Judi Bola

Cerita Seks Sewaktu Di Diskotik

2725 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Perkenalkan namaku merupakan Rudi, umur 30 tahun, tubuhku kekar dan besar dan atletis dan juga hitam, maklum bekas kuli bangunan. Namun berbagai saat lalu kawanku menawariku kerja di sebuah diskotik “A” sebagai sekuriti, diskotik “A” benar-benar populer dengan cewek-cewek cantik dan tajir di sebabkan diskotik “A” tempatnya sangat bonafit dan high class jadi pengunjungnya juga ikut-ikut bonafit, harga minumannya pun aku ga mampu untuk membelinya dengan gaji sebulanku.

Tapi aku sangat menikmati kerja di diskotik ini sebab kerjanya nyantai, malam hari dan aku juga bisa jelalatan pada cewek-cewek. Tak sedikit cewek-cewek cantik yang berkeliaran (rasanya ingin menyetubuhi semua cewek-cewek disini).

Diskotik ini tersedia 2 pintu masuk, pintu masuk atas dan pintu masuk bawah. Bila pengunjung lewat pintu atas berarti mobil mereka di vallet dan bila pengunjung lewat bawah, mobil mereka diparkir sendiri di basement.

Kita mulai ceritanya…berawal di hari Rabu (Ladies Free)

Tidak sedikit cewek-cewek tentunya, aku kebetulan bertugas di pintu bawah bersama kawanku Rendy. Saat pintu dibuka aku dan Rendy wajib mengecek satu-satu tamu yang masuk, tak kusia-siakan mataku untuk mencari mangsa, cewek-cewek yang datang sangat cantik-cantik dan berpakaian sexy dan wangi jadi membangunkan adikku si “Ujang” (ga’ kuat lagi rasanya). Dan agenda pun dimulai, tamu-tamu bertahap habis yang datang.

Kami berdua pun bisa bersantai sejenak.
Rendy pun membuka perbincangan.
“Sob…ghini nich enaknya ngapaian ya?”.
Rudi : “G tau nich, BT jg lama-lama”.

Rendy : “aaaa….Aku ada ide, gimana klu aku minta minuman ke Anto’?”.
(Anto’ merupakan kawanku yang menawari pekerjaan kepadaku sebagai sekuriti, dirinya bekerja sebagai bartender, terkadang aku memperoleh minuman gratis dari dia).
Rudi : “Ide keren tuh”.

Akhirnya Rendy naik ke atas untuk mengambil minuman.
Ga’ lama kemudian Rendy pun datang.
Rendy : “Nich sob… kami adakan pesta kecil-kecilan, kebetulan Anto’ ngasih kami camilan”.

Rudi : “Tuch anak baik banget”.
Akhirnya kami menikmati pesta kecil kami sambil ketawa-ketawa.
Rudi : “Tidak lebih ceweknya nich”
Rendy : “Semakin…”
Rudi : “Y ga’ semakin-semakin… tak lebih lengkap aja”

Kamipun tertawa terbahak-bahak.

Tiba-tiba telpon kantor berdering dan Rendy mengangkatnya, kulihat dirinya serius menjawab telponnya dan dari situ bisa kutebak tentu telpon dari bos.

“Aku ke atas dulu ya, dipanggil sama bos nich” ujar Rendy.
Rudi : “OK”

Lama juga Rendy pergi, ga’ heran sih…biasanya juga ghitu. Lama-lama pun aku merasa bosan di dalam kantor sekuriti, aku keluar dan celingukan kearah parkiran mobil, sepi dan gelap. Merinding juga rasanya kalau sendirian, akhirnya aku masuk lagi dan duduk sambil meminum bir ku tadi.

Tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara lift tamu, keluarlah seorang cewek yang cantik berambut hitam panjang tergerai, kulit berwarna putih memakai baju putih sexy semakinan hingga ke paha dan belahan dada yang rendah dan agak sempit di sebabkan toket si perempuan benar-benar besar dan pantat dan celana dalam yang tercetak.

Dapat kulihat kalau daleman wanita itu berwarna hitam sebab baju putihnya benar-benar sedikit menerawang, potur tubuhnya proporsional kaya’ model kelas atas. Jalannya agak sempoyongan, kelihatannya habis dugem nich cewek dan sedikit mabuk dan aku pun berinisiatif untuk menolongnya.

“Malam mba’, bisa saya bantu?” tanyaku dengan sopan.
“Biar saya bantu” tambahku lagi, akupun menolongnya berjalan (wangi banget tubuhnya,seger rasanya)

Akupun menuntunnya sebab sedang mabuk dan bertanya lagi.

“Mobilnya dmn?”

Dia hanya menunjukkan jari telunjuk ke sebuaharah dan aku pun bertanya kembali.

“Bisa pinjam kunci mobilnya?”

Dia pun mencari dan memberbaginya kepadaku (maksudku daripada jalan ga’ jelas kan mending menyalakan remote mobilnya), dan akupun menonton lampu mobilnya. Ditengah jalan akupun sedikit kemasukkan setan (ini dikarenakan aku dari tadi bisa menonton toketnya).

Dan akhirnya akupun merubah arah menuju gudang penyimpanan barang yang telah ga’ sempat di pakai lagi, aku membuka pintunya… tersedia sebuah matras besar, sofa besar, meja dll. Barang-barang disini sangat tetap bisa digunakan hanya sebab bentuknya telah tak lebih up to date makanya diskotik ini membuangnya dan menggantinya dengan yang model baru.

Aku menggiring cewek ini yang lagi mabuk menuju sofa, seusai dirinya duduk ku pandangi sekali lagi…(cantik banget, sexy, putih mulus lagi,makin ga’ kuat nich si “Ujang”), aku menggeledah isi tasnya, ada hp, dompet dan alat-alat kecantikan.

Akupun membuka isi dompetnya, tersedia tak sedikit uang 100 rb an di dalamnya, kartu ATM dll, akupun menonton KTP-nya, tinggal di daerah elite terbukti…pantes tajir, kunci mobilnya aja kunci mobil Eropa dan akhirnya aku mengenal namanya merupakan Devi. Seusai itu kumasukkan semua barang-barangnya kembali. Aku kembali ke kantor sekuriti untuk mengambil minuman dan kembali ke gudang lagi.

BACA JUGA  Cerita Seks Korban Patah Hati

Aku duduk di sebelah cewek mabuk itu dan menyodorkan minuman ke dia, awalnya dirinya si ga’ mau tapi semakin ku paksa akhirnya dirinya terpaksa meminumnya, sambil dirinya minum langsung dari botol, ku coba untuk mencium lehernya dari samping aku duduk… lehernya wangi banget, wanginya tuch bisa merangsang gairah cowok, sambil ku cium-cium lehernya aku berusaha untuk mulai meraba-raba toketnya.

Nyatanya lebih besar dari perdiksiku, tanganku hingga ga’ lumayan untuk menampung toketnya…aku raba-raba dan kuremas-remas hingga Devi yg lagi mabuk meringis kesakitan, akupun mencoba mencari puting toketnya, yang bikin ga’ nahan nich belahan baju tahap dadanya yang rendah jadi toketnya rasanya mau menyembul keluar…kucium-cium belahannya dan ku jilat-jilat (empuk rasanya).

Akupun memiliki ide, kuambil botol bir dan menuangnya kebelahan dadanya hingga basah semua toketnya dan kujilat-jilat lagi. Kucium kembali lehernya dan aku mulai meraba-raba daerah memeknya, kuraba-raba dan kugesek-gesekan memakai jari tengah, sedikit kutekan kedalam jadi Devi yg lagi mabuk bergerak ga’ karuan, akhirnya aku ga’ kuat lagi…aku membuka celana dan celana dalamku si “Ujang” telah berdiri tegak.

Akupun menindihi tubuh Devi yg lagi mabuk dan melebarkan kedua kakinya, aku mencium kembali leher dan mulutnya dan ku gesek-gesekan si “Ujang” ke celana dalamnya (baru celana dalamnya aja telah cenut-cenut apalagi klu kelak telah ke dalamnya), kamipun akhirnya perang lidah dan ga’ ketinggalan akupun meremas-remas toketnya…Devi yg lagi mabuk pun akhirnya malah bergerak tambah ga’ karuan, aku merasakan daerah celana dalamnya telah basah, kelihatannya nich cewek telah horny.

Akupun berdiri dari sofa dan memegang kepala Devi, aku memajukan si “Ujang” untuk dikulumnya…Devi sempat ga’ mau dan lagi-lagi aku memaksanya, penisku berkapasitas sangat besar (bisa dikatakan di atas ukuran normal orang Asia), Devi pun mencoba untuk memasukkan penisku kedalam mulutnya, hanya masuk tahap kepalanya saja, mulut Devi terlalu mungil, kucoba memaju mundurkan kepalanya (enak sekali rasanya) tak lupa tahap buahnya penisku.

Tanganku pun tak tinggal diam, tangan kiriku tetap memegangi kepala Devi dan tangan kananku mencoba menerobos kedalam belahan bajunya, halus dan besar toketnya…kuremas-remas kuat-kuat hingga dirinya kesakitan lagi, aku coba mencari putingnya…kuputar-putar sambil kutarik-tarik.

30 menitpun berlalu di posisi mengulum, akhirnya kutarik penisku. Aku akhirnya membuka baju Devi hingga hanya tersisa BH dan celana dalam berwarna hitam, kulihat perutnya yang putih mulus dan rata. Aku pun memindahkan Devi ke matras, dirinya berbaring diatasnya…

Aku membuka BH-nya (toketnya terbukti benar-benar besar sekali), kuremas-remas kembali (terbukti gemas sekali menontonnya), akupun berada di atas perut Devi dan mendudukinya, aku menaruh penisku diantara toketnya sambil kutarik kepalanya kedepan dan aku menyuruh menjilati ujung penisku, tangan kanan ku mencoba meraba-raba belakang ke celana dalamnya.

Devi pun mengeluarkan suara-suara aneh dan bergerak ga’ karuan kembali. Seusai puas aku berganti posisi ke posisi 69, kumasukkan penisku kembali ke mulutnya dan aku membuka celana dalamnya dan mulai menjilati memeknya dan menyedotnya (harum banget memeknya orang tajir), aku mencoba menggelitiki memeknya dan itu sukses membikin memeknya banjir kembali.

Telah ga’ tahan lagi nich…

Aku pun mulai menyerang memeknya memakai penis ku, perlahan kumasukkan…terasa sulit banget, memeknya kecil dan tetap seret banget meski telah ga’ perawan. Baru kumasukkan sedikit Devi telah menjerit “Aaaaaaaaargggggggggggggh…sakit”.

Akupun tak menghiraukan dan tetap berusaha dan akhirnya barangku masuk semua kedalam liang kenikmatannya dengan sulit payah dan agak sedikit lama, aku pun mengawali memompanya perlahan dan meraih kedua toketnya dan kuremas-remas, aku mendekatkan mukaku kelehernya dan menciumi dan menciumi bibirnya, aku berpindah ke toket…menjilat-jilati putingnya yang berwarna pink dan menggigitnya dan luar biasanya “Aaaaaaaaawwwww…” jerit Devi.

Aku pun mencepatkan tempo pompaanku, Devi pun mengimbanginya (dasar pertamanya ga’ mau tapi keenakkan juga), pompaan yang cepat membikin toketnya bergoyang-goyang kemana-mana membikin tambah gemas saja, akupun meremas-remas kedua toketnya. Tiba-tiba aku merasakan cairan hangat, nyatanya Devi telah mencapai puncak, “Koq telah keluar?” tanyaku…akupun mempercepat pompaanku dan menyebabkan Devi tambah berteriak ga’ karuan.

BACA JUGA  Cerita Seks Di Dalam Gudang Barang

Bosen dengan Man on Top akupun berpindah posisi kini Woman on Top, toket Devi terkesan besar bergelantungan dan bergoyang-goyang saat aku memompanya dengan cepat, aku pun merasa gemas lagi dan aku manarik Devi kebawah jadi mukaku kini berada diantara kedua toket Devi, kuciumi,kujilati, kuremas, kupilin-pilin putingnya…

Toketnya japada bulan-bulananku (tambah besar nich toket nantinya), dan aku merasakan cairan kembali seusai 20 menit berlalu seusai Devi ejakulasi pertamanya tadi, “Koq telah keluar lagi,sayank?” tanyaku…Devi pun tak berekspresi, raut mukanya hanya diam menikmati pertempuran kita.

Kurubah lagi posisi, kini Devi ku gendong, aku menopang kedua pahanya dari bawah dan Devi memelukku…enak nich posisi ini, Devi pun tambah menjerit “aaah… aaah… aaah…sakit… aaah…”, ini di sebabkan penisku terasa sekali menyodok memeknya…posisi ini berjalan 15 menit dan aku merasakan aku telah bakal keluar juga, kutaruh Devi diatas meja, kupercepat pompaanku dan tak lupa untuk diam tanganku meremas-remas toketnya dan akhirnya aku pun hingga puncak,

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaarghhhh…” aku dan Devi pun berteriak bersama, cairanku dan cairannya menyembur liang kenikmatannya sangat tak sedikit sekali dan aku pun mecium bibirnya dan kedua toketnya (enak sekali pertempuran ini, hingga membikinku sangat lemas), aku menggendong Devi kembali ke matras dan menyuruhnya untuk menjilati sisa spermaku yang ada di penisku hingga habis.

Tidak lupa aku mencatat nomer HP-nya dan memgambar tubuhnya yang sedang bugil bersamaku memakai gambar dari HP ku dan HP-nya Devi, dengan tujuan mungkin sebuahsaat aku bisa memakai tubuhnya lagi dan kami pun tertidur bersama, berpelukkan dalam keadaan bugil hingga pagi.

Tak terasa pagi pun berlalu, aku telah bangun mendahului Devi sebab aku ada apel pagi sebelum aku pulang kerumah dan Devi tetap di ruangan gudang, ku kunci supaya Devi tak bisa keluar. Seusai apel pagi bubar aku dikagetkan dengan suara Rendy.

“Oi kmn aja sob kemarin, aku cari-cari koq ga’ ada?” tanya Rendy.
“Ga’ kemana-mana…keliling-keliling kurang lebih sini saja ” jawabku lemas gara-gara pertempuran kemarin.

Kita pun berpisah, kulihat Rendy telah berangkat pulang mengendarai motornya dan aku kembali ke gudang. Aku masuk dan menonton Devi belum bangun, aku pun memakaikan baju-bajunya kembali dan menggendongnya ke sofa…tiba-tiba dirinya tersadar dan berteriak “sapa km?”

Akupun menjawab dengan enteng “Cowok kamu”
Devi pun kebingungan “Tempat apa ini? Kotor banget”, “Mau apa kamu?”…”Jangan-jangan kalian mau memperkosa aku?”

Akupun memotong pertanyaannya yang super panjang itu “Ga usah di omongin juga kami semalam telah jadi layaknya suami istri, kalian menikmati permainanku dan aku menikmati tubuhmu”

Devi pun kaget “huh…apa kalian bilang? Ihhh jijik amat dech sama kamu…klu ngomong tuch di atur!!!” (Devi pun agak mulai marah).

“Kalau ga’ percaya ya lihat aja gambar-gambar di HP mu” celetukku.

Devi pun mencari Hpnya, belum lihat dari album gambarnya dirinya pun kaget, gambar wallpaper Hpnya ku ganti gambar kami berdua lagi bugil dan dirinya pun sibuk mencari gambar-gambar di album Hpnya dan dirinya mulai menangis.

“Telah ga’ usah nangis, aku ga’ bakal bilang siapa-siapa lagian kalian juga telah ga’ perawan…jadi apa bedanya” aku pun berkata seenaknya serasa telah menang.

Devi pun berdiri dan menuju pintu keluar dan akupun mencegatnya.

“Mau kemana?” tanyaku.
“Pulang!!!” bentak Devi.
“Aku yang nyetir kalian kelak di sebelahku melayani aku lagi” akupun tertawa didepannya.

“Huh…mau apa lagi?” Devipun bingung.
“Telah turuti aja kemauanku alias gambar-gambarmu yang semalam mau ku sebarin ke orang-orang” ancamku.

Akhirnya Devi menurut kepadaku sebab ancaman itu, aku menyetir dan Devi duduk disebelahku, diperjalanan pulang aku dipuaskan kembali oleh Devi, aku menyuruhnya mengulum penisku kembali dan tak lupa aku meremas-remas toketnya yang menggemaskan, lumayan lama mengulumnya hingga akhirnya aku keluarin didalam mulutnya.

Pertama Devi sempat bentrok saat cairan penisku menyembur ke mulutnya tapi aku menahan kepalanya seusai berakhir aku menonton Devi sempat memuntahkan cairannya di mobilnya, bisa kulihat dirinya sangat jijik menontonnya. Akhirnya aku hingga di terminal sebab aku wajib naik bemo menuju kos-kosanku, aku parkirkan mobil di tempat sepi dan aku pamitan sambil menciumi Devi.

“Hati-hati ya sayank kalau pulang,terima kasih atas kenikmatannya semalam,kapan-kapan lagi ya” akupun tersenyum ke Devi.

Devi pun berangkat dengan cepatnya dan aku hanya bisa tersenyum puas sebab bisa ngewe wanita montok sebab dirinya telah mabuk.

author
No Response

Comments are closed.