Judi Bola

Cerita Seks Tante Haus Seks

892 views
Casino Uang Asli

Separuh Baya – Perkenalkan namaku Aris, umurku sekarang 23 tahun, aku kuliah disuatu universitas populer dikotaku. Aku sendiri memilki penampilan yang tidak lebih lebih bisa hebat perhatian kaum wanita sebab perawakanku yang atletis serta wajah ganteng yang menghiasi tubuhku.

Dalam hubungan sex tidak butuh ditanyakan lagi, aku telah mendapat tidak sedikit pengalaman dari tidak sedikit wanita, sebab aku mengawali berhubungan Sex sejak SMA hingga sekarang. Tetapi hari ini aku tidak menyangka kisahku ini bakal terjadi, sebab persetubuhan ini aku perbuat dengan tanteku sendiri yang dimana merupakan istri om ku yang adik dari ayahku. Tetapi mau bagaimana lagi,apabila kucing dikasih ikan payau ya mana mau nolak,hehe..

Suatu pagi saat aku tetap tidur, telpon HP ku berbunyi serta aku yang tetap dengan mata tertutup membawa HP ku, nyatanya merupakan Om Yudi yang menelponku. “Ris, kamu kemarin hari ini sibuk gak??” tanya om Yudi. “Kayaknya Enggak om, emang kenapa om??” tanyaku balik.

“Om mau minta tolong niiih, bisa gak???” tanya om Yudi. “Eeeemmm….Minta tolong apa om?? Kalau aku bisa tentu aku bantu om” jawabku. “Om minta kamu menginap dirumah om sebab om mau keluar kota selagi kemarin hari, kamu temenin Tante Vera serta Tia serta Lia ya Ris, bisa gak??” taya om Yudi.

“Eeeemmm….Bisa deeh om, aku kerumah om kapan, kelak apa sekarang om??” tanyaku. “Sekarang aja Ris, sebab om sebentar lagi mau pergi serta om juga telah ngomong sama tantemu kok, kalau kamu yang bakal menemaninya” jawab om Yudi.

“Okkee…Deeeh om, aku mandi dulu, kelak aku terus kerumah om” jawabku. “Makasih ya Ris, kamu terbukti keponakanku yang terbaik, kelak apabila om telah pergi kamu tinggal masuk aja ya Ris” ujar om Yudi. “Iyha om” jawabku singkat.

Seusai menutup telpon dengan mata yang tetap berat, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Didalam kamar mandi aku sempat membayangkan yang tidak-tidak, aku membayangkan tubuh bahenol tante Vera,

kubayangkan pantatnya yang semok aku remas-remas, kujilati memek tante Vera hingga tante Vera ngecrot, penisku dikulum tante Vera, membikin penisku menegang serta Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, hingga bayanganku mengenai tante Vera hilang dengan seketika.

Tak lama aku berakhir mandi, serta aku pun bergegas ganti baju serta langsung menuju rumah om Yudi. Kurang lebih setengah jam perjalanan, akhirnya aku hingga dirumah om Yudi. Serta nyatanya om yudi telah pergi lalu aku disambut oleh tante Vera.

Pemandangan indah seketika pun aku bisakan, baju ketat serta super seksi menghiasi tubuh tante Vera jadi bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Vera menjadi terkesan, serta bahkan garis-garis CD tante Vera kelihatan sebab roknya yang sangat ketat. Sejenak aku menelan ludah sebelum akhirnya tante Vera membuyarkan pemandanganku itu.

“Ris tante minta tolong kamu antar Tia serta Lia kesekolah yaaa” pinta tante Vera. “Okkee deeh tante” jawabku singkat. Lalu aku mengundang kedua anak tante Vera yang tetap kecil kemobil, serta aku pun mengantarkannya kesekolah. Diperjalanan aku mengantar Tia serta Lia, kembali aku teringat kemolekan tubuh tante yang tadi aku lihat.

Aku tidak kuasa menahan nafsuku hingga dalam perjalanan batang Penisku menengang jadi kelihatan dari luar celanaku sebab penisku yang cukup besar. Untungnya aku mendampingi anaknya tante Vera, apabila yang kuantarkan merupakan tante Vera bisa-bisa aku langsung menubruknya “pikiran kotor itu yang terus mengganguku selagi dalam perjalanan”.

Berakhir telah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Vera. Seusai parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang serta melahapnya. Tante Vera tetap mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, seusai lebih tidak lebih lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga serta aku hentikan makanku. Seusai menaruh piring di dapur.

Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku merupakan celah kunci yang terbukti telah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke celah kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus serta putih tante Vera tanpa ada sehelai benang yang menutupi terkesan agak mengkilat dampak efek cahaya yang mengenai air di kulitnya.

Nyatanya tante Vera sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri serta kanan. Terdengar suara desahan lirih, “hmhmhmhmmmm, ohh, arhh”.

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya terus kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Vera ini telah mencapai orgasmenya. Lalu dirinya berbalik serta mengguyurkan air ke tubuhnya.

Aku langsung pergi ke ruang keluarga serta menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Vera, membikinku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Vera berhubungan badan denganku. “Lho Ris, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Kelak aku bilang ke bunda kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Vera mengagetkan aku.

BACA JUGA  Cerita Separuh Baya - Nikmatnya Tubuh Ibu Ayu

“Kamu ini pagi-pagi telah begitu. Mbok ya kelak malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Vera sambil masuk kamar. Aku agak kaget juga dirinya ngomong semacam itu. Tapi aku berpendapat itu cuma sekedar guyonan.

Seusai tante Vera pergi kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini. Sebab tetap ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante serta langsung tidur. “hmhmhmhmmmm.. geli ah” Aku tersadar serta terkejut, sebab tante Vera telah berbaring disebelahku sambil tangannya memegang Penis dari luar sarung.

“Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.” Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membikin Penis menegang 90%. “Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini serta besok”, dengan argumen sakit.

Seusai ambil obat dari apotik, tante pulang. Begitu argumen tante ketika aku tanya kenapa dirinya tidak masuk kerja. “Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, serta sarung kamu tersingkap jadi CD kamu terkesan.

Tante jadi terangsang serta pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Penis mu” Tante terus saja nyerocos untuk membahas kelakuannya. “Telahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Aris tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku sekenanya.

“Lho, jadi kamu..” Tante kaget dengan mimik setengah marah. “Iya, tadi Aris ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak takut juga aku kalau dirinya marah. Tante diam saja serta suasana jadi hening selagi lebih tidak lebih sepuluh menit.

Semacamnya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit serta membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dirinya melepas blaser serta mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, jadi sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis di sarungku. Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku.

Aku jadi salah tingkah. “Aku tahu kamu telah lama pingin menyentuh ini..” dengan lembut tante mengatakan sambil memegang kedua bukit kembarnya. “Emm.., nggak kok tante. Maafin Aris ya.” aku terus salah tingkah.

“Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tanya tanteku dengan mimik keheranan. “Maksud Aris, nggak salahkan kalau Aris pingin pegang ini..!” Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur, jadi tante terjatuh di atas tubuhku.

Langsung aku kecup payudaranya bergantian kiri serta kanan. “Eh, nakal juga kamu ya.. ihh geli Ris.” tante Vera merengek perlahan. “hmhmhmhmmmm..shh” tante terus keras mendesah ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya.

Rok yang menjadi penghalang, dengan cepatnya aku buka serta sekarang tinggal CD yang menutupi gundukan lembab. Sekarang posisi kita berbalik, aku berada di atas tubuh tante Vera. Tangan kiriku terus berani meraba gundukan yang aku rasakan terus lembab.

Ciuman tetap kita perbuat dibarengi dengan rabaan di setiap cm tahap tubuh. Hingga akhirnya tangan tante masuk ke sela-sela celana serta berhenti di tonjolan yang keras. “hmhmhmhmmmm, boleh juga nih.

Semacamnya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante mengagumi Penis yang belum sempat dilihatnya. “Ya telah dibuka saja tante.” pintaku. Lalu tante melepas celanaku, serta ketika tinggal CD yang menempel, tante terbelalak serta tersenyum.

“Wah, rupanya tante punya Penis lain yang lebih gedhe.” Gila tante Vera ini, padahal Penisku belum besar maksimal sebab terkendala CD. Aksi meremas serta menjilat terus kita perbuat hingga akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Serta aktifitas tante terhenti. Rupanya dirinya telah sukses melepas CD ku, serta sekarang sedang terperangah menonton Penis yang berdiri dengan leluasa serta menunjukkan ukuran sebetulnya.

“Tante.. ngapain berhenti?” aku beranikan diri bertanya ke tante, serta rupanya ini mengagetkannya. “Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku. “Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dirinya ngoceh lagi.

Tante tetap terkesima dengan Penisku yang memiliki panjang 17cm dengan diameter 6cm. “Emangnya punya om gak segini? ya telah tante boleh ngelakuin apa aja sama Penisku.” Aku ingin supaya tante mengawali ini secepatnya.

“hmhmhmhmmmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Penis Ada sensasi enak serta nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung hingga pangkal Penis “Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku mulai meracau.

Lalu aku tarik kepala tante Vera hingga sejajar dengan kepalaku, kita berciuman lagi dengan ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, hari ini berusaha untuk melepas CD tante Vera. Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil puting susunya, aku sukses melepas penutup satu-satunya itu.

Tiba-tiba, tante mengubah posisi dengan duduk di atas dadaku. Jadi terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk segitiga. “Ayo Ris, gantian kamu boleh meperbuat apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya. “OK tante” aku langsung mengiyakan serta mulai mengecup vagina tante yang bersih.

BACA JUGA  Cerita Seks Tante Nakal Ngajak ML

“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku. “Hh.. mm.. enak Ris, terus Ris.. yaa.. shh” tante mulai berkata tidak teratur. Terus dalam lidahku menelusuri liang vagina tante.

Semakain kacau pula omongan tante Vera. “Ahh..Ris..shh..Risr aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras. “Ahh..” erangan tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang. Rupanya tante telah mencapai puncak.

Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, serta tante tetap berkutat dengan perasaan enaknya. “hmhmhmhmmmm..kamu pintar Ris. Gak menyesal tante punya keponakan semacam kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota. Mau kan?”

dengan manja tante memeRis tubuhku. “Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke Penis ku sendiri. “Oh iya, tante hingga lupa. Maaf ya” tante sadar kalau Penisku tetap berdiri tegak serta belum puas.

Dipegangnya Penis ku sambil bibirnya mengecup dada serta perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Penis. Seusai lebih tidak lebih 15 menit tante berhenti mengocok. Ris, kok kamu belum keluar juga. Wah tidak hanya besar nyatanya kuat juga ya.” tante heran sebab belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Penisku.

Tante bergeser serta terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Vera, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua segi dalam pahanya yang putih mulus. Bergantian kiri-kanan, hingga akhirnya dipangkal paha.

Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya serta mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri serta kanan menahan rasa nikmat yang aku berbagi. Seusai vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya.

Aku gesek-gesekkan ujung Penis ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. Perlakuanku ini membikin tante terus bergerak serta meracau tidak karuan. “Tante siap ya, aku mau masukin Penis” aku memberi peringatan ke tante. “Cepetan Ris, ayo.. tante telah gak tahan nih.” tante langsung memohon supaya aku secepatnya memasukkan Penis.

Dengan pelan aku dorong Penis ke arah dalam vagina tante Vera, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Penis sekarang telah tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati peristiwat yang sangat enak.

Pembaca cobalah perbuat ini serta rasakan sensasinya. Tentu Kamu serta pasangan bakal merasakan suatu kenikmatan yang baru. Ris, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berkata sambil merasa keenakan. “Ahh.. shh mm, tante ini tutorial Aris supaya tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.

Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa Penis ke dalam vagina tante. “Ahh..” kita berdua melenguh. Kubiarkan sebentar tanpa ada gerakan, tetapi tante rupanya telah tidak tahan. Perlahan serta terus kencang dirinya menggoyangkan pinggul serta pantatnya dengan gerakan memutar.

Aku juga mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Vera ini tetap kencang, pada saat aku hebat Penis bibir vaginanya ikut berminat. “Plok.. plok.. plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Vera terus meningkatkan rangsangan.

13 menit lebih kita meperbuat gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Ris tante nyampai lagi” Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, hari ini tubuhnya bergerak ke depan serta merangkul tubuhku. Aku kecup kedua payudaranya. dengan Penis tetap menancap serta dijepit Vagina yang berkedut dengan keras. Dengan posisi terbuktiku tante Vera, kita melanjutkan aksi.

Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Penis. “Tante, aku mau keluar nih, di mana?” aku bertanya ke tante. “Di dalam aja Ris, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun. Urutan vaginanya yang rapat serta ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.

“Arghh.. tante aku nyampai”. “Aku juga Ris.. ahh” tante juga meracau. Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante. Seusai delapan semprotan tante serta aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kita berciuman dengan mesra. Ris, kamu hebat.” puji tante Vera.

“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya. Ris, kamu mau kan nemani tante selagi om pergi” pinta tante. “Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku rutin keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.

“Gak apa-apa Ris, tante tetap ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku. Akhirnya kita berpagutan sekali lagi serta berpelukan erat sekali. Rasanya semacam tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kita raih.

Lalu kita mandi bersama, serta sempat meperbuatnya sekali lagi di kamar mandi. Itulah pengalamanku dengan tante Vera. Nyatanya enak juga bermain dengan wanita yang berusia empat puluhan-an. Semenjak itu aku tidak jarang bisa telepon ajakan untuk berkencan dengan tante-tante.

Rupanya tante Vera menceritakan faktor kehebatanku terhadap kawan-kawannya , sebab kawan tante Vera pada penasaran dengan diriku tidak jarangkali aku di kejar kejar dengan tutorial yang tidak sama beda.

author
No Response

Comments are closed.