Judi Bola

Cerita Seks Mantan Guru Sekolah

435 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Sebelumnya perkenalkan diriku terlebih dahulu namaku Dodi Ketika kisah ini terjadi aku berusia kira-kira 18 tahun, aku tergolong seorang yang aktif dalam beberapa kegiatan baik di kampus maupun diluar kampus tergolong di didalamnya kegiatan Pramuka yang terbukti sejak kecil aku suka

Nah sebab kegiatan Pramuka inilah terjadilah kisah yang hingga saat ini tetap aku kenang Untuk wajah terbukti aku nggak jelek-jelek amat malah terbilang agak cakep itu kata temen-temenku Serta terbukti ada beberapa cewek yang naksir kepadaku

Hingga sebuahsaat aku mendapat surat yang berisi permintaan batuan untuk ikut menjadi salah satu pembina di SD Negeri di dekat rumahku Murid2 SD itu bakal melaksanakan perkemahan persami Merasa mendapat kepercayaan serta hitung2 untuk tambahan uang saku maka dengan hati bahagia aku terima tawaran tersebut Lagipula aku merupakan salah satu alumnus dari SD tersebut

Kami pergi ke lokasi hari sabtu pagi, serta hingga ke lokasi kira2 jam 10 Seusai hingga lokasi kami mendirikan tenda serta mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan kegiatan persami Kegiatan demi kegiatan kami lakukan, serta nyatanya anak anak terkesan suka padaku sebab mungkin dimata mereka aku lucu serta luar biasa

Itu semua mungkin sebab aku aktif di beberapa organisasi jadi aku pandai mengatur suasana Perpersoalanan yang ada merupakan air Lokasi kami berkemah agak jauh dari rumah penduduk Air yang kami bisakan berasal dari sungai yang mengalir di dekat lokasi Serta untuk mandi kami wajib kerumah penduduk yang ada dikurang lebihnya mesikipun agak jauh

Hari terus sore aku sedang bersantai di tenda pembina sambil mengawasi anak2 terkesan dari kejauhan sebuah mobil kijang berhenti serta turun seorang wanita paruh baya Seusai aku perhatikan betul nyatanya yang datang merupakan Bu Anis, beliau merupakan kepala sekolah SD tersebut

Beliau dahulu merupakan Bunda guruku, beliau orangnya supel tetapi kewibawaannya tetap terkesan Yang aku herankan merupakan beliau tetap terkesan cantik diusia yang aku taksir telah kepala 5 Tubuhnya tetap terawat tidak semacam wanita pada umumnya pada usianya Para guru serta para pembina mendekat untuk menyalami tergolong diriku bergegas berlangsung mendekatinya untuk menyalaminya

Aku menyalaminya sambil basa-basi bertanya”Koq cuma sendirian Bu Anis?”

“Eh iya Dod bapaknya anak-anak sedang ada agenda di Semarang” Jawab Bu Anis
“Kamu tadi tidak menjemput Bu Anis” Sergah Pak Budi yang berlangsung beriringan dengan kami
“Kan telah Bu Anis telah bawa mobil Pak” Aku menjawab sekenanya

Kami berlangsung beringan menuju tenda para pembina Seusai hingga di tenda Bu Anis tampak berkata serius sambil duduk diatas tikar dengan Pak Budi Tampaknya faktor penting yang butuh dibicarakan tentang agenda persami itu

Aku menjadi agak tidak enak untuk berlama-lama di dekat mereka Seusai minta ijin aku berlangsung menjauh dari mereka Dalam benakku terlintas kesaksian bahwa Bu Anis terbukti tetap luar biasa meski tampak sedikit keriput di leher tetapi itu malah membikin Bu Anis tampak lebih anggun

Rambutnya lurus sebahu hitam meski ada beberapa helai yang tampak telah putih, kulitnya yang putih bersih tampak terawat Anganku terus mengalir bentuk tubuhnya yang ramping tetapi padat berisi, bongkahan bokongnya tampak jelas tercetak dibalik rok spannya begitu juga buah dadanya indah

Perutnya terbukti agak besar tetapi kencang Gila aku membayangkan orang yang dahulu sempat menjadi guruku Ini tidak benar Tapi aku aku tidak bisa memungkiri bahwa Bu Anis terbukti tetap montok

Pada malam harinya diadakan agenda api unggun yang kemudian dilanjutkan dengan agenda jurit malam Aku kebetulan mendapat untuk menjaga semua tenda Kebetulan sekali sebab aku merasa lelah sebab sehari sebelumnya ada kegiatan di kampus

Yang lebih kebetulan merupakan nyatanya Bu Anis serta 2 guru wanita yang lain nggak ikut agenda jurit malam Seusai mngecek semua tenda aku berlangsung mendekat kearah Bu Anis yang sedang duduk sendiri di depan tenda pembina Tampaknya kedua rekannya telah terkantuk serta tidur didalam tenda

“Belum ngantuk Bu?” aku mengawali pembicaraan sambil duduk berhadapan dengannya
“Belum Dod masa Bunda enak-enakan tidur padahal tadi kan Bunda datang telat” Bu Anis menjawab
“Ya nggak apa-apa, Bunda kan sibuk juga” Aku menyahut
“Gimana kuliahmu” Tanya Bu Anis
“Lancar, Bu Anis belum bakal pensiun” Aku memancing pertanyaan untuk mengenal umur sebetulnya
“Tinggal tiga tahun lagi Dod” Bu Anis menjawab

Pasti wanita ini umurnya lebih dari 50 tahun, tetapi koq tetap menggairahkan Mata sekali-kali mencuri pandang menikmati keindahan tubuhnya Kami mengobrol agak lama hingga Bu Anis minta diantar ke sungai sebab kebelet buang air kecil Aku bergegas mengantarnya hingga pinggir sungai yang agak curam Sambil memberbagi senter aku mengatakan,

“Saya tunggu disini ya Bu Anis, ini senternya hati-hati jalannya agak licin”

“Iya eh jangan ngintip lho” Katanya sambil bercanda

Ketika bakal melangkah Bu Anis terpeleset otomatis tanganku menggapai tangannya tanganku yang satu menggapai badannya menahan supaya beliau tidak jatuh Tetapi tidak disangka tanganku mendarat cocok di salah satu gunung indahnya Dirinya kaget aku juga kaget

“Ma af Bu Anis, nggak sengaja” Aku mengatakan
“Eh nggak apa-apa” Sahutnya juga agak salah tingkah

Sambil berlangsung meniti jalan setapak akhirnya dirinya mencari tempat yang agak tersembunyi Tetapi sebab sinar rembulan tampak samar-samar gerakan tubuhnya dalam melaksanakan kegiatannya Tampak dirinya memelorotkan celana panjangnya kemudian CDnya lalu berjongkok Aku bertanya dalam hati mimpi apa aku semalam jadi aku mendapatkan keuntungan dobel pertama memegang buah dada indah yang kedua bisa menonton bokong serta paha mesikipun samar

Tak terasa celanaku terus sempit sebab senjata kesayanganku menggeliat Tanganku merabanya serta membikin remasan-remasan kecil Tidak puas dengan itu aku mengeluarkan batang penisku jadi bisa berdiri leluasa mengacung Aku yakin Bu Anis bakalan tidak bakal menonton polahku

Semacamnya Bu Anis telah berakhir buang air kecil ketika bakal naik ke atas aku ulurkan tanganku serta luar biasanya Aku minta Bu Anis berlangsung didepan dengan argumen aku mengawal kalau ada apa-apa Tetapi bukan sebab itu aku bisa membikin leluasa kelaminku terjulur keluar serta mengacung Sensasi ini aku nikmati hingga ke tenda pembina Kami lanjutkan ngobrol hingga akhirnya agenda jurit malam berakhir

Malam telah larut bahkan menjelang di hari kami pembina serta guru putra tidur terpisah dengan pembina serta guru wanita Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu tetap mengganggu pikiranku Mata ini rasanya susah terpejam

Kemaluanku rasanya juga nggak mau ditidurkan, tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku merupakan mantan guruku yang tidak mungkin aku bakal melampiaskan terhadap beliau Akhirnya anganku kubawa tidur

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Bercinta Dengan Gadis SMU

Sampai pada pagi harinya aku tersadar oleh suara riuh anak-anak yang sedang melakukan senam pagi Aku cepat-cepat abngun serta cuci muka kemudian menolong pembina lainnya Seusai agenda pagi berakhir aku selesai-selesai pekerjaan yang lain yang tetap wajib aku kerjakan Sementara anak-anakpun juga sibuk mandi di sungai

Pembina serta guru antri mandi di rumah penduduk yang agak berjauhan Tampak Bu Anis juga belum mandi sebab beliau juga sibuk mengawasi anak-anak Kurang lebih jam 09 00 pagi semua tugas telah berakhir maka aku bergegas mengambil peralatan mandiku Tetapi terdengar dari kejauhan suara yang terbuktigilku

“Dodo kamu mau mandi ya”

Seusai aku toleh nyatanya suara itu bersal dari Bu Anis

Langsung saja ku jawab singkat,

“Iya Bu Anis”
“Kalau begitu sama-sama dong Bunda juga belum mandi” Dirinya mengatakan

Bagai disambar petir di siang bolong mendengar tawaran itu tanpa ragu-ragu aku mengiyakan

“Iya Bu Anis”

Sebab kamar mandi-kamar mandi yang ada di kurang lebih rumah penduduk tampak telah penuh maka aku memperkenalkan pada Bu Anis sebuah sumur yang ada di tengah kebun penduduk

“Sebaiknya kami mandi disana saja Bu Anis, tempatnya juga tertutup koq” Aku berharap dirinya mau sebab ada peluang untuk berdua
“Yang benar lho Dod tapi ya nggak apa-apa terbukti tempat yang lain telah penuh”

Kami berjalam beriringan menuju ketempat pemandian di tengah kebun itu Sementara yang lainnya persipan untuk kegiatan pagi itu yaitu jalan-jalan berkeliling

Sampailah aku pada tempat yang kami tuju Seusai aku meletakkan perlatan mandiku aku mengawali menimba air untuk kebutuhan kami berdua Seusai bak terisi penuh maka aku persilahkan beliau untuk mandi dahulu Tempat mandinya terbuat dari aenjoy bambu ada beberapa lobang yang tampak

“Silahkan Bu Anis kamu mandi lebih dahulu” Aku mempersilahkan
“Kamu tunggu dulu ya awas lho jangan ngintip” Katanya sambil tersenyum
“Nggak Bu Anis tapi kalau kepepet kan nggak apa-apa” Kataku juga bercanda
“Nakal kamu” Dirinya mengatakan sambil mengatakan masuk ke kamar mandi

Aku memantau dari kejauhan serta menonton satu persatu pakaiannya dilepas serta digantungkan diatas aenjoy bambu itu Terbaru aku lihat kutang serta CDnya yang berwarna biru muda serta coklat muda tersampir Hatiku terus nggak karuan aku membayangkan tentu tubuh molek wanita yang layak menjadi ibuku itu telanjang bebas, aku dengar suara air yang mengguyur tubuhnya Aku mencari akal supaya aku bisa menikmati keindahan tubuhnya

Akhirnya aku mendekat serta mengatakan, “Bu Anis airnya tidak lebih nggak”
Dari dalam bilik aku dengar suaranya,”Eh kamu koq ada disitu tidak lebih sedikit Dod” katanya agak kaget

Ya peluang datang akhirnya aku menimba untuknya lagi serta aku tuangkan ke saluran mengalirkan ke dalam bak yang ada di dalamnnya Bu Anis tetap melanjutkan mandinya maka aku putuskan untuk mandi diluar saja sambil berharap Bu Anis kelak berakhir mandi bisa menontonku Entah pikiran gila telah memasuki pikiranku

“Eh Dod kamu mandi diluar ya ” Terdengar dari dalam bilik
“Iya Bu Anis kan bisa menyingkat waktu” Aku beralasan

Sambil menonton sekeliling aku rasa aman maka aku lepaskan semua pakaianku saat ini tinggal celana dalamku Sambil mengguyur badanku dari timba langsung aku sedikit mencari lubang-lubang supaya aku bisa menonton keindahan tubuhnya Benar dugaanku aku belum berakhir madi dari dalam bilik telah terdengar suaranya

“Dod telah berakhir belum?” Dirinya bertanya
“Telah Bu Anis” Aku menjawab meski aku belum berakhir mandi Terbukti aku sengaja

Dan lihat pintu bilik mulai bergerak terbuka Darahku terasa mengalir terus kencang menduga apa yang bakal terjadi saat Bu Anis menonton aku hanya menggunakan celana dalam

“Ih ka ta nya telah berakhir” Dirinya menontonku agak terperanjat

Raut mukanya tampak kelihatan merah Dirinya agak tersipu seusai menontonku hanya menggunakan celana dalam Aku bisa menonton dari ujung matanya dirinya melirik pada selangkanganku yang disitu tampak tercetak jelas penisku yang telah tegang dari tadi seakan meronta keluar

“Sana mandi di dalam tetap ada airnya kok” Dirinya menyambung
“Iya Bu Anis” jawabku sambil masuk ke bilik

Perasaanku puas bisa menunjukan kejantananku pada wanita paruh baya ini Tapi hasratku untuk bertindak lebih jauh terus berkecamuk Kebetulan sekali jam tangan Bu Anis tertinggal di dalam bilik bambu ini

“Bu Anis jam tangan Bunda tertinggal nih ” Aku mengatakan kepadanya dari dalam bilik

Aku menanti Bu Anis masuk ke dalam bilik serta penis celana dalamku terus tidak bisa memuat penisku yang terus membesar

“Tolong ambikan Dod masak aku wajib masuk kan kamu telah telanjang to” Bu Anis mengatakan dari luar bilik
“Ah Bu Anis nggak mau saya nggak masuk ndak saya ambilkan” Aku terus berani menggodanya
“Ih kamu kok tetap nakal to dari dulu” Dirinya mengatakan
“Pakai handuk dulu saya bakal masuk” Dirinya menyambung

Terus terbuka peluang mencari kepuasan hasratku yang terus menggebu-gebu ini Aku lepas celan dalam ku hingga aku menjadi telanjang bulat tanpa sehelai benang menanti Bu Anis masuk kedalam bilik Bu Anis masuk kedalam bilik serta langsung setengah menjerit dirinya mengatakan,

“Dod kamu nga nga pain”

Pandangannya terbelalak menonton aku telanjang apalagi menonton penisku mengacung bebas

“Itu Bu Anis jamnya ambil sendiri ya” Aku mencoba santai

Aku lihat mukanya yang merah padam tetapi matanya tadi melirik ke arah batang zakarku yang telah tegang Dirinya melangkah menuju kearah jam tangannya yang tertinggal Pikiran mesumku terus menjadi-jadi maka dengan cepat aku tutup pintu bilik

Menonton perilaku itu Bu Anis kaget sambil menatapku dirinya mengatakan,

“Dod apa-apaan ini”
“Maaf Bu Anis ta pi Bunda sangat luar biasa bagi saya” aku terus berani tanpa memikirkan dampaknya
“Kamu telah gila ya ” Dirinya mengatakan

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dirinya kembali menyahut

“Aku telah menduga kamu dari kejadian tadi malam, tapi kamu wajib tahu bahwa Bunda telah bersuami serta lagi Bunda kan telah tua” Dirinya mencoba menyadarkan aku

“Tapi wajah serta tubuh Bunda tidak mencerminkan usia Ibu” Aku beralasan
“Apa telah kau pikirkan sangatlah” Dirinya menyahut
“Su dah Ibu” aku mengatakan tanpa pikir panjang
“Da sar kamu” Dirinya mengatakan lagi

Aku mendekat serta mencoba mencium bibirnya Diluar dugaanku di tidak menghindar alias meronta tetapi sebaliknya dirinya menyambut ciuman erotis ku serta membalasnya Ciuman kami terus erotis lidah kami saling bertautan tanganku bergerilya menjamah buah dadanya yang sekal serta meremas-remas bokongnya Tiba-tiba dirinya berusaha melepaskan melepaskan pelukan sambil mengatakan, “Sabar Dod jangan terlalu bernapsu”

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Memek Gurih

Dia mendorongku aku terduduk di pinggiran bak semen Dirinya tetap berdiri sambil tangannya melepaskan satu persatu kancing bajunya Perlahan serta tentu aku menonton dua bukit kembar yang tetap tampah sekal Saat ini tinggal beliau hanya mengenakan kutang serta rok aku bangkit tetapi dirinya mengatakan, “Duduk dulu”

Aku kembali duduk sambil menonton dirinya melepaskan roknya Seusai roknya terlepas dirinya melepaskan kutang serta mencopot celana dalamnya Serta saat ini terpampang didepanku tubuh sintal yang aku angan-angankan

Aku bangkit lagi tetapi dirinya kembali mengatakan, “Dod aku suka dengan caramu menjeratku tapi ini wajib menjadi rahasia kami saja”

Dia mengatakan sambil meletakkan salah satu kakinya diatas bibir bak semen itu Dadaku terus berdegub kencang menonton pemandangan indah ini Selangkangannya ditumbuhi rambut keriting yang hitam indah sekali

“Tentu Bu Anis ” Aku menyahut

Aku elus kakinya yang putih aku dekatkan wajahku serta mulai menciumi betisnya sambil menjilatinya merambat naik ke atas Lidahku menari diatas pahanya serta diselingi dengan sedotan-sedotan kecil Hinggalah aku pada hutan yang rimbun itu serta lidahku mencoba menyibak mencari lobang yang paling dicari para lelaki Bilik bambu di tengah kebun menjadi saksi pergumulan nafsu dua anak manusia yang dipisahkan oleh status serta usia

Aku jilati bibir vaginanya dengan penuh nafsu erotis Bu Anis mengerang menahan kenikmatan yang melanda dirinya Aku tidak peduli dengan kondisinya aku terus gila mempermainkan lidahku didalam lobang vaginanya Tangan Bu Anis memegang erat-erat kepalaku serta menekan ke selangkangannya solah-olah mempersilahkan diriku untuk menelan barang berharga miliknya

“Dod ka mu ma sih nakal seper ti dulu ah” Dirinya mengatakan sambil merintih erotis menahan nikmat

Tampaknya lututnya tidak bisa lagi bersi kukuh Beliau luar biasa kepalaku supaya aku menghentikan aktivitasku Aku bangkit serta mendekatkan mukaku ke buah dadanya yang disitu tertempel buah anggur yang berwarna coklat muda tegang menantang Aku sedoti seluruh permukaan payudaranya, aku hisap putingnya yang indah Bu Anis tampak merem-melek menikmati permainanku ini

Tanganku meremas-remas bokong indahnya serta jariku mencari lobang duburnya, seusai ketemu aku mempermainkan jariku membikin tusukan-tusukan kecil serta mengobok-obok alat buang air besarnya Bu Anis mengerang-erang serta aku merasakan lobang anusnya meyempit keras seolah ingin menjepit jariku yang tertanam di dalamnya

Tampaknya Bu Anis ingin mengambil inisiatif, dirinya melepaskan pelukanku

“Dod ber baring lah pa kai handuk mu untuk alas” Dirinya mengatakan kepadaku dengan nafas tersengal penuh erotis

Bagai kerbau ditusuk hidungnya aku lakukan apa kehendaknya Aku berbaring dengan beralaskan handukku Bu Anis berdiri mengangkang diatasku serta perlahan jongkok cocok diatas kemaluanku yang mengacung keatas Tangannya mengajar penisku untuk memasuki lobang kenikmatannya

Dan seusai cocok dirinya menekan kebawah jadi bles keinginanku terlaksana untuk menikmati kehangatan benda yang tersedia di selangkangan wanita paruh baya ini Aku merasakan dinding kemaluannya keluar cairan yang memudahkan penisku tertanam Kepala Bu Anis terdongak keatas serta kulihat bibir bawahnya Tangannya yang satu berpegangan pada pinggiran bak semen Aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan dari cengkeraman vaginanya

Nafas erotis Bu Anis terus memburu seiring dengan gerakan erotis yang dilakukannya naik turun diselingi dengan perputaran pantatnya Aku lihat buah dadanya terguncang-guncang Pemandangan yang indah sekali Wanita paruh baya ini nyatanya pintar bermain sex Aku merasakan sensansi erotis yang luar biasa Rambutnya yang tetap basah itu menjadi berantakan Aku mencoba untuk bersi kukuh supaya aku tidak kecolongan keluar terlebih dahulu

Gerakan erotis Bu Anis terus cepat

“Dod uh Bunda ma u sam pai ” Dirinya mengatakan tersengal

Aku tidak menjawabnya, gerakannya terus tidak teratur serta akhirnya aku merasakan cengkeraman erat vaginanya, aku rasakan cairan yang mengalir memenuhi lobang vaginanya Nafasnya tersengal serta beliau terkulai diatasku Aku rasakan vaginanya yang tetap berdenyut Aku usap punggung mantan guruku serta aku belai rambutnya yang terurai basah Tubuhnya yang hangat menempel erat

“Bagai mana Bu Anis ” Aku mengatakan
“Ka mu luar biasa ” Bu Anis menjawab

Mendengar jawabannya aku merasa sebagai seorang lelaki yang perkasa yang bisa menyenangkan seorang wanita Perlahan beliau turun dari atas tubuhku, beliau tahu bahwa aku belum mencapai puncak Dirinya berbaring disampingku, dirinya tersenyum kearahku

Aku mendekatkan wajahku serta mencium mesra bibirnya Seusai itu aku bangkit, aku lihat dirinya telah mengangkangkan kaki tampaklah kemaluannya yang basah merekah menanti benda tumpul yang aku miliki untuk masuk kedalamnya

Perlahan tetapi tentu aku arahkan benda kebanggaan para lelaki yang aku miliki Serta bles masuklah penisku kedalam vaginanya, aku tekan dalam dalam hingga pangkal kemaluanku Bibir Bu Anis tampak terbuka merasakan kenikmatan yang kedua kalinya, aku tarik perlahan kemudian kemudian aku gerakan naik turun pantatku

Gerakanku terus aku percepat jadi memunculkan suara-sura erotis Aku kerahkan tenagaku untuk menyodok barang istimewa mantan guruku ini Oh nikmat sekali seakan melayang Aku rasakan darahku mengumpul di penisku seiring dengan gerakanku yang terus aku percepat Buah dadanya yang sekal indah putih terguncang-guncang sebab sodokanku

Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan serta creet aku tancapkan dalam-dalam, aku semprotkan spermaku di dalam vaginanya Menonton aku mencapai puncak Bu Anis melipat kakinya serta menekan pantatku erat-erat

Oh seakan aku terbang Nikmat sekali aku rasakan sensasi erotis yang indah sekali Serasa tulangku terlolosi lemas sekali aku terkulai diatas tubuhnya Dirinya tersenyum manja kearahku Aku cium mesra bibirnya Kami berbaring berdampingan

“Bu Anis Bunda tetap luar biasa kapan kami lakukan lagi” Aku mengatakan kepadanya
“Ih ”, Dirinya mencubit hidungku
“Nakal kamu ”

Kami lantas berpakaian kembali sebab kami takut kelak lakukanan erotis kami diketahui oleh yang lain Kami berlangsung menuju kembali ke perkemahan kami Begitulah cerita ngesex yang tetap aku ingat ketika pertama kali aku bercinta dengan Bu Anis Kami tetap tidak jarang melakukannya setiap ada peluang Kami kencan di penginapan-penginapan yang ada di kotaku bahkan sempat kami lakukan di kamar kost kawanku

Tetapi saat ini Bu Anis yang erotis telah pergi mengikuti suaminya dinas kelain kota Aku tenggelam dengan kerinduanku terhadap Bu Anis.

author
No Response

Comments are closed.