Judi Bola

Cerita Seks Sewaktu SMA

155 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Namaku Ramon, gue tetap pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik semacam yang diinginkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya berjumpa dengan Vani, kawan sekelasku, akupun berlangsung bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya. “Cantik banget sih, Vani…”

“Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo aku udah make over ya??” “Belum mandi??? Jorok banget sih…” Ejekku “Kayak kalian bersih aja, biasanya kalian kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana tidak jarang deket-deket ce lagi pas abis olahraga” Balasnya “Sialan nih…” Pikirku,

“Ya iyalah… Namanya juga co, pasti aroma dong abis olahraga…” “Ah… Si Ucup aja ga aroma kalo abis olahraga…” “Enak aja, mau kalian sama dia? Cakepan juga aku” “Iya juga ya… Cakepan kamu, hehehe” “Iyalah… Ramon kok, mana ada tandingannya… Hehehe…” “Haha… Kalian narsis banget sih sehingga co…” Katanya sambil mencubit “Ih… Geli deh… Kalian juga lucu deh…”

Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun belajar di kelas hingga pulang, saat jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, pasti saja aku tidak menolaknya, maklum, Vani itu salah satu cewek hot paling cantik di sekolahku, saat aku duduk sebangku dengan Vani, tidak sedikit kawan-kawan yang menuturkan kami berdua, maklum, di sekolah aku tergolong co yang biasa-biasa aja. Kalo deket sama cewek hot kaya Vani dapat sehingga gosip baru nih.

Bel tanda pelajaran beres pun berbunyi. Aku lalu berlangsung keluar bersama Vani. “Van, kalian pulang sama siapa?” tanyaku “Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kalian mau anterin aku?” “Boleh, rumah kalian kan gak terlalu jauh, asalkan…” “Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?” Protes Vani “…asalkan kalian mau cium aku…” Aku mulai nekat, sebab terbukti di sekolah aku populer nekat.

“Ih… Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??” “Ya udah, berhubung kalian cakep, aku mau cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong…”

“Oke… Kami ke toilet belakang sekolah” “Tapi jangan apa-apain aku lagi yah…” “Iya deh… Jangan takut kalo sama aku…” Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani semacam merasa ketakutan, mungkin sebab takut diapa-apain, tapi aku ga peduli. “Nah… Kini merem dong, biar aku cium…” Katanya “Iya… Iya… Tapi kalian merem juga dong…” Suruhku “Ya udah…”

Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, seusai lumayan dekat, aku membuka mataku serta mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya aku mencumbui Vani dengan sangat bernafsu. “Mmmmmmmhhhhhhh……..” erang Vani, namun aku tidak perduli, aku tetap saja mencumbuinya. Namun Vani tetap dapat lepas dari dekapanku.

“Katanya cuma cium, masa kayak gitu??” Katanya sambil sedikit tertawa “Tapi suka kan?” Bilang aja… Ya kan? Ya kan? Hehe…” Kataku sambil tertawa serta meledek Vani
“Iya sih…” Aku mulai mencumbuinya lagi, hari ini aku lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Vani semacamnya mulai meresponnya. Vani melepas lagi cumbuanku.
“Pelan dikit say… Jangan buru-buru gitu, kini diem aja ya, duduk aja di kloset tuh…” Suruhnya, dari sini aku mulai ngerti kalau Vani itu seorang cewek hot yang “PROFESIONAL”, hehehe…
“Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian” Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih…

Vani mulai membukakan celanaku, aku juga membuka baju seragamku sendiri, hingga aku telanjang bulat sementara Vani tetap berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, seusai itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, serta menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan semacam itu aku sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!! Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet tempat kami beraksi.

“Waaaahhhhh…. Ada yang mantap nih…” Kata orang yang masuk itu “Iya tuh, keren juga…. Gede loh” Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama adalah Chintya, kawan sekelasku juga yang hot serta yang kedua Icha, kakak kelasku yang adalah sepupu Chintya. Mereka berdua populer sebagai para cewek hot di sekolah.

“Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani “Boleh aja kok…” jawab Vani

Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba serta semacam mau ikut dengan aksi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah… “Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?” kata Chintya “Mending kami ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh” tambah Icha

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Ngentot Rere Gadis SMA

“Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih… Belum dikeluarin…” “udah santai aja, kelak kami keluarin bertiga, santai aja” jawab Icha Akupun langsung mengenakan seragamku kembali, lalu kami berlangsung menuju parkiran, aku naik sepeda motor bersama Vani, Icha serta Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga sabar juga nih si Vani.

Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha serta Chintya telah hingga duluan di sana, mereka menantikan kami, akhirnya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, serta mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, serta langsung menciumiku, sementara Chintya serta Vani duduk di sebelah kiri serta kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada serta selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku.

Lalu aku memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, saat itu aku tidak tahu siapa memegang tahap tubuhku yang mana, saat itu aku merasakan ada yang membukakan celanaku, lalu luar biasanya dengan sedikit kesusahan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana singkat ketatku, tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya.

Aku melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, saat ini aku telanjang tanpa memakai pakaian apapun, lalu aku mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli. Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya terhadap aku serta Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya.

Terkesan kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, semacam punya mantanku dulu, Sarah.

Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, terus terkesan jelas kalau Icha hebat cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, aku sangat suka melihatnya, lalu aku lepaskan cumbuanku pada Vani, aku berdiri serta langsung mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, lalu aku mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, hebat tanganku, mengundang aku menuju kamarnya, ada suatu ranjang yang besar, aku langsung ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani serta Chintya menyusul kami ke sini.

Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tidak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, aku hingga melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya serta Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka keren semua, aku ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku, aku langsung menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya sendiri, aku sangat suka melihat pemandangan semacam ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, serta berteriak kenikmatan.

Icha yang semacamnya telah mulai bosan menghisapi kontolku mulai bangkit serta berusaha menduduki kontolku serta memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang telah basah terangsang. Kontolku merasakan alangkah nikmatnya memek Icha, aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha serta langsung mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat hebat rasanya 3 anak SMU ngentot dengan liar begini!

“ngentot, enak banget nih… Akkkhhhhh……..” Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tidak lama kemudian, Icha roboh ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu bangkit serta pindah ke samping kami bertiga, Icha terkesan lemas serta ia tertidur.

Vani meraih kontolku serta menghisapnya, sementara Chintya tetap bersi kukuh dengan hisapanku di memeknya, aku tetap dalam posisi berbaring di ranjang. “Vaniii… Aku mau ngerasain kontol si Ramon… Pengen banget nih… Akkkkhhhh….” “Ya udah, sini dong”

“Entar, kalian nungging aja, Chin, biar doggie” suruhku Chintya lalu menungging, aku pernah meremas-remas pantat serta memeknya, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya. “Aaakkkkhhh…. Aaaahhhh….” Itulah yang keluar dari mulutnya saat kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya “Aaahhh… Enak banget memek kamu, Chin, aku suka banget… Oooohhh….” “Kencengin, Mon, Kerasin… Kontolmu enak banget, kenceng beibh…. Ooooooooohhhhhhh……….”

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Menikmati Tubuh Guru SMP

Seusai 7 menit bersi kukuh dalam posisi ini, kurasakan semacam ada yang mau keluar dari dalam penisku, akhirnya aku ngecrot di dalam memeknya sambil membawa tubuh Chintya serta mencium bibirnya dari samping.

“Oooohhh…. Enak banget beibh… Aku keluar juga nih… Oooohhh…. Aaaahhhh….” Tubuh kami berdua pun ambruk, serta kontolku tetap berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat tidak sedikit sekali spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya. “Enak banget beibh… kontol kalian keras banget… Aku suka banget…” katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh Icha Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, serta memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya.

Aku beristirahat sejenak, kontolku tetap lemas dari orgasme tadi. 10 menit aku beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani si cewek hot sedang mengocok-ngocok memeknya dengan jarinya, aku langsung menghampirinya, serta mencumbuinya, aku mulai dari bibir, leher, lalu aku menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berkapasitas kurang lebih 36B, sebab tubuhnya tergolong besar. Lalu aku menjilati memeknya, serta mengocok-ngocok memeknya dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya.

“Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh……………. Ennnnaaakkkkkk…….” Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan. “Kamu mau ngentot, sayang?” tanyaku “Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan…! Masukin…!” Saat ini aku berada di antara kedua pahanya, membawa kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang telah basah serta merekah merah. Masuklah kontolku ke dalam memeknya. “Oooohhh… Aaaahhhh… Eeennnaaakkkk…” Erangnya saat aku menggoyang kontolku

Terus cepat aku menggoyang kontolku. Hari ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin sebab telah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi semacam ini, aku meminta Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, aku memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini aku tetap menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremas-remas pantat serta dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah sebab kutampar-tampar. Kulihat Icha serta Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil melihat permainan aku serta Vani.

Sambil aku ngewe dengan Vani, Icha menghampiriku serta menciumiku, semacamnya dirinya mau lagi, terus kencang aku menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, aku memutar tubuh Vani ke posisi doggie, sebab aku suka sekali posisi ini, dalam posisi ini aku meremas-remas dada Vani, terus Vani mendesah serta berteriak.

Sementara sambil menggoyang aku berciuman dengan Icha, terus kukencangkan goyanganku serta akhirnya Vani mengalami orgasmenya. Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, aku langsung bergerak menuju Icha yang telah telentang membuka pahanya, aku memasukkan kontolku ke dalam vaginanya.

Aku menggoyang tubuh Icha si cewek hot sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua berawet dalam posisi ini. “Mon… Mau keluar nih aku… Aaaahhh…. Enak banget…” “Aku juga kak…” Wajah Chintya serta Vani berada di atas perut serta dada Icha, semacam menantikanku untuk orgasme.

Akhirnya aku cabut kontolku keluar memeknya, serta keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu aku menembakkan spermaku ke wajah Chintya serta Vani, Chintya langsung menghisap kontolku hingga lemas. Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, serta di dadaku terbaring tubuh Vani. “Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kami dapat main lagi kan?” kata Icha

“Iya, Mon. Kami suka banget kontol kamu, mesikipun ga terlalu gede, tapi kalian dapat main lama” puji Vani “Kapan dapat main lagi, Mon?” tanya Chintya “Kapan aja aku dapat kok main sama kalian para cewek hot , kalo mau juga di mana aja aku lakuin, di sekolahan juga jadi!”

“Bener nih? Gimana kalo besok kami main lagi di sekolahan?” kata Icha “Ah gila ah… Aku ga mau” tolak Chintya “Boleh… Asalkan pas udah sepi…” “Ga enak dong kalo sepi, ga seru…” Kata Icha lagi “Ah, aku tetep ga mau…” Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya serta semacamnya dirinya kelelahan serta tidur. “Terserah kalian semualah… Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku… Hahaha…”

Itulah kisahku bersama 3 cewek hot sekolahku, lain kali bakal kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi

author
No Response

Comments are closed.