucapku pura-pura tak mengerti.

“Mmm… Wa, mau nggak nolongin Tante?” tanya tanteku dengan nada memelas.
“Bantu apa Tan?” tanyaku lagi.

“Kan kali ini sepi, semakin Oom-mu kan nggak ada, juga kini Tante lagi terangsang nih, mau nggak kalian main sama Tante?” tanya tanteku sembari mendekatkan tubuhnya kepadaku.

Gila! Nyatanya benar juga yang aku khayalkan, Tante gatel minta ngewe ! Cihui! ups tapi jangan hingga aku terkesan nafsu juga, pikirku dalam-dalam.

“Tapi Dewa takut Tante, kelak ada yang ngeliat gimana?” ucapku polos.

“Loh…! kan kalian ngeliat sendiri, emang di sini ada siapa? kan nggak ada siapa-siapa,” jawab tanteku meyakinkan.

“Ya udah deh,” ujar tanteku sambil mengawali dengan menempelkan tangannya ke kemaluanku yang sebetulnya telah menegang dari tadi.

“Wow… gede juga ya! Buka dong celanamu Wa!” ujar tanteku mesra.

Lalu kubuka celanaku dengan cepat-cepat, dengan cepat pula tanteku memegang kemaluanku yang telah over size itu. Sambil mengocok batang kemaluanku dengan tangan kirinya, tangan kanan tanteku memegang payudaranya serta mengeluarkan bunyi-bunyi yang merangsang. “Emf… ehm… mmm… gede banget kemaluanmu Wa!” ujar tanteku.

Aku tak terlalu mendengarkan omongan tanteku, soalnya aku telah “over” sekali. Lalu tanteku mulai menempelkan kemaluanku ke mulutnya, serta dengan seketika telah dilumatnya batang kemaluanku itu.

“Oh God! Eh… eh… ehm… e… nak… Tante… semakin Tan…!” ujarku merasakan nikmatnya kuluman tanteku itu.

Tanteku lalu merebahkan tubuhku di atas ranjangnya, lalu dengan ganas ia menyedot batang kemaluanku itu, lalu ia memutar tubuhnya serta meletakkan liang kemaluannya di atas mukaku tanpa melepaskan kemaluanku dari mulutnya. Dengan sigap aku langsung menjilat liang kemaluan tanteku. Merasakan itu tanteku mengerang keenakan.

BACA JUGA  PSK Yang Gemetar Hidup Sehari Tanpa Seks

“Aaah… Wa… enak… semakin Wa… semakin jilat…!” erang tanteku keras-keras. Mendengar itu, nafsuku makin bertambah, dengan nafsu yang menggebu jilatan ke kemaluannya kutingkatkan lagi, serta dampaknya tanteku mengalami orgasme yang dahsyat, hingga-sampai mukaku kena semprotan cairan kewanitaannya.

“Oh Dewa… Tante sayang kamu… uh… ka.. ka… mu ponakan Tante paling… heee… bat… aaah,” puji tanteku sambil mengerang merasakan nikmat.

Aku merasa bangga sebab aku tetap bersi kukuh, lalu aku membalikkan tubuh tanteku jadi ia terlentang. Kuangkat kedua kakinya jadi terpampanglah liang kemaluannya berwarna pink merekah. Sebelum aku mulai menu utamanya, pertama aku melucuti pakaiannya terlebih dahulu, seusai terbuka, aku mulai memainkan mulutku di puting payudaranya, serta kemaluanku yang telah “over” tadi kuletakkan di atas perutnya sambil menggesek-gesekkannya.

Perlahan aku menciumi tubuh tanteku dengan arah menurun, mulai dari puting semakin ke perut lalu ke paha hingga akhirnya tiba di bibir kemaluannya. Dengan penuh nafsu aku menjilat, menyedot, hingga menggigit saking gemasnya, serta rupanya tanteku bakal mengalami orgasmenya lagi.

“Ooohh… Waaa… Tante mau keee… luuu.. aar! Aaah…!” erang tanteku lagi sambil menjambak rambut kepalaku jadi wajahku terbenam di kemaluannya. “Wa, udah ah, Tante nggak kuat lagi, Oom-mu mana dapat kayak gini, udah deh Wa, lansung aja tante pengen langsung ngerasain itu-mu.”

Tubuhnya kutopang dengan tangan kiri, sementara tangan kiri mengajar batang kemaluanku mencari sarangnya. Melihatku kesusahan mencari liang kemaluan tanteku, akhirnya tanteku yang mengajar untuk memasukkan batang kemaluaku ke liang kemaluannya.

Seusai menempel di celahnya, perlahan kudorong masuk batang kemaluanku, dorongan itu diiringi dengan desahan tanteku. “Egghmm… semakin Waa… pelan tapi semakin Wa… egghhmm…!” desahan tanteku begitu merangsang.

Aku sebetulnya tak bahagia dengan permainan yang perlahan. Akhirnya dengan tiba-tiba dorongan batang kemaluanku, kukeraskan jadi tanteku teriak kesakitan. “Aaahh… Waaa.. saaakitt… pelan-pelan… aargghhh…” teriak tanteku menahan sakitnya itu. Serta tak percuma, batang kemaluanku langsung terbenam di dalam liang kehormatannya itu. Seusai itu batang kemaluanku, aku maju-mundurkan perlahan, untuk mencari kenikmatan.

Dengan gerakan perlahan itu akhirnya tanteku menikmati kembali permainan itu. “Ah… uh… semakin Wa… enak sekali… itu-mu gede sekali… eggghh… lebih enak dari Oom-mu itu… semakin Waaa…” erang tanteku keenakan. Lalu lama-lama aku mulai mempercepat gerakan maju-mundur, serta itu mendapat reaksi yang dahsyat dari tanteku, ia juga mulai memainkan pinggulnya, hingga terasa batang kemaluanku mulai berdenyut,

“Tan… saya mauuu… kelu… arrr… nih…!”
“Di dalam aja Waaa… Tante… juugaa… mauuu keeluaaarr… aaarrgghh…!”

Akhirnya kami keluar bersama-sama, kira-kira enam kali semprotan aku mengeluarkan sperma. Aaahh… begitu nikmatnya. Seusai itu kucabut batang kemaluanku dari liang kemaluan tanteku, semakin kuberbagi ke mulut tanteku untuk dibersihkan.

Dengan ganas tanteku menjilati spermaku yang tetap ada di kepala kemaluanku hingga bersih. Seusai itu tanteku berangkat ke kamar mandi untuk membersihkan diri, serta aku tetap berada di kamar, tiduran melepas lelah.

Seusai tanteku berakhir membersihkan diri, ia kembali ke kamar serta segera mencium bibirku, lalu ia bilang bahwa selagi oom-ku di Singaraja, aku diwajibkan tinggal di rumah tanteku serta aku jelas mengiyakan. Lalu tante juga bertanya apakah keadaan kostku bebas, maka kujawab iya.

Lalu tante gatel bilang bahwa kalau umpama oom-ku ada di rumah, semakin tanteku ingin main denganku, tanteku bakal mencariku ke kost, aku hanya manggut-manggut bahagia saja.

author
No Response

Comments are closed.