Judi Bola

Cerita Seks Liburan Panjang

349 views
Casino Uang Asli

Model – Panasnya sinar matahari yang menerobos jendela kamarku, membangunkanku dari tidurku yang lelap Seusai hampir semalam penuh aku merasakan nikmatnya bersetubuh dengan Mbak Rina dan Mbak Vera Dan aku baru pulang dari rumahnya kerumah Mas iwan jam 05 00 dinihari

Dengan sedikit bermalas-malasan, aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan Berakhir mandi badan rasanya segar sekali Siang itu kurasakan lain dari biasanya, rumah Mas Iwan tampak sepi sekali Oh ya, aku baru ingat kalau hari ini, Mas Iwan mengantar Tante Sari kondangan ke kampung sebelah

Jadi yang ada di rumah hanya Mbak Erna dan Aku Dengan hanya mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur Membikin secangkir kopi Hingga didapur kudapati Mbak Erna sedang mencuci piring

“Pagi Mbak,” sapaku

Mbak Erna tidak menjawab sapaanku Mukanya cemberut Aku heran, tumben Mbak Erna begitu, biasanya dirinya sangat ramah padaku

“Ada apa sih Mbak, kok cemberut begitu,” tanyaku lagi
“Mbak marah sama aku? alias Mbak nggak bahagia ya, aku disini,” imbuhku

Mbak erna tetap diam saja, membikinku tidak enak hati dan bertanya-tanya dalam hati

“Ok, Mbak Kalau Mbak nggak bahagia, aku pulang aja deh,”
“Jangan-jangan pulang Don, aku nggak marah sama kamu,” sahutnya sambil luar biasa tanganku
“Habis Mbak marah sama siapa? Boleh tahu kan Mbak?” tanyaku lagi
“Ok, Mbak bakal kasih tahu, tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya!,” jawabnya

“Aku janji Mbak,” kataku meyakinkannya “Don, aku lagi kesal sama Mas Iwan,” kata Mbak sari “Kesal kenapa Mbak,” selaku “Akhir-akhir ini, Mas Iwan dingin sekali padaku Don,” katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku

“Setiap aku pingin begituan, dirinya rutin menolak,” imbuhnya sambil tersipu malu “Mungkin Mas Iwan lagi lelah Mbak,” hiburku sambil kuusap-usap rambutnya “Ah, masak setiap malam lelah,” sahutnya “Mungkin ada yang dapat aku bantu, untuk menghapus kekesalan Mbak,” pancingku

Mbak Erna tidak menjawab pertanyaanku Sebagai orang yang lumayan berpengalaman soal sex, aku tahu Mbak Erna sangat kesepian karna birahi wanita dan mengharapkan hubungan sexual Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut keningnya Dan kurasakan remasan halus tangannya yang tetap memegang tanganku Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya

Mbak Ernapun membalas kecupanku pada bibirnya dengan kuluman yang hangat, penuh gairah kukeluarkan lidahku, mencari lidahnya Kuhisap-hisap dan kusedot-sedot Kulepaskan tanganku dari genggamannya dan kugerakkan menggerayangi tubuh Mbak Erna

Dan perlahan-lahan kususupkan tangan kananku kebalik gaun tidurnya Dan kurasakan halusnya punggung Mbak Erna Sementara tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang padat Mbak Erna melepaskan seluruh pakaiannya Supaya aku lebih bebas menggerayangi tubuhnya

Seusai semua terlepas maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa Dengan jelas aku dapat menonton buah dadanya yang montok, perutnya yang ramping dan vaginanya yang dicukur bersih Membikin nafsu birahiku terus menjadi-jadi dan kurasakan penisku menegang Akupun melepaskan kulumanku pada bibirnya dan dengan sedikit membungkukkan badanku Aku mulai menjilati buah dadanya yang mulai mengeras, dengan cara bergantian

Puas menjilati buah dadanya, jilatanku kupindahkan ke perutnya Dan kurasakan halusnya kulit perut Mbak Erna Mbak Erna tidak mau ketinggalan, ditariknya handuk yang melilit dipinggangku Dengan sekali sentakan saja, handukku terlepas

“Aow, besar sekali don penismu,” decaknya kagum, sambil memandangi penisku yang telah menegang dan mengacung-ngacung seusai handukku terlepas Mbak Erna menggerakkan tangannya, meraih batang penisku Diusap-usapnya dengan lembut kemudian dikocok-kocoknya, membikin batang penisku terus mengeras

Tak terasa telah dua puluh menit berlalu, Kutelahi jilatanku pada perutnya Kuangkat tubuhnya dan kududukkan diatas meja dapur Kedua pahanya kubuka lebar-lebar Dan terpampanglah di depanku bukit kecil yang dicukur bersih

Bibir vagina yang memerah dengan sebuah daging kecil yang tersembul diatasnya Kubungkukkan tubuhku dan kudekatkan wajahku ke selangkangannya Dan aku mulai menjilati pahanya yang putih mulus, dihiasi bulu-bulu halus Sambil tanganku meraba-raba vaginanya

Beberapa menit berlalu, kupindahkan jilatanku dari pahanya ke vaginanya Mula-mula kujilati bibir vaginanya, terus kebagian dalam vaginanya Lidahku menari-nari didalam celah vaginanya yang basah

“Ohh terus Don terus Nik Matt,” serunya tertahan Membikinku terus bersemangat menjilati celah vaginanya Kusedot-sedot klitorisnya Pantat Mbak Erna terangkat-angkat menerima jilatanku Ditariknya kepalaku, dibenamkannya pada selangkangannya

“Ohh Don Aku Tidak Tahan Masukin Don Masukin penismu,” pintanya menghiba

Kuturuti kemauannya Aku kemudian berdiri Kuangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, hingga ujung jari kakinya berada diatas bahuku Kudekatkan penisku keselangkangannya Mbak Erna meraih penisku dan menuntunnya ke celah vaginanya Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku masuk ke celah vaginanya

Aku diam sejenak mengatur posisi supaya lebih enjoy, lalu kudorong pantatku lebih keras, membikin seluruh batang penisku masuk ke celah vaginanya Kurasakan penisku dijepit dan dipijit-pijit celah vaginanya yang sempit Vaginanya penuh sesak sebab besarnya batang penisku

“Aow Pelan-pelan Don penismu gede sekali,” pekiknya, ketika aku mulai memaju mundurkan pantatku, membikin penisku keluar masuk dari celah vaginanya

Tak terasa telah tiga puluh menit aku memaju mundurkan pantatku Dan kurasakan vagina Mbak Erna berkedut-kedut Dan otot-otot vaginanya menegang

“Ohh Don Aku Keluarr Sayang,” teriaknya lantang Sedetik kemudian kurasakan cairan hangat keluar dari vaginanya Dan Mbak Erna mencapai orgasmenya Mbak Erna tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan Dirinya turun dari atas meja dapur Kemudian berjongkok dihadapanku Diraihnya penisku dan dikocok-kocok dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meremas-remas buah pelirku

“Akhh Mbak Enak Nikk Mat terus,” seruku, ketika Mbak Erna mulai menjilati batang penisku Dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan Mbak Erna Aku terus merasa nikmat ketika Mbak Erna memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil Dan mulai mengulum batang penisku Mbak Erna memaju mundurkan mulutnya, membikin penisku keluar masuk dari mulutnya Sementara tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku

“Oohh Mbak Akuu Tidak Tahan,” teriakku

Dan kurasakan penisku berkedut-kedut terus lama terus cepat Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya diselangkanganku

“Mbak Akuu Ke Luarr,” teriakku lagi lebih keras Mbak Erna terus cepat memaju mundurkan mulutnya Dan crott! crott! crott! penisku memuntahkan sperma yang sangat tidak sedikit di mulutnya Mbak Ernapun menelannya tanpa ragu-ragu Dan tanpa rasa jijik sedikitpun dirinya menjilati sisa-sisa spermaku hingga bersih

“Terimakasih Don, kalian telah memberiku kepuasan,” pujinya sambil tersenyum “Sama-sama Mbak, aku juga sangat puas,” sahutku “Mbak tetap mau lagi kan,” tanyaku “Mau dong, tapi kami mandi dulu yuk,” ajaknya

Kemudian kami meraih pakaian masing-masing untuk selanjutnya bersama-sama pergi ke kamar mandi membersihkan badan Sehabis mandi, tetap sama-sama telanjang, kubopong tubuhnya menuju taman disamping rumah Aku ingin melaksanakan cita-citaku selagi ini, yaitu bersetubuh ditempat terbuka

“Don Jangan disini sayang, kelak dilihat orang,” protesnya “Kan nggak ada siapa-siapa di rumah Mbak,” sahutku

Mbak Ernapun tidak protes lagi, mendengar jawabanku Sambil berdiri kupeluk erat tubuhnya Kulumat bibirnya Mbak Erna membalas lumatan bibirku dengan pagutan-pagutan hangat Lumayan lama kami bercumbu, kemudian aku duduk dikursi taman Dan kusuruh Mbak Erna berjongkok dihadapanku Mbak Erna tahu maksudku Diraihnya batang penisku yang tetap layu Dielus-elusnya lembut kemudian dikocok-kocok dengan tangannya

Seusai penisku mengeras Mbak Erna menyudahi kocokkannya, dirinya mendekatkan wajahnya ke selangkanganku Lidahnya dijulurkan dan mulai menjilati kepala penisku Lidahnya berputar-putar dikepala penisku, kemudian turun kepangkalnya

“Oohh terus Mbak Nikmat banget,” desahku “Isepp Mbak Isep,” pintaku Mbak Erna menuruti kemauanku

Dimasukkannya penisku kemulutnya Hampir semacamga batang penisku masuk ke mulutnya Sambil tersenyum padaku, dirinya mulai memaju mundurkan mulutnya, membikin penisku maju keluar masuk dimulutnya

“Mbak Aku Tidak Tahan,” seruku Mbak Erna kemudian naik ke pangkuanku Vaginanya pas berada diatas selangkanganku Diraihnya penisku dan dibimbingnya ke celah vaginanya Mbak Erna mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit batang penisku masuk ke celah vaginanya terus lama terus dalam

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Cewek Kesepian

Hingga seluruh batang penisku masuk ke celah vaginanya Sesaat kemudian Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya Sesekali digoyang-goyangkan pantatnya kekiri-kekanan Aku tidak mau kalah, kusodok-sodokkan pantatku ke atas seirama dengan goyangan pantatnya

“Ohh Don Aku Mauu Ke luarr,” teriaknya seusai hampir tiga puluh menit menggoyang tubuhku Dan kurasakan otot-otot vaginanya menegang Tangannya mencengkeram dadaku dengan keras Sesaat kemudian kurasakan cairan hangat merembes dicelah vaginanya

“Aku tidak ingin mengecewakanmu Don,” katanya sambil tersenyum Dirinya luar biasa penisku keluar dari celah vaginanya, kemudian memasukkannya ke celah anusnya Mbak Erna rupanya tahu kebahagiaanku Walau agak sulit, akhirnya dapat juga seluruh batang penisku masuk ke celah anusnya Perlahan tapi tentu Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya Membikinku merasakan nikmat yang tiada taranya

Cukup lama Mbak Erna menggoyang-goyangkan pantatnya, kemudian kami berganti posisi Kusuruh dirinya menungging, membelakangiku dengan tangan bertumpu pada kursi taman Kugenggam penisku dan kuarahkan cocok ke celah anusnya

Kudorong sedikit demi sedikit, hingga seluruhnya hanyut tertelan celah anusnya Lalu kudorong pantatku maju mundur Kurasakan nikmatnya celah anus Mbak Erna Sambil kucucuk-cucuk celah vaginanya dengan jari-jariku Membikin birahi wanita Mbak Erna bangkit lagi

Mbak Erna mengimbangi gerakkanku dengan mendorong-dorong pantatnya seirama gerakkan pantatku Aku terus mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan bakal mencapai orgasme Demikian juga jari-jariku terus cepat mencucuk vaginanya

“Mbak Mbak Akuu Mau Keluar,” seruku
“Akuu Juga Don,” sahutnya

Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, kami mencapai orgasme Kutarik penisku dari celah anusnya, dan kutumpahkan spermaku dipunggungnya Mbak Erna kemudian membalikkan badannya dan berdiri, sambil memintaku duduk kursi taman

Didekatkannya selangkangannya kewajahku Ditariknya rambutku dan dibenamkannya kepalaku keselangkangannya Dan akupun mulai menjilati vaginanya sambil duduk Kuhisap dan kusedot-sedot cairan hangat yang keluar dari celah vaginanya Mbak Erna sangat puas dengan perlakuanku

Hari itu kami meperbuat persetubuhan hingga puas, dengan beberapa macam gaya Sungguh luar biasa Mbak Erna, meskipun tinggal dikampung Tapi dalam soal bersetubuh dirinya tidak kalah dengan orang kota Terbukti sungguh nikmat istri Mas Iwan Vagina dan celah anusnya sama nikmatnya Membikinku ketagihan menyetubuhinya

Tak terasa telah satu bulan aku berlibur dikampung Mas Iwan Malam-malam yang kulewati bersama Mbak Erna dan Tante Sari membikin waktu satu bulan terasa cepat sekali Telah saatnya aku kembali kekotaku, sebab tiga hari lagi aku wajib ke sekolah

Saat pergi dari kampung Mas Iwan, aku tidak sendirian Ada Vivi, anak kandung Tante Sari menemaniku Gadis cantik berkulit putih dan bertubuh langsing ini, baru tamat SMA dan bakal melanjutkan kuliah di kota Tante sari meminta tolong padaku supaya mendampingi Vivi, mencari rumah kost di dekat kampus

Dengan menempuh dua jam perjalanan, hinggalah kami di kota Dan seusai berpuar-putar lumayan lama, akhirnya kudapatkan rumah kost untuk Vivi Pemilik rumah merupakan seorang janda cantik berumur kurang lebih 32 tahun, namanya Yeni Seusai memberbagi kunci kamar pada Vivi, Tante Yeni meninggalkan kami berdua

Sehabis menolong Vivi membawa barang-barangnya ke dalam kamar, aku merasa haus Kusuruh Vivi ke warung untuk membeli minuman Sambil duduk menantikan kedatangan Vivi, iseng-iseng kunyalakan VCD Ngawur aja kusetel salah satu film Aku terkejut, nyatanya isinya film porno

Adegan-adegan difilm itu, membangkitkan nafsu birahiku Kurasakan batang penisku mengeras dan berdiri tegak di balik celanaku Kuturunkan celanaku, dan kukeluarkan batang penisku Kuelus-elus dan kukocok-kocok batang penisku Saking asiknya aku mengocok-ngocok batang penisku, hingga kedatangan Vivi tidak kurasakan

“Mas, Doni lagi ngapain,” suara Vivi mengejutkanku
“Akh, nggak ngapa-ngapain,” sahutku
“Itu apa?” tanyanya lagi sambil memandangi celanaku

Astaga! Aku lupa menaikkan celanaku Jadi Vivi dengan jelas menonton penisku yang sedang berdiri tegak Merasa telah kepalang basah, kulanjutkan saja mengocok penisku

“Kamu dapat menolongku Vi?,” tanyaku
“Bantu apa Mas?,” katanya balik bertanya
“Kocokkin penisku Vi,” pintaku

Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju Kutarik tangannya dan kuletakkan diatas penisku Vivi yang juga telah terangsang dampak ikut nonton film porno, menggenggam batang penisku Dengan lembut dirinya mengelus-elus dari kepala hingga kepangkal penisku Aku merasa semacam melayang

Aku melepaskan seluruh pakaianku sambil memeluk tubuh Vivi yang sedang mengocok penisku Kutarik kaosnya dan kususupkan tanganku kebalik BHnya Kuraba-raba buah dadanya Perlahan-lahan buah dadanya mengeras

Cukup lama aku meraba-raba buah dadanya, kemudian kutarik Bhnya hingga terlepas Seusai terlepas, terkesanlah buah dadanya yang padat dan mengeras Aku melanjutkan lagi meremas-remas buah dadanya Vivi mendesah-desah merasakan nikmat, tangannya terus cepat mengocok penisku

Kurang lebih lima belas menit berlalu kami berganti posisi Sambil luar biasa rok mininya, kodorong tubuhnya hingga terlentang diranjang Hanya celana dalamnya saja yang melekat menutupi selangkangannya Kutindih tubuhnya dari atas lalu kukecup bibirnya, kujulurkan lidahku mengisi rongga mulutnya yang terbuka Vivi menyambutnya dengan hisapan yang tidak kalah hebatnya

Seusai lumayan lama berpagutan, kuputar tubuhku Membentuk posisi 69 Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan selangkangannya berada dibawah wajahku Kujulurkan lidahku menjilati tahap bawah perutnya, sambil tanganku melepas celana dalam Vivi Vivi membawa pantatnya mempermudah aku melepaskan celana dalamnya dan meleparkannya ke lantai kamar Lidahku bergerak turun menyapu bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis

“Ohh Mas don Enakk,” desahnya ketika aku mulai menjilati vaginanya yang basah, membikinku terus bersemangat menjilati vaginanya Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya yang sebesar biji kacang

Saat aku menjilati celah vaginanya, Vivi juga sedang asyik menjilati penisku Sambil tangan kirinya mengocok-ngocok pangkal penisku sedangkan tangan kanannya mengelus-elus buah pelirku dengan lembut Sesaat kemudian Vivi memasukkan penisku ke mulutnya Hampir seluruh batang penisku masuk ke mulutnya Kudorong pantatku ke atas dan ke bawah, jadi penisku keluar masuk dimulutnya

Tak terasa telah dua puluh menit berlalu Aku bangkit dan berdiri dilantai kamar Kutarik tubuhnya, hingga pantatnya berada ditepi ranjang Kedua pahanya kubuka lebar-lebar Kuarahkan penisku cocok ke celah vaginanya

“Ja Jangan Mas, aku tetap perawan,” katanya

Aku tidak memperdulikan kata-katanya Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku menyeruak masuk Vivi berteriak lebih keras ketika aku mendorong lebih keras dan penisku menembus selaput daranya Akupun lebih bersemangat mendorong pantatku dan amblaslah seluruh batang penisku ke celah vaginanya yang sangat sempit Penisku serasa dijepit sempitnya celah vaginanya Beberapa detik kubiarkan penisku di dalam vaginanya

Kupandangi wajahnya yang meringis menahan sakit Dengan perlahan-lahan kuangkat pantatku lalu kuturunkan lagi Membikin penisku keluar masuk dicelah vaginanya Aku merasakan nikmat yang luar biasa Beginikah rasanya menyetubuhi seorang perawan

“Ohh Mas Enakk,” desahnya yang mulai merasakan

Nikmatnya disetubuhi Pantatnya digerakkan naik turun seirama gerakkan pantatku Rasa sakitnya telah hilang berganti dengan rasa nikmat Kurang lebih tiga puluh menit berlalu, kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan otot-otot vaginanya menegang Tangannya mencengkeram seprei dengan keras

“Ohh Mas Akuu Mauu,” desahnya terputus “Mau keluar sayang,” sahutku Vivi mengangguk sambil tersenyum “Aku juga Vi,” imbuhku Terus cepat kudorong-dorong pantatku “A Akuu Ke Luarr,” teriaknya lantang

Kurasakan cairan hangat merembes didinding vaginanya Sedetik kemudian kurasakan penisku berkedut-kedut Dan Crott! crott! crott! Kutumpahkan sperma yang sangat tidak sedikit dicelah vaginanya Dan tubuhku roboh menindih tubuhnya

“Kamu rugi Vi,” tanyaku sambil tersenyum puas, sebab baru hari ini aku menyetuBHi seorang perawan “Nggak Mas, semua telah terjadi,” sahutnya “Kamu mau lagi khan,” godaku Vivi tersenyum padaku, senyum penuh arti

Kira-kira satu jam kami tertidur Akupun tersadar dan bergegas ke kamar mandi membersihkan badan Mengingat kejadian tadi, bersetubuh dengan Vivi, membikin nafsu birahiku bangkit lagi penisku yang tadi telah layu, saat ini tegang dan mengeras Seusai mengelap tubuhku dengan handuk akupun bergegas ke kamar, dimana Vivi sedang tertidur pulas Dan ia tersadar ketika aku lagi asyik menjilati celah vaginanya

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Ngentot Memek Guru SMA Cantik

“Oh Mas Apa yang kalian perbuat,” tanyanya “Aku pingin setubuhi kalian lagi sayang,” sahutku sambil tersenyum

Vivi membuka kedua pahanya lebar-lebar, jadi aku lebih bebas menjilati vaginanya Beberapa menit berlalu kusuruh dirinya menungging Aku mengambil posisi dibelakangnya Dari belakang, aku menjilati celah anusnya, sambil tanganku mencucuk-cucuk celah vaginanya

Seusai kurasa cukup, kuarahkan penisku ke celah vaginanya Dan aku mulai mendorong maju pantatku Sedikit demi sedikit penisku masuk ke celah vaginanya Terus lama terus dalam penisku memasukinya, hingga seluruhnya amblas, tertelan celah vaginanya Akupun mendorong pantatku maju mundur, membikin penisku keluar masuk dari celah vaginanya

“Ohh Nikk Matt Mas Enakk,” jeritnya tertahan Kurang lebih tiga puluh menit berlalu, kutarik penisku dari celah vaginanya hingga terlepas Kemudian kugenggam penisku dan kuarahkan ke celah anusnya

“Jangan, Mass sakitt, ja “jeritnya sambil meringis Belum habis dirinya bicara, kudorong pantatku dengan keras Dan Bless! Seluruh batang penisku masuk ke celah anusnya Kukocok celah anusnya dengan irama pelan terus lama terus cepat, sambil tanganku mencucuk-cucuk celah vaginanya Dan Vivipun merasakan sensasi yang luar biasa dikedua celahnya Jeritan-jeritannya berganti dengan desahan-desahan nikmat penuh nafsu

Aku terus bersemangat mendorong-dorong pantatku, ketika kurasakan bakal mencapai orgasme Sepuluh menit kemudian penisku menyemburkan sperma didalam anusnya Dan tidak lama berselang Vivi menyusul, tubuhnya mengejang luar biasa Kemudian Vivi terkulai lemas dan tertidur

Aku kemudian berdiri dan mengenakan celanaku Saat aku bakal mengambil handuk ke dalam almari, tanpa sengaja aku menoleh keluar jendela Samar-samar aku menonton sesosok bayangan wanita yang sedang berdiri dibalik jendela kamar Rupanya orang itu sedang mengitip aku dan Vivi yang sedang bersetubuh dari balik korden yang lupa aku tutup

Saat aku keluar mencarinya, wanita itu bergegas pergi Aku membuntuti wanita itu Menonton potongan tubuhnya dari belakang aku yakin kalau wanita itu merupakan Tante Yeni, bunda kostnya Vivi Dan aku keyakinanku terus kuat, saat wanita itu masuk kekamar tidur Tante Yeni dan langsung menutup pintu Aku berlangsung mendekat dan berdiri di depan pintu kamarnya

Aku mengintip dari celah kunci Dan terbukti benar, wanita yang tadi mengintipku merupakan Tante Yeni Hingga didalam kamar Tante Yeni melepaskan seluruh pakaiannya Aku terkesima menonton tubuh Tante Yeni yang putih mulus dan sexy, walau telah berumur sebaya ibuku Membikin jantungku berdetak kencang Nafsu birahiku yang baru saja tersalurkan bersama Vivi, perlahan-lahan bangkit lagi

Pemandangan selanjutnya lebih seru lagi Tante Yeni merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kedua kaki terbuka lebar-lebar, menunjukan indahnya bentuk vaginanya Tante Yeni meremas-remas buah dadanya sendiri dengan tangan kirinya

Perlahan buah dadanya mulai mengeras Sedangkan tangan kanannya meraba-raba selangkangannya Desahan-desahan nikmat keluar dari bibirnya, membikinku terus tidak tahan Batang kemaluanku telah berdiri tegak

Dengan sangat hati-hati, aku membuka pintu kamarnya Dan nyatanya tidak terkunci Sambil melepaskan celanaku, aku berlangsung mengendap-endap mendekatinya Tante Yeni yang sedang asyik meraba-raba tubuhnya sendiri, tidak tahu kalau aku masuk ke kamarnya

Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menindihnya Tante Yeni sangat terkejut menonton kehadiranku Aku segera menyumpal mulutnya yang sedang Terbuka saat dirinya hendak berteriak dengan mulutku Dan aku langsung melumatnya Tante Yeni yang sedang dirasuki birahi wanita, membalas lumatanku dengan pagutan-pagutan yang tidak kalah hebatnya

Cukup lama aku melumat bibirnya, kemudian aku menjilati lehernya, terus turun ke buah dadanya yang telah mengeras Kedua buah dadanya aku jilati dengan cara bergantian, membikin desahannya terus keras Aku menyudahi jilatanku pada kedua buah dadanya, kemudia aku berlutut ditepi ranjang, diantara kedua kakinya Tanganku yang nakal mulai meraba-raba bibir vaginanya yang dicukur bersih

Tanpa berfikir lama, aku menjulurkan lidahku, menjilati, menghisap dan sesekali kumasukkan lidahku ke celah vagina Tante Yeni dan lidahku menari-nari di dalam celah vaginanya Tante Yeni mengangkat-angkat pantatnya, menyambut jilatanku Rintihan-rintihan kecil keluar dari mulutnya setiap kali lidahku menghujam celah vaginanya

Disaat dirinya sedang menikmati jilatanku pada birahi wanita nya, aku memasukkan jari-jariku ke dalam celah vaginanya Sambil sesekali aku menjilati celah anusnya Tante Yeni sangat menikmati perlakuanku, dirinya menekan kepalaku dan membenamkannya diselangkangannya

Sepuluh menit berlalu melayani birahi wanita, aku menyudahi jilatanku Aku kemudian berdiri, sambil luar biasa pinggulnya ketepi ranjang, kedua kakinya kubuka lebar-lebar Tanpa membuang waktu lagi, batang kemaluanku yang telah tegang dari tadi langsung kuhujamkan ke celah vaginanya Tante Yeni menjerit saat batang kemaluanku yang besar dan panjang menerobos masuk ke celah vaginanya Aku merasakan jepitan bibir vaginanya yang begitu seret

Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur Tante Yeni sangat menikmati setiap gerakkan pantatku, dirinya menggeliat dan mendesah disetiap gerakan kemaluanku keluar masuk dari celah vaginanya Aku terus mempercepat memaju mundurkan pantatku saat Tante Yeni menunjukan tanda-tanda orang yang mau orgasme

“Ohh , Don , akuu , mau , keluarr,” jeritnya semacam birahi wanita yg lumayan keras Tante Yeni menggelinjang hebat, kedua pahanya menjepit pinggangku Rintihan birahi wanita yang panjang keluar dari mulutnya saat klitorisnya memuntahkan cairan kenikmatan Aku merasakan cairan hangat yang meleleh disepanjang batang kemaluanku

Aku membiarkan Tante Yeni beristirahat sambil menikmati birahi wanita sedang orgasme-nya Seusai Tante Yeni sukses menguasai dirinya, birahi wanita, tanpa membuang waktu lagi aku membalikkan tubuhnya dalam posisi menungging

Lalu aku menciumi pantatnya Tante Yeni mengeliat menahan geli saat lidahku menelusuri vagina dan anusnya Kemudian aku meludahi celah anusnya beberapa kali Seusai kurasakan daerah itu sangatlah licin, aku mengajar batang kemaluanku dengan tangan kiriku sementara tangan kananku membuka celah anusnya

Tante tidak bereaksi apa-apa dan membiarkan saja apa yang kuperbuat Perlahan kudorong pantatku Tante Yeni merintih sambil menggigit bibirnya menahan rasa perih dampak tusukan kemaluanku pada celah anusnya yang sempit dan birahi wanita Seusai beberapa kali mendorong dan luar biasa akhirnya seluruh batang kemaluanku masuk ke celah anusnya

Sambil menikmati jepitan celah anusnya, aku mendiamkan sebentar batang kemaluanku disana untuk beradaptasi Tante Yeni menjerit semacam birahi wanita saat aku mulai menghujamkan kemaluanku Tubuhnya terhentak-hentak ketika sodokkanku bertambah kencang dan kasar Sambil terus menambah irama sodokkan, tanganku dengan kasar mencucuk-cucuk celah vaginanya

Dampak menahan sensasi nikmat ditengah-tengah rasa ngilu dan perih pada kedua celah bawah tubuhnya, Tante Yeni hingga menangis Setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke celah anusnya, dirinya mengaduh tetapi dirinya tidak mau aku menyudahinya Hingga akhirnya kurasakan sebuahperasaan yang sangat nikmat mengaliri sekujur tubuhku

Aku mengerang panjang, saat mengalami orgasme yang pertama Tanganku mencengkeram keras pantatnya Aku menumpahkan seluruh spermaku didalam celah anusnya Tubuhku menegang beberapa hari, kemudian terkulai lemas Tidak lama kemudian birahi wanita Tante Yeni menyusul, dirinya mengeram sambil tangannya mencengkeram bantal kuat-kuat Cairan hangat dan kental meleleh dari celah vaginanya

Dengan nafas yang tetap memburu dan tubuh yang tetap lemas, Tante Yeni bangkit kemudian duduk ditepi ranjang Dirinya meraih batang kemaluanku lalu memasukkan ke mulutnya Tante Yeni menjilati sisa-sisa sperma yang tetap blepotan dibatang kemaluanku hingga bersih tanpa tersisa setetespun Tante Yeni tersenyum puas merasakan nikmat birahi wanita yang telah lumayan lama tidak dirasakannya, sejak dirinya bercerai dengan suaminya

Tanpa malu-malu dirinya meminta aku supaya menyutubuhinya lagi Aku menuruti permintaannya, kami bersetubuh hingga pagi Hingga kami sangatlah kelelahan Pagi-pagi sekali aku meninggalkan Tante Yeni yang tetap tidur tanpa busana dan penuh birahi wanita dan masuk kekamar Vivi

Dimana Vivi juga sedang tidur pulas Aku mengenakan seluruh pakaianku, kemudian pergi tanpa pamit seusai puas dengan birahi wanita.

author
No Response

Comments are closed.