Judi Bola

Cerita Seks Ritual Seks Dengan Ibu Tiri

13355 views
Casino Uang Asli

Sedarah – Ini terjadi sepuluh tahun silam, ketika aku baru kelas satu SMU, semua itu terjadi sebab usaha bisnis bunda tiriku sepeninggalan almarhum ayahku yang terus menurun. Sementara aku anak satu-satunya belum bisa berbuat tidak sedikit untuk menolong beban bunda tiriku itu.

Tibalah sebuahketika bunda tiriku mengajakku ke daerah Jawa Tengah dimana konon katanya disana ada sebuah kuburan yang mempunyai kekuatan, dan jika diyakini bakal mengabulkan segala keinginan kami dengan syarat bersedia melaksanakan semedi dan segala persyaratan lainnya.

Tibalah aku dan bunda tiriku di daerah tersebut, terbayang rasa ngeri semacam yang biasa kulihat di tayangan-tayangan televisi dan film-film horror. Tetapi bunda tiri ku memberi tahuku supaya bersikap tenang, dan rutin ingat tujuan kami kesana, terbukti untuk mengubah hidup. Sesampainya disana kami disambut oleh seorang laki-laki yang bertubuh agak tinggi besar, yang dikenal sebagai penunggu gunung tersebut. “Tentu orang sakti nih”pikirku dalam hati.

Aku dan bunda tiriku diarahkan menuju sebuah rumah kecil menyerupai gubuk ditengah hutan, saat itu hari telah senja, jadi suasana mulai sepi dan hanya ada pelita kecil untuk penerangan di rumah itu. Kami pun istirahat di gubuk itu sambil menantikan Mang Karsim si penunggu kuburan yang memandu kami tadi.

Tak seberapa lama Mang Karsim pun datang, lalu dirinya membahas syarat yang wajib kami penuhi, terbukti dari pengalaman yang telah-telah tidak sedikit yang berhasil sepulang semedi di sini asalkan bersedia memenuhi segala persyaratan yang dikehendaki oleh kekuatan mistik disitu dengan sepenuh hati. Tampak bunda tiri ku berbincang-bincang dengan Mang Karsim dalam bahasa daerah, intinya kami wajib berada di gubuk itu selagi lima hari sambil melaksanakan semedi di kuburan yang ada di puncak gunung itu.

Menjelang jam dua belas aku dan bunda tiriku bersiap-siap menuju ke kuburan keramat itu dengan mengangkat sesajen dan sebuah tikar, aku sedikit heran saat itu ibuku mengenakan kain batik putih garis-garis hitam dan baju kebaya, semacam mau ke undangan saja pikirku dalam hati. Kamipun pergi menyusuri kegelapan dengan diterangi sebuah lentera kecil. Sesampainya di kuburan, Mang Karsim langsung memimpin ritual khusus di atas kuburan keramat itu.

Seusai berjalan kurang lebih empat puluh lima menit, Mang Karsim menggelar tikar yang dibawanya, lalu mendekat ke arah kami sambil berbicara bahwa syarat terbaru telah bisa dilaksanakan, yaitu aku wajib menyetubuhi bunda tiriku diatas tikar itu. Ya ampun kenapa wajib semacam itu sih, mana mungkin bisa begitu, pikirku dalam hati. Aku saling menatap dengan bunda tiriku.

“Ya telahlah….kalau terbukti itu syaratnya..!” kata bunda tiri ku dengan nada pasrah. Mendadak tatapanku jadi kabur sesaat, dan agak limbung rasanya. Kulihat bunda tiriku semacam bukan sosok yang biasanya, aku tidak mengerti kenapa pikiranku jadi berubah semacam itu, saat itu bunda tiriku semacam sosok perempuan yang menggairahkan birahiku. Dalam keadaan semacam setengah sadar bunda tiriku, membisikkan sesuatu padaku.

“Kamu nggak usah takut, ikuti saja yang bunda perbuat” ungkapnya dengan nada pelan sambil menggeletakkan tubuhku di atas tikar itu.

Lalu dirinya lucuti semua celana dan bajuku, aku diam semacam terkesima, saat bunda tiriku mulai mengusap-usap kontolku, aku mulai merasakan rangsangannya, perlahan-lahan kontolku mulai dikocoknya, akhirnya kontolku ngaceng juga di tangan bunda tiriku. diapun hanya tersenyum menonton kontolku yang dalam sekejap telah tegang dan keras. Sungguh tidak sempat kubayangkan sebelumnya, aku diperperbuat semacam itu oleh bunda tiri ku.

“Punyamu lumayan gede juga ya….”sambil terus menggenggam batang kontolku sambil sesekali mengocoknya. Gila nyatanya nikmat sekali rasanya, tangan bunda tiriku, ingin sekali rasanya meremas-remas seluruh lekuk tubuhnya, tapi mana mungkin pikirku.

Dia pun mulai memasukan seluruh batang kontolku ke dalam mulutnya, hingga mentok.

“Aaakh…buuu…saya geli….!!” jawabku spontan.

“Iya…ibu tahu…baru hari ini kalian merasakannya..!” ungkap bunda tiriku, yang terus menjilati batang kontolku berulang-ulang, sambil diselingi dengan kocokan, hingga-sampai aku kelojotan menahan rasa geli bercampur nikmat.

Tanpa kusadari nyatanya kejadian itu tidak luput dari pemantauan Mang Karsim, kira-kira dari jarak du meter Mang Karsim memperhatikan gerakan bunda tiri ku yang tengah mengulum batang kontolku, lalu di memberi kode terhadap bunda tiriku supaya segera mengawali persetubuhannya denganku.

Ibu tiriku perlahan melepas kancing baju kebayanya dan melepas bra yang membungkus payudaranya. Woow bulat, mulus dan tetap kencang, mungkin sebab bunda tiriku lumayan lama menjanda, jadi payudaranya tidak sempat tersentuh tangan laki-laki makanya terkesan tetap utuh dan montok sekali.

Aku terus bergairah, dan sangat terangsang ketika bunda tiriku mulai melonggarkan lilitan kain batik putih yang digunakannya, dan melilitkannya kembali dengan cara asal-asalan di pinggangnya, anggap saja memberi kebebasan supaya bisa menyingkapkannya dengan mudah. Nyatanya benar dugaanku, bunda tiri ku langsung terlentang dengan posisi kedua pahanya yang telah mengangkang.

“Ayo naik kesini…!”ungkapnya, sambil mengarahkan tangannya supaya aku segera menuju ke tengah-tengah selangkangannya itu.
“Gimana bu…saya nggak ngerti..?”ungkapku bingung.
“Ya uda sini…ibu yang masukin anumu ke punya ibu..!” ungkapnya dengan manja.
“Blepp…plepp..cluppp..” dalam sekejap saja batang kontolku terbenam seluruhnya ke dalam memek bunda tiriku yang tetap sempit dan empuk itu.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Bercinta Bareng Bibiku Yang Hot

“Aaaakhh…..aaahh….ssshh…ooouh… ibuuu…!”aku mendesis merasakan nikmat dan hangatnya lobang memek bunda tiriku.
“Nggak apa-apa kan…..?”ungkap bunda tiriku sambil mengusap-usap punggungku.
“Ya uda jangan ragu-ragu….terus teken yang dalam..!”kata bunda tiriku mengajari aku.

Akupun mulai menggenjot kontolku keluar masuk lobang memek bunda tiriku, lama-lama aku jadi terbiasa dan bisa menikmatinya. Luar biasa sekali nikmatnya pikirku. Saat itu tidak terpikir lagi kalau yang sedang kusetubuhi itu merupakan bunda tiriku, yang sempat juga ditiduri oleh ayahku.

Sebelumnya tidak sempat terlintas dipikiranku untuk bersetubuh dengan bunda tiri ku, mesikipun berbagai tahun silam sering kulihat ayahku saat lagi mencumbu bunda tiriku ini. Seusai kami tinggal di rumah berdua pun tidak sempat terlintas pikiran kotorku terhadap bunda tiriku, sekalipun dalam kesehariannya di rumah, bunda tiriku rutin berpakaian seksi, semacam mengenakan daster yang sangat pendek,.

Bahkan sering bunda tiriku tidur bersamaku dengan dasternya yang tersingkap kemana-mana jadi dari paha hingga pantatnya terkesan jelas tanpa sehelai benangpun menutupinya, tetapi faktor tersebut tidak sempat mengganggu pikiranku, apalagi hingga membikinku ingin menyetubuhinya.

Tapi hari ini aku sangatlah terangsang sekali, bahkan aku tengah menyetubuhinya dengan penuh nafsu. Mang Karim pun ikut terbelalak matanya sambil berkali-kali terkesan menelan ludahnya, saat bunda tiriku berganti posisi menungging sambil menyingkapkan kain batik yang menutupi tahap pantatnya, jadi terkesan jelas dua bulatan pantatnya yang menonjol, padat, putih, mulus. Akupun tidak menyia-nyiakan peluang itu, segera kuelus-elus batang kontolku lalu kembali kuarahkan ke lobang memek bunda tiriku dari belakang.

“Aaah…ssshhh…ooohh…ibuuu…nikma t sekaliii..buu..!” ungkapku sambil terus meremas-remas bulatan pantat bunda tiriku yang tengah menungging kearahku. Bunda tiri ku memaju mundurkan pantatnya jadi terkesan kontolku semacam sedang diasah dalam memek bunda tiriku.

Aku heran juga menonton Mang Karim yang kelihatan gelisah sambil mengelus-elus kontolnya sendiri, rupanya di terangsang menonton adeganku tadi. Dirinya pun mendekatkan posisinya ke sebelahku, nampaknya dirinya penasaran ingin menonton dari dekat adeganku dan mulusnya pantat bunda tiriku yang lagi ku remas-remas dan kugenjot dengan kontolku itu. Tiba-tiba saja Mang Karim pun menurunkan celana kolornya, lalu dirinya keluarkan kontolnya yang telah tegang mengacung ke atas, sorot matanya terus tertuju ke pantat bunda tiriku yang lagi ku genjot itu.

”Saya nggak tahan juga Mas….!”katanya kepadaku, sambil mengocok kontolnya yang telah ngaceng.

Kulihat bunda tiriku yang lagi nungging menoleh kebelakang sambil tersenyum geli menonton tingkah Mang Karim yang ikut-ikutan terangsang oleh tubuh montoknya. Kukembalikan segera konsentrasiku pada tubuh bunda tiriku yang sedang kutunggangi dengan penuh nafsu itu.

Genjotanku terus kupercepat, aku tidak tahan seakan batang kontolku lagi diremas-remas oleh dinding memek bunda tiriku, semacam dipijit-pijit, rasa geli bercampur nikmat, apalagi saat bunda tiriku memainkan lobang memeknya menjepit batang kontolku saat kubenamkan seluruhnya ke dalam.

“Aaaah….oouuw…iii..buuu…saa..y a…nggak tahaan…buuu…!”aku mengerang dengan penuh nikmat.
“Iyaaa….ayo terusin..sayang…sampai keluar ya…!” ungkap bunda tiri ku terbata-bata sebab hentakanku pada pantatnya.

Aku mulai merasakan dorongan yang kuat yang hendak meletus, air maniku seakan telah di ujung kontolku, yang bakal segera memuntahkannya ke dalam lobang memek bunda tiriku. Tiba-tiba tubuhku terasa gemetar, darahku berdesir dengan cepat diseluruh tubuhku, seakan menahan puncak birahi yang luar biasa nikmatnya, seiring dorongan air maniku yang bakal ku*kan keluar dari batang kontolku.

“Aaaahh….ooouuhh…ibuuu…crott…c rottt..crottt…

oouuuww..!!” akhirnya air maniku muncrat, menyemprot keseluruh dinding lobang memek bunda tiriku, sungguh alangkah nikmatnya menyetubuhi bunda tiriku. Tidak sempat terbayang olehku sebelumnya, kalau tubuh bunda tiriku yang sehari-hari didepan mataku, nyatanya bisa memberbagi kenikmatan yang luar biasa terhadapku.

Aku terkulai lemas diatas tikar, sementara bunda tiri ku yang tetap dalam posisi nungging, terkesan membersihkan sisa air maniku yang berceceran di atas memeknya dengan memakai kain batiknya, dirinya pun tersenyum puas atas kebolehanku tadi, sambil mengusap-usapkan kain batik tadi ke batang kontolku yang mulai kembali ke ukuran semula.

Tinggallah Mang Karsim saat itu yang terus mengocok kontolnya sendiri. Menonton faktor itu bunda tiriku segera bangun dan duduk di atas tikar, lalu diraihnya batang ****** Mang Karsim yang sedang tegang-tegangnya itu. Aku jadi tambah bingung, kok bunda tiriku mau megangin ****** Mang Karsim, mungkin sekalian kotor barangkali, alias sebagai bonus saja buat dirinya yang telah memandu kami, pikirku dalam hati.

“Aduh bu….enak tenan…bu..!” Mang Karsim berguman sendiri. Sebab telah tidak tahan sejak tadi menonton kemolekan dan kemulusan tubuh bunda tiriku, Mang Karsim bagai ketiban durian runtuh, seumur-umur baginya tidak sempat menonton tubuh semulus itu.

Dia pun mengerang sekuatnya berusaha menahan air maninya supaya tidak segera keluar, dirinya ingin lebih lama kontolnya dikocok oleh bunda tiri ku, maklumlah bagi dirinya peluang semacam ini belum pasti dirinya bisakan sepuluh tahun sekali.

BACA JUGA  Cerita Seks Dapat Memek Mertua

Tetapi apa daya air mani Mang Karsim tidak bisa dibendung lagi, bunda tiriku terbukti sangat paham sekali bagaimana tutorial memuncratkannya dengan cepat, melewati sedikit sentuhan-sentuhan rahasia di tahap tertentu pada batang ****** Mang Karsim, akhirnya air mani Mang Karsim tumpah ruah di kain batik putih yang digunakan bunda tiriku, bahkan saking bernafsunya air mani Mang Karsim sebagian menyemprot di payudara bunda tiriku, air mani Mang Karsim terkesan kental sekali, mungkin sebab telah sepuluh tahun dirinya menduda.

Tidak lama kami pun bergegas kembali ke gubuk untuk istirahat, sementara Mang Karim malam itu dengan setia menantikani kami hingga tertidur di emper gubuk. Sementara aku berada satu kamar bersama bunda tiriku dalam gubuk itu, pasti atas permintaan dari bunda tiri ku sendiri supaya aku menemaninya. Malam bunda tiriku bertanya padaku bagaimana perasaanku, sambil menghiburku supaya tidak kaget atas kejadian di kuburan keramat itu.

“Saya takut bu….sa..ya…bi…ngung…” sambil terbata-bata.
“Iya bunda tahu…ibu ngerti…tapi kalian hebat…” bunda tiriku memotong pembicaraanku.
“Maksud bunda luar biasa gimana…?” ungkapku dengan penuh rasa heran.
“Itu lho…. bunda baru lihat…nyatanya punyamu besar sekali..” ungkap bunda tiriku sambil berbisik kepadaku. Aku diam saja mendengar pernyataan itu.

“Ibu jadi berminat aja menontonnya tadi….sampe kini terbayang terus…!”kenangnya.
“Iya bu, saya juga baru tadi aja menonton tubuh bunda dengan jelas…!” ungkapku dengan malu-malu.
“Kamu suka nggak…semacam tadi dengan ibu…?” ungkap bunda tiriku sambil berbaring menghadap ke arahku.
“Hhmm…iya..iya..bu..saya suka.., enak bu..saya baru merasakan begitu.!”

“Kalau kalian mau, bunda tidak keberatan kalian setubuhi bunda semacam tadi kapan aja kalian mau, asal jangan ada orang lain yang tahu..ya…!” tegasnya, sambil kembali meraih kontolku yang telah mengecil, lalu di usap-usapnya dengan lembut.

“Kamu suka nggak bunda ginikan…?” ungkapnya dengan nada yang genit, sambil sesekali batang kontolku dikocoknya.
“I..ya..bu…ssshhh.. ge..li..buu..!” ungkapku terbata-bata.

Ibu tiri ku pun terus jadi memainkan kontolku, dikulumnya dalam-dalam, lalu dijilat-jilat ujungnya dengan gemas.

“Aaahh…oouww…ibuuu…” aku mulai merintih menahan geli bercampur nikmat. Dalam sekejap kontolku telah mengacung tegang keatas, menonton faktor itu bunda tiriku terus bergairah melumat habis batang kontolku mulai dari bijinya hingga ke ujung, terus berulang-ulang.

“Kamu juga boleh pegang-pegang memek ibu…!” ungkapnya sambil luar biasa tanganku dan menempelkannya di atas lobang memeknya persis. Rupanya bunda tiriku telah sejak tadi terangsang sewaktu menonton kontolku mulai ngaceng, terkesan dari memeknya telah terasa basah.

Tanganku yang satu lagi meraba payudara bunda tiriku yang begitu menggemaskan. Kain batik putih yang digunakannya pun telah terkesan berantakan sebab rabaan dan remasanku yang mulai berani ke seluruh tahap tubuhnya yang sangat menggairahkan itu.

“Ayo masukin…..ibu udah nggak tahan nih…!” ungkapnya dengan nakal.

Tanpa pikir panjang lagi langsung kubenamkan seluruh batang kontolku ke lobang memek bunda tiriku itu.

“Aaaah….oohhh…oooh…!!” aku mulai merancu tidak karuan saking luar biasa nikmatnya. Aku langsung menggenjot batang kontolku keluar masuk di dalam lobang memek bunda tiri ku itu.

Ibu tiriku terkesan begitu seksi sekali dalam keadaan setengah bugil semacam itu. Kain batiknya melorot ketarik oleh genjotanku. Tidak lama kubalikan tubuh bunda tiriku supaya posisinya membelakangiku. Woow pantatnya yang montok dan gempal terkesan menungging persis di depan kontolku yang telah sangat tegang, langsung saja kusodokkan ke celah syurga bunda tiriku.

“Aaw…aaw….ouww…nikmat sekaliii…!!” bunda tiriku merintih sambil menahan hentakan batang kontolku yang makin dalam. Tiba-tiba pantat bunda tiriku mulai terkesan gemetar seakan telah mendekati orgasme.

“Aaaaw….ibu mau keluaaar….creekk crerkk creek” air mani bunda tiriku muncrat sewaktu kontolku menusuk-nusuk memeknya yang empuk dan padat itu.

Aku terus menggenjotnya, gerakanku terus cepat, batang kontolku pun terkesan terus gencar menghunjam lobang memek bunda tiriku. Bunda tiri ku terbukti pandai, dirinya putar-putar pantatnya bergoyang berlawanan dengan genjotanku, hingga akhirnya aku merasa semacam di pilin-pilin nggak karuan.

….crottt..crottt…c rottt.. uuhh..!!” air maniku tiba-tiba saja muncrat tidak tertahankan dalam lobang memek bunda tiriku. Gila aku sangatlah nggak kuat lagi menahannya, terbukti luar biasa permainan bunda tiriku, tidak kuduga hingga semacam ini kenikmatan yang tersimpan dalam tubuh montoknya, ungkapku dalam hati.

Puas sekali rasanya, akupun kembali terkulai lemas disebelah tubuh bunda tiriku, begitu gencarnya permainan tadi, tanpa kusadari kain batik panjang bunda tiriku telah melilit ketat dari kaki hingga kepinggangku, mengikatku jadi satu dengan tubuh bunda tiriku, kami pun terbalut rapat jadi susah bergerak.

Sebab dinginnya udara malam di tengah hutan saat itu, akhirnya aku dan bunda tiri ku membiarkan tubuh kami dalam keadaan berpelukan semacam itu hingga pagi harinya.

author
No Response

Comments are closed.