Judi Bola

Cerita Seks Pemuas Nafsuku

278 views
Casino Uang Asli

Separuh Baya – Saya bunda rumah tangga berusia 36 tahun yang sehari-sehari memiliki kegiatan terkait dengan kegiatan sosial yang kadang-kadang menyelenggarakan kegiatan di luar rumah, tergolong rapat-rapatnya. Suami bekerja di pemerintahan.

Anak kita dua yang tertua berusia 14 tahun. Saya sewaktu tetap muda kadang-kadang ikut sebagai peragawati serta kadang-kadang juga gambar model, setinggi badan 165 cm. Dengan tahap-bagian tubuh depan serta belakang tergolong keren. Berat badan kurang lebih 47,5 kg.

Orang bilang saya punya penampilan yang hebat serta seksi khususnya juga bibir saya. Apa yang saya bakal ceritakan merupakan pengalaman saya yang hebat yang telah menjadikan nasib saya terpuaskan lahiriah serta batiniah. Serta telah memperkuat kenasiban perkawinan kami.

Ceritanya berawal pada sebuahperingatan ulang tahun suami kakak saya tidak lebih lebih dua tahun yang lalu, dimana tidak sedikit sudara-saudara yang menolong dalam persiapannya. Ikut pula menolong keponakan saya Martin, anak kakak saya yang lain lagi.

Martin berusia 21 tahunan, tetap kuliah, berperawakan tegap atletis tinggi tidak lebih lebih 1,7 m. Tampangnya cakep dengan rambut hitam bergelombang. Tergolong seksi juga. Genit juga. Suka mencuri-curi memandangi saya, semacam mau menelan.

Kalau bertatap pandang matanya semacamnya tersenyum. Tidak lebih ajar juga pikiran saya, namun semakin terang saya juga bahagia. Anaknya simpatik sih. Kadang-kadang ada juga pikiran, enak siapa tahu kalau mencium Martin alias memeluknya/dipeluk. Kelihatannya ada setrum serta chemistry di antara kami.

Sore itu kakak meminta saya untuk mengambilkan kue tart, sebab tidak ada yang dapat dimintai tolong. Sebab tidak ada yang lain juga terpaksa Martin yang mendampingi dengan mobilnya. Apa yang terjadi merupakan ketika dengan cara bersama Martin serta saya memungut dompet saya yang terjatuh di garasi. Martin memegang tangan saya hebat serta mencium pipi saya dengan senyum.

Saya tidak bereaksi namun juga tidak marah namun berusaha memberbagi kesan kalau saya juga bahagia. Sikap saya yang tidak menentang membikinnya kemudian mengulangi ciumannya dalam mobil ketika berhenti di lampu merah. Hari ini ciumannya di mulut sambil menekankan tangannya pada paha. Martin mencium dengan melumat serta memainkan lidahnya.

Meski ini bukan pengalaman saya pertama untuk dicium namun saya tergetar seluruh tubuh serta merasakan ada rasa menggelitik serta mengalir di kemaluan saya. Selintas terjadi pertempuran antara ya serta tidak, antara pertahanan kejujuran kepada suami melawan spontanitas keindahan kemunculan gairah, serta nampaknya kejujuran bakal terkalahkan.

Getaran semakin menggebu hingga kesadaran timbul dengan reaksi mendorong sambil menggumam, “Jangan di sini, jangan di sini, dilihat orang.” Semakin terang keinginan sangat besar untuk tidak menghentikannya, namun terbukti tempatnya tidak cocok. Babak awal telah terbuka, serta cerita tidak ingin terputus serta babak berikut butuh dipanggungkan dengan cara berkelanjutan.

Sepanjang proses pengambilan kue tart Martin pada peluang yang memungkinkan rutin mencuri untuk mencium serta sesekali membisikkan kata-kata, “You are beautiful,” serta terbaru menjelang hingga kembali ke rumah dirinya bisikkan,

“I want you,” sambil mencium telinga saya. Sekali lagi saya tergetar hingga ke bawah. Melirik ke arah dirinya sambil senyum. Saya harap Martin dapat meringkus senyum saya serta pandangan mata saya sebagai tanda “OK”. Kita diam.

Sesampai di psupaya rumah saya bisikkan pada Martin, “Telepon saya besok pagi.” Pesta ulang tahun berjalan dengan lancar. Martin tetap mencuri-curi pandang pada setiap peluang. Akhirnya semua pulang, saya pun pulang, bersama suami, dengan beberapa perasaan semacam gadis yang jatuh cinta.

Malam hari menjelang tidur pikiran tidak dapat terlepas dari Martin. Gelitik serta kelembaban terasa disela-sela paha. Sebab pikiran dipenuhi Martin mata pun tidak dapat terpejam. Mengharap pagi hari lekas datang. Gila kalau dipikir, kok dapat tergoda, hanyut.

Keesokan harinya pagi-pagi Martin telah menelepon. Untung bukan suami yang mengangkat. Singkatnya siang itu Martin serta saya lunch, menikmati keberduaan serta kedekatan yang merangsang. Kita meninggalkan dengan Martin memegang inisiatip yang kemudian beres di salah satu motel di timur Jakarta, tanpa ada sikap keberatan alias protes dari saya.

Tanpa menantikan pintu kamar motel tertutup rapat, sambil berdiri saya telah berada dipelukan Martin, melumat mulut dengan ciuman yang berapi-api. Tangannya menjelajah keseluruh tahap tubuh saya. Ke bawah rok menekan pantat saya serta menekankan badannya serta burungnya.

Saya menyerah, tangan saya pun jadi ikut menjelajah ke burungnya yang telah sangat keras. Meremasnya dari luar dengan keinginan yang makin menggebu untuk membukanya. “Gila nih, gila nih!” terngiang di benak, namun tidak sanggup menyetop gairah yang telah memuncak ini.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Mesum Dengan Pacar Gelap

Seusai memastikan bahwa tidak bakal ada gangguan dari room service Martin menggiring saya ke tempat tidur tanpa melepaskan pelukannya. Pelan-pelan dirinya tidurkan saya serta dengan cara lembut mulai menciumi dari telinga leher mulut, sambil kancing bacu dibuka, serta semakin menciumi buah dada saya dengan cara bergantian kanan kiri, BH dilepas, dihisapnya puting serta dijilatnya dengan cara halus. Seluruh badan terasa kena setrum, terangsang.

Kewanitaan saya terasa basah sebab terbukti saya memiliki kekhasan produksi cairan kewanitaan yang tidak sedikit. Martin pun mengawali membuka satu persatu bajunya, tetap tertinggal CD-nya. Dengan cara pelahan Martin membuka tahap bawah rok sambil tidak hentinya menciumi seluruh tahap yang terbuka.

Perut saya dirinya ciumi bermesra-mesra. Tangannya menjalar juga keseluruh badan serta mendekap pada kewanitaan saya yang telah membasahi CD, sambil mulut Martin mendesah penuh gairah. Saya telah tidak dapat menahan kenikmatan yang rasanya telah lama tidak saya alamiah lagi.

Tangan Martin mulai dimasukkan ke dalam CD menulusuri kewanitaan saya dengan menggerakkan jarinya. Gila setengah mati rasanya. Mau teriak rasanya. Martin dengan cara halus serta pandai memainkan seluruh badan serta tahap-bagian peka saya. Kewanitaan saya mulai banjir merespon pada rangsangan yang selangit. Gila benar rasanya.

Martin berlanjut dengan membuka CD serta mengawali mengkonsentrasikan perhatiannya pada kewanitaan saya. Diciumnya dengan cara perlahan dengan memainkan lidahnya dari atas ke bawah. Paha saya ditegakkan serta dibukanya lebar-lebar.

Diciumnya bibir kemaluan dengan bibirnya dengan cara penuh, dihisapnya dengan cara berkali-kali sambil lidahnya memasuki lubang-lubang kemaluan saya. Aduh gila rasanya selangit. Ganti dirinya hisap klitoris dengan cara halus. Dihisapnya, semakin. Hingga saya tidak tahan serta hinggalah saya pada puncak. Terasa cairan mengalir.

Disertai dengan teriakan ringan tangan memeras rambut Martin. Ini menjadikan Martin lebih lagi menggumuli lubang kemaluan saya. Dirinya benamkan serta usapkan seluruh wajahnya pada kemaluan saya yang basah dengan desahan kepuasan.

Saya telah tidak dapat lagi menguasai diri serta terasa rutin tercapai puncak-puncak yang nikmat. Gila benar. Belum sempat saya dibeginikan. Pintar sekali si Martin ini, semacamnya pengalamannya telah tidak sedikit. Saya hanya dapat menggerakkan kepala ke kanan kiri dengan mata terpajam mulut terbuka, dengan suara mendesah keenakan. Gila benar. Selangit.

Kini giliran saya. Martin saya tarik ke atas. Saat ini batang kemaluannya terasa menekan paha saya. Martin saya balikkan serta batang kemaluannya saya genggam. Wah besar juga serta kencang lagi, telah basah pula. Langsung saya hisap dengan gairah.

Lidah saya permainkan di ujung kemaluannya sambil dikeluar-masukkan. Martin mengerang. Seusai tidak lebih lebih sepuluh menit Martin melepaskannya. Dirinya lebih menghendaki keluar di liang kemaluan saya. Saat ini dirinya di atas saya lagi dengan posisi batang kemaluan di depan lubang kemaluan.

Dengan ujungnya digerak-gerakkan di bibir kemaluan ke atas ke bawah. Enak sekali. Mabok benar. Kemudian dengan cara perlahan masuklah batang kemaluan ke lubang kemaluan saya serta semakin menekan hingga terasa penuh sekali, serta terasa hingga di dasar rahim.

Gila rasanya sangatlah selangit. Tidak sempat rasanya seenak semacam ini. Martin menekan semakin sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. Gila! Enak benar! Semakin dirinya putar-putar sambil keluar masuk. Hingga saya lebih dulu tidak tahan serta hingga di puncak, keluar dengan meledak-ledak terasa melayang kehilangan nafas hingga terasa hampa saking nikmatnya. Kemaluan saya terasa basah sekali. Martin tetap semakin memompa serta belum mau menyelesaikan cepat-cepat.

Batang kemaluannya tetap diputar dengan keluar masuk di lubang kemaluan, jadi saya pun tidak tahan keluar lagi, yang ketiga alias yang keenam dengan yang keluar sebab dihisap tadi. Gila benar! Seluruh badan basah rasanya. Sprei telah basah betul dari cairan kewanitaan saya.

Martin tetap semakin menekan, memutar, menggaruk-garuk serta mencium sekali-sekali. Ciumannya di telinga bersamaan dengan tekanan batang kemaluan di dalam lubang kemaluan saya sungguh membikin seluruh badan menggigil nikmat serta membikin saya keluar dengan cara dahsyat. Kemaluan saya terangkat menyongsong tekanan batang kemaluan Martin. Gila benar, sungguh nikmat tiada tandingan. Akhirnya Martin mulai menggerang-ngerang berbisik mau keluar.

Dengan tekanan yang mantap keluarlah dirinya dengan semprotan yang keras ke dalam liang kemaluan saya. Hangat, tidak sedikit serta terasa mesra serta memuaskan. Oh Tuhan, sungguh tidak ada tandingannya. Dirinya remas badan saya dengan menekankan bibirnya pada bibir saya.

Hampir habis nafas. Kehangatan semprotan Martin menggelitik lagi kemaluan saya jadi orgasme saya pun keluar lagi yang kedelapan menyusul semprotan Martin. Kita bersama-sama keluar dengan nikmat sekali. Sesaat terasa pingsan kami. Seusai beres terasa kepuasan yang menyeluruh terasakan di badan.

BACA JUGA  Cerita Seks Dikamar Kostku

Pikiran terasa terlepas dari semua persoalan serta hanya keindahanlah yang ada. Kita tetap berpelukan menikmati tanpa kata-kata, sambil memulihkan kembali energi yang telah tercurahkan dengan cara intensif. Kita tertidur sejenak. Siuman seusai sepuluh menit dengan perasaan yang lega, serta puas.

Meski demikian rasa mengelitik, gatal-gatal kecil tetap terasa di kemaluan saya, seolah belum puas dengan kenikmatan yang begitu hebat. Tangan saya mendekap batang kemaluan Martin mengusap-usapnya sayang. Ingin rasanya batang kemaluan Martin memenuhi lagi di lubang kemaluan saya.

Bibir tidak dapat menahan, saya tarik batang kemaluan Martin serta mulai meluncur ke bawah serta menghisapnya lagi dengan kasih sayang, diliputi aroma campuran antara cairan saya serta mani yang terasa sedap. Kemaluan Martin terasa sangat lunak tidak segagah tadi. Serasa menghisap marshmallow.

Namun faktor itu tidak berjalan lama sebab dengan cara perlahan batang kemaluannya mulai membengkak serta menyesaki mulut. Sekali lagi kewanitaan saya tergelitik. Tanpa bertanya saya bangkit jongkok di atas Martin serta memasukkan Martin pelan-pelan. Seluruhnya masuk terasa hingga di ujung perut serta mulai menggelitik G-spot.

Ganti saya pompa ambil kadang merunduk memeluk Martin serta menciumnya. Kadang sambil duduk menikmati penuhnya di kemaluan saya. Rasanya enak sekali sebab saya yang mencari posisi yang terenak untuk saya. Seusai beberapa waktu merasakan kenikmatan yang tetap datar, kenikmatan mulai memuncak lagi serta semakin memuncak hingga akhirnya hingga puncak paling atas. Meledak-ledak lagi orgasme dengan teriakan-teriakan nikmat. Yang nyatanya diikuti oleh Martin dengan semprotan kedua.

Tangannya memeluk erat-erat dengan gerangan pula. Gila enaknya sungguh sesuatu yang belum sempat saya rasakan sebelumnya. Ini kali rasanya surga dunia. Kalau dapat maunya seharian begini semakin rasanya. Gila! Gila benar, sungguh nikmat memuaskan.

Namun kita wajib pulang. Saya kembali ke rumah, ke suami serta keluarga saya. Dengan sebuahpengalaman yang tidak terlupakan selagi nasib. Sepanjang jalan kita diam namun tangan saling memegang. Malamnya menjelang tidur, sekali lagi kemaluan saya menggelitik dengan ingatan pengalaman siang tadi tidak dapat hilang. Ini terbukti pembawaan saya yang orang siapa tahu berkatanya sebagai maniak seks, histeris, multi orgasme, kelaparan semakin. Sekali terbuka lebar serta dirangsang maunya semakin dipenuhi oleh pemuas seks.

Sejauh ini dengan suami tidak sempat tercapai apa yang Martin si pemuas seks dapat perbuat. Kepuasan dengan suami sama-sama tercapai namun kepuasan yang tidak mendalam semacam Martin si pemuas seks. Suami yang lekas beres menjadikan “bakat” saya tidak berkembang. Kini yang ada hanya suami di samping saya.

Saya merengek minta pada suami dengan tangan meraba burungnya serta memijat-mijatnya halus. Dirinya tertawa sambil mengejek, “Gatel nih ya.” Dalam hati saya bilang terbukti gatal. Saya mencoba menikmati penetrasi kemaluannya dengan membayangkan kemaluan Martin. Kewanitaan saya, saya goyangkan mencari spot yang nikmat sambil mendekap. Dirinya menekan hebat beritme hingga kemudian saya mencapai puncak dulu diikuti dengan semprotan maninya. Bereslah telah.

Kemaluan saya tetap ingin sebenarnya, namun dirinya biasanya telah tidak dapat lagi. Jadinya tanganlah yang bergerak “Self Service”. Terbukti penyakit saya (atau karunia) ya itu. Sekali telah diobok-obok tidak dapat berhenti. Saya tidur dengan nyenyak malam itu.

Semacam yang dapat diduga pertemuan saya dengan Martin si pemuas seks berlanjut. Semua fantasi seks serta cita-cita-cita-cita tidak ada yang tidak kita wujudkan. Sungguh sangat-sangat nikmat. Teknik kita makin sempurna serta Martin si pemuas seks dapat membikin saya orgasme hingga tiga belas kali.

Pada peluang lain bakal saya ceritakan pengalaman-pengalaman kita yang aduhai. Semoga saya tidak jatuh cinta serta menghendaki hubungan yang lebih dalam, serta mengacaukan rumah tangga saya yang telah ada. Saya hanya mau pemuas seks darinya.

Sama semacam Martin si pemuas seks juga. Jadi dari luar, partner seks saya resmi merupakan suami. Dibalik itu Martin lah yang menjadi pemuas seks serta fantasi saya serta ini telah berjalan selagi dua tahunan. Dua kali dalam seminggu paling sedikit. Suami tetap dilayani seminggu sekali, kadang sepuluh harian sekali. Saya merasa bahagia dengan pengaturan sedemikian. Keluarga tetap tidak terganggu.

Hubungan dengan anak-anak serta suami tetap semacam biasa, bahkan kenasiban seks dengan suami menjadi lebih baik. Nyatanya selingkuh dengan pemuas seks ada kegunaaan serta kebaikannya juga.

author
No Response

Comments are closed.