Judi Bola

Cerita Seks Hasrat Mertua

710 views
Casino Uang Asli

Separuh Baya – Aku Roy, 32 tahun. Menikah, punya 2 anak. Istipsu sangat cantik. Tidak sedikit yang bilang mirip bintang sinetron ternama saat ini. Kami tinggal di Bandung. Yang bakal aku ceritakan merupakan hubunganku dengan mertua aku sendiri. Mertua aku tinggal di kota P, tetap wilayah Jawa Barat. Sebuahwaktu aku ada tugas kerja ke kota P tersebut.

Aku berangkat naik motor. Sesampainya di kota P, aku langsung menyelesaikan tugas dari kantor. Seusai berakhir, aku sengaja singgah dulu ke rumah mertua untuk istirahat. Sesampai di rumah, mertua perempuanku datang menyambut. “Kok sendirian Roy? Mana anak istrimu?” tanya mertuaku. “Saya ada tugas kantor disini, Ma. Jadi mereka tidak saya ajak.

Lagian saya cuma sebentar kok, Ma. Hanya mau numpang mandi serta istirahat sebentar,” jawabku. “O begitu.. Bakal mami siapkan makanan buat kamu,” ucap mami mertua ku. Lalu aku mandi. Seusai itu aku segera ke meja makan sebab telah sangat lapar. “Papa mana, Ma?” tanyaku.

“Papa lagi ke rumah kawannya ngurusin obyekan,” jawan mertuaku. “Kamu mau pulang jam berapa, Roy?” tanya mertuaku. “Agak sorean, Ma. Saya bakal tidur sebentar. Badan pegal hampir 3 jam naik motor dari Bandung,” kataku. “Kalau begitu ganti baju dulu dong. Kelak kusut kemeja kamu,” ucap mertuaku sambil bangkit menuju kamarnya. Lalu dirinya datang lagi mengangkat kaos serta kain sarung. “Ini punya Papa, pakailah nanti,” kata mertuaku. “Iya, Ma,” kataku sambil terus melanjutkan makan.

Mertuaku berusia 42 tahun. Sangat cantik mirip istipsu. Badan ramping, buah dada besar meski agak turun sebab usia. Pantatnya sangat padat. Seusai berganti pakaian, aku duduk di ruang tamu sambil nonton TV. “Loh katanya mau tidur?” tanya mertuaku sambil duduk di kursi yang sama tapi agak berjauhan. “Sebentar lagi. Ma. Tetap kenyang,” ujarku. Lalu kami nonton TV tanpa tidak sedikit bicara. “Tahukah kamu, Roy.. Bahwa mami sangat bahagia dengan kamu?” tanya mertuaku kepadaku memecah kesunyian.

“Kenapa, Ma?” tanyaku. “Dulu sejak pertama kali datang kesini mengantar istrimu pulang, mami langsung suka kamu. Ganteng, tinggi, sopan, serta ramah,” kata mami mertua ku. Aku hanya tersenyum. “Sekarang kalian telah melamar anak mami serta telah punya anak 2, tapi kalian tetap sama semacam yang dulu..,” kata mertuaku lagi.

“Mama sangat sayang kamu, Roy,” kata mertuaku lagi. “Saya juga sayang mama,” ujarku. “Ada satu faktor yang ingin mami perbuat, tapi tidak sempat berani sebab takut jadi persoalan..,” kata mertuaku. “Apa itu, Ma?” kataku. “Mama ingin memeluk kalian meski sebentar..,” ucap mertuaku sambil menatapku dengan mata sejuk. “Kenapa begitu, Ma?” tanyaku lagi. “Sebab dulu mami sangat suka kamu. Kini ditambah lagi rasa sayang,” kata mertuaku.

Aku tatap mata mertuaku. Kemudian aku tersenyum. “Saya yang bakal peluk mami sebagai rasa sayang saya ke mama,” ujarku sambil beringsut mendekati mertuaku hingga badan kami bersentuhan. Kemudian aku peluk mertuaku erat. Mertuakupun balas memeluk aku dengan erat semacamnya tidak mau melepas lagi. “Boleh mami cium kalian Roy? Sebagai tanda sayang?” tanya mertuaku.

Aku agak kaget. Aku lepaskan pelukanku, lalu tersenyum serta mengangguk. Mertuaku tersenyum, lalu mencium pipi kiri, pipi kanan, kening. Lalu.. Mertuaku menatap mataku sesaat kemudian mengecup bibirku. Aku sangat kaget. Tapi aku tetap diam, serta ada sedikit rasa bahagia bakal faktor itu.

Selang berbagai detik mertuaku kembali mengecup bibirku.. Serta melumatnya sambil merangkulkan tangannya ke pundakku. Dengan cara spontan aku membalas ciuman mami mertua ku. Kami saling hisap, mainkan lidah.. Nafas mertuaku terdengar agak cepat.

Tangan mertuaku masuk ke dalam kain sarung, lalu menyentuh kont*lku dari luar CD. Tangannya lalu mengusap pelan lalu mulai meremas kont*lku. kont*lku langsung tegang. Tiba-tiba.. Kringg! Krinngg! Bunyi telepon mengagetkan kami.

Kami langsung memisahkan diri. Mertuaku langsung bangkit menuju telepon. Entah apa yang dibicarakan. Sebab merasa agak bersalah, aku segera masuk ke kamar, menutup pintu, lalu merebahkan diri di kasur. Terbayang terus momen tadi berciuman dengan mami mertua sambil merasakan nikmatnya diremas kont*l.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Ngentot dengan Istri Tetangga di Kamar

Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Kemudian pintu terbuka. Mertuaku masuk. “Telah mau tidur, Roy?” tanya mertuaku. “Belum, Ma,” ujarku sambil bangkit lalu duduk di tepi ranjang. Mertuaku juga ikut duduk di sampingku. “Kamu marah tidak atas kejadian tadi,” tanya mami mertua ku sambil menatap mataku.

Aku tersenyum. “Tidak, Ma. Justru saya bahagia sebab nyatanya mami sangat sayang dengan saya,” jawabku. Mertuaku tersenyum lalu memegang tanganku. “Sebenarnya dari dulu mami memimpikan faktor semacam ini, Roy,” ucap mertuaku. “Tapi sebab istrimu serta papamu rutin ada, ya mami hanya dapat menahan perasaan saja..,” ucap mertuaku sambil mencium bibirku. Akupun segera mebalas ciumannya. Serta kini aku mulai berani.

Tanganku mulai meraba buah dada mertuaku dari luar dasternya. Aku meremasnya perlahanan. Tangan mertuakupun segera melepas kain sarung yang aku pakai. Tangannya langsung meraba serta meremas kont*lku dari luar CD-ku. kont*lku makin mengeras.

Mertuaku merogoh kont*lku hingga berdiri tegak. Sambil tetap berciuman tangannya terus mengocok serta meremas kont*lku. Akupun terus meremas buah dada mertuaku. Tidak lama, mertuaku bangkit lalu melucuti semua pakaiannya.

Akupun meperbuat faktor yang sama. Mertuaku segera naik ke tempat tidur, serta aku segera menaiki tubuhnya. Aku kecup bibirnya. “Mama bahagia kalian datang kali ini, Roy.. Lebih bahagia lagi sebab nyatanya kalian dapat menerima rasa sayang mami terhadap kamu…” ucap mertuaku sambil menciumku.

“Saya juga bahagia sebab mami sangat menyayangi saya. Saya bakal menyayangi mama…” kataku sambil memagut leher mertuaku. Mertuaku mendesah serta menggelinjang merasakan desiran nikmat. Pagutanku kemudian turun ke buahdada mertuaku.

Kujilati serta gigit-gigit kecil puting susu mami mertua ku sambil tangan yang satu meremas buah dada yang lain. “Ohh.. Mmhh.. Mmhh.. Ohh…” desah mertuaku terus merangsang gairahku. Tapi ketika lidahku mulai turun ke perut, tiba-tiba mertuaku memegang kepalaku.

“Jangan ke bawah, Roy.. Mami malu. Segera masukkin saja.. Mami telah tidak tahan…” ucap mertuaku. Aku tersenyum serta maklum sebab mertuaku tergolong orang yang konvensional dalam persoalan sex. Aku buka lebar paha mertuaku, lalu aku arahkan kont*lku ke mem*k mertua yang telah basah serta licin.

Tangan mertuaku segera memegang kont*lku lalu mengarahkannya ke celah mem*knya. Tidak lama.. Bless.. kont*lku langsung memompa mem*k mertuaku. Terasa tidak seret, tapi tetap enak rasanya menjepit kont*lku.. “Ohh.. Sshh.. Oh, Roy.. Mmhh…” desah mertuku ketika aku memompa kont*lku agak cepat. Mertuaku mengimbangi gerakanku dengan goyangan pinggulnya.

Tak lama, tiba-tiba mami mertua ku bergetar lalu tubuhnya agak mengejang. “Oh, Roy.. Mami mau keluarr.. Mmhh…” jerit kecil mertuaku. “Terus setubuhi mama…” desahnya lagi. Berbagai saat kemudian tubuh mertuaku melemas. Dirinya telah mencapai orgasme..

Akupun berhenti sejenak memompa kont*lku tanpa mencabutnya dari mem*k mertuaku. mem*knya terasa makin licin oleh air maninya. “Mama belum sempat merasakan nikmat semacam ini, Roy,” ucap mertuaku sambil mengecup bibirku.

“Terima kasih, Roy…” ujarnya lagi sambil tersenyum. Akupun segera mengerakan kont*lku menyetubuhi lagi mertuaku. “Boleh Roy minta sesuatu, Ma?” tanyaku sambil terus memompa kont*lku. “Apa?” ucap mami mertua ku. “Saya mau setubuhi mami dari belakang. Boleh?” tanyaku. Mertuaku tersenyum.

“Boleh tapi mami tidak mau nungging. Mami tengkurap saja ya?” ucap mertuaku. “Iya, Ma,” ujarku sambil mencabut kont*lku. Mertuaku segera tengkurap sambil sedikit melebarkan kakinya. “Ayo, Roy,” ucap mertuaku. Aku segera masukkan kont*lku ke mem*k mertuaku dari belakang.

Terasa lebih nikmat daripada masuk lewat depan. Mata mami mertua ku terpejam, serta sesekali terdengar desahannya. Akupun terus menikmati rasa nikmat sambil terus memompa kont*lku. Kemudian terasa ada sesuatu rasa yang sangat kuat ingin keluar dari kont*lku.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Seks Di Panti Pijat

Kupercepat gerakanku menyetubuhi mertuaku. Ketika hampir mencapai klimaks, aku cabut kont*lku, lalu.. Crott! Crott..! Crott! Air maniku keluar tidak sedikit di punggung serta pantat mertuaku. “Ohh.. Enak, Ma…” kataku. Kugesekkan kont*lku ke belahan pantat mertuaku.

Selang berbagai menit seusai kelelahan agak hilang, mami mertua ku mengatakan, ” Tolong bersihkan punggung mama, Roy..”. “Iya, Ma,” ujarku. Lalu aku bersihkan air maniku di tubuh mertuaku. Seusai berpakaian, lalu kami keluar kamar. Terkesan wajah mertuaku sangat ceria. Menjelang sore, mertua lelaki pulang.

Aku serta mertua perempuanku bertindak biasa seolah tidak sempat terjadi apa-apa di antara kami. Seusai makan malam, aku diminta mertua perempuanku utnuk membawakan semua piring kotor ke dapur. Aku menurut. Mertua lelaki aku seusai makan malam langsung menuju ruang televisi serta segera melihat agenda kesukaannya. Di dapur, mertuaku perempuanku langsung hebat tanganku ke aspek dapur lalu menciumku.

Aku membalasnya sambil tanganku langsung memegang selangkangannya kemudian meraba mem*knya. “Nakal kamu. Tapi mami suka,” ucap mertuaku sambil tersenyum. “Nanti Papa kesini, Ma.. Udah, ah Roy takut,” ujarku. “Tidak bakal kesini kok, Roy,” ujarnya.

“Sebelum kalian pulang, mami mau sekali lagi bersetubuh dengan kalian disini…” ucap mertuaku sambil tangannya segera meremas kont*lku dari luar celana. “Saya juga mau, tapi jangan disini, Ma.. Bahaya,” ujarku. “Ayo dong, Roy.. Mami telah tidak tahan,” ujarnya lagi. Tangannya terus meremas kont*lku. “Kita ke hotel yuk, Roy?” ajak mertuaku. Aku mengangguk.

Kemudian dengan argumen bakal ke rumah kawannya, mami mertua ku perempuanku meminta ijin berangkat diantar olehku. “Jangan lama-lama ngobrol disana, Ma.. Si Roy kan malam ini mau pulang. Kasihan kelak dirinya capek,” ucap mertua lelaki. “Iya dong, Pa…” ucap mertua perempuanku. Kemudian kami naik motor segera berangkat mencari hotel.

Seusai berakhir registrasi, kami segera masuk ke kamar. Tanpa tidak sedikit cakap, mertuaku langsung memeluk serta menciumku dengan liar. Aku balas ciumannya.. “Cepat kami perbuat, Roy.. Waktu kami hanya sedikit,” ucap mertuaku sambil melucuti semua pakaiannya. Aku juga demikian. Mertuaku langsung naik ke kasur, lalu aku menyusul.

Tangan mami mertua ku langsung menggenggam kont*lku serta diarahkan ke mem*knya. “Mama kok buru-buru sih?” tanyaku sambil tersenyum ketika kont*lku telah masuk mem*knya. Lalu aku pompa kont*lku perlahan menikmati enaknya mem*k mertuaku.

“Habisnya mami telah tidak tahan sejak tadi di rumah, pengen merasakan kont*l kalian lagi,” kata mertuaku sambil menggoyang pinggulnya mengimbangi gerakanku. Selang berbagai belas menit tiba-tiba mertuaku mendekap aku erat sambil mengerakkan pinggulnya cepat.

Kemudian.. “Ahh.. Mmhh.. Enak sayang…” desah mami mertua ku mencapai puncak orgasmenya. Badannya melemas. Aku terus memompa kont*lku lebih cepat. Terasa lebih nikmat. Hingga berbagai lama kemudian aku tekan kont*lku ke celah mem*k mertuaku dalam-dalam, serta.. Crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam mem*k mertuaku. “Maaf, Ma.. Roy tidak dapat menahan.. Jadi keluar di dalam,” ujarku sambil memeluk tubuh mertuaku. “Tidak apa-apa, Roy,” jawab mertuaku.

“Mama telah minum obat kok,” ujarnya lagi. “Kalo mami berkunjung ke rumah kamu, dapat tidak ya kami meperbuat lagi?” tanya mami mertua ku. “Bisa saja, Ma.. Kami jalan berdua saja dengan argumen berangkat kemana…” jawabku. Mertuaku tersenyum. “Kita pulang Roy,” ucap mertuaku. Sesampai di rumah, aku langsung bersiap untuk pulang ke Bandung.

Ketika aku memanaskan motorku, mertua perempuan mendekatiku. Sementara mertua lelaki duduk di beranda. “Hati-hati di jalan ya, Roy,” ucap mertuaku. “Iya, Ma. Terima kasih,” ujarku sambil tersenyum. “Tengokin mami dong setidak jarang mungkin, Roy,” ucap mertuaku sambil tersenyum penuh arti. “Iya, Ma,” ujarku sambil tersenyum pula. Lalu aku pulang.

Sejak saat itu hingga saat ini aku rutin menyempatkan diri sebulan sekali untuk datang ke rumah mertuaku, pasti saja seusai aku di-SMS dahulu oleh mami mertua ku.

author
No Response

Comments are closed.