Judi Bola

Cerita Seks Guru Suka Mesum

573 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Ini adalah kisah nyata yg kualami saat berdinas di J,dan sangatlah terjadi Pagi itu,semacam biasa aku pergi kerja,sebagai wakil kepala aku harus datang pagi2 sebelum anak buahku datang. Apalagi menjelang tahun aliran baru sekolah

Setiba dikantor,seusai upacara bendera semua guru sibuk dengan aktifitasnya,kecuali guru agama Bapak Firul rupanya kedatangan tamu,dan kemudian melapor padaku,bahwa ada tamu yang ingin memasukan anaknya sekolah di SMP ku Akhirnya kuterima tamu itu,seorang bunda muda berparas manis,kulit putih,dengan body yang sangat luar biasa,tinggi dan padat berisi Menonton dari gayanya aku yakin,ibu ini tergolong yang agak lain dalam urusan seks

Kepada bunda muda itu kujelaskan bahwa kami telah tidak dapat menerima siswa baru,sebab telah tutup Tetapi bunda itu memaksa,akhirnya terpaksa aku berunding dengan kepala sekolah,yg dengan beberapa pertimbangan,khususnya sebab tetangga sekolah,yatim dll,maka anaknya kami terima Sebab tidak punya uang untuk anggaran sekolah maka sebelum pulang bunda itu beramanat supaya besok hari Selasa jam 8an aku kerumahnya,sehubungan dengan anaknya tadi

Keesokan harinya,dengan pertimbangan untuk menolong kesusahan bunda muda kemarin,aku kerumahnya Sebuah rumah kecil yg rapi dan bersih,tapi rumahnya tampak sepi,seusai ke 4 kalinya aku mengetuk dan mengucap salam,pintu dibuka juga,nampak bunda itu sedang mandi rupanya, ini terkesan dari handuk yg melilit ditubuhnya dan tangan dan kakinya yg putih nampak basah

Dia meminta maaf dan mempersilakanku masuk,lalu terburu-buru kembali ke air

Sejenak aku terpana menonton pemandangan tadi,ibu itu nampak amat seksi,tubuhnya yg sintal nampak sangat lembut dibalut handuk setengah badan,kulitnya punggungnya yg putih amat menggoda Tetapi kubuang jauh2 fikiran kotorku Aku duduk diruang tengah yg menghubungkan kamar dengan dapur dan kamar mandi

Tidak berapa lama bunda itu keluar,dengan rambut basah,badan tetap terlilit handuk,bahunya yg putih sedikit terbuka hingga pangkal dadanya,dan dadanya yg terlilit handuk nampak begitu besar, ia kini tidak lagi tergopoh2 semacam tadi,dengan tersenyum manis mempersilakanku minum yg telah disiapkan sebelumnya Lalu ia masuk kamar melaluiku,terciumlah wangi tubuhnya,dan pantatnya yg besar begitu saja lewat didepan mataku,bergoyang ke kanan kekiri

Mataku semacam hendak copot,jantungku berdegup kencang dengan pemandangan tersebut Beberapa hari kemudian bunda itu keluar lagi,rambutnya telah disisir,walau namapk tetap basah,atsannya telah memakai baju,tetapi dari pinggang kebawahmasih memakai handuk,dan yg membikinku bertanya2 adalah handuknya justru terus keatas,sekarang nampak kedua pahanya yg nampak empuk dan putih terus membikin dadaku gemuruh

Dia kemudian duduk di kursi panjang menghadap kepadaku,pahanya nampak seolah sengaja dipertontonkan kepadaku,terus membikinku rikuh Jantungku terus tidak karuan,tapi nampaknya dirinya tenang2 saja dan sambil,merapikan baju ia bicara

“ Maaf pak,agak tidak lebih sopan,mmmhh bapak dari mana “ tanyanya sederhana
“ Ciamis,” jawabku singkat
“ Maaf lho pak,udah menikah ?” tanyanya lagi
“ Udah,punya anak 1 “ jawabku

“ Oohhh… gini pak Maaf sebelumnya,saya gak punya anggaran untuk anak saya,gimana ya pak,saya gak enak sama bapak dan bapak kepala sekolah ?“ katnya membuka pokok maslah sambil tanganya terkesan sibuk memperbaiki Bhnya

Aku sehingga gak enak,tetapi tidak tahu harus berbuat apa,menegurnya takut dirinya malu,tidak ditegur aku yg bingung

“ Gini bu,seusai kami bicarakan kemarin dengan pak kepala,kami sepakat untuk menolong bunda tanpa mengeluarkan biaya,sebab bunda tetangga dan konon beritanya putra bunda anak yatim,begitu kan bu ?” Tanyaku

“ Ia pak,telah sejak SD bapaknya meninggal,terpaksa saya yg kerja,tapi maaf pak,anaknya kini tetap dijakarta “ jawabnya sambil menggeser kakinya terus terbuka,nampak kedua pangkal pahanya terus jelas dimataku

Aku pura-pura tidak menontonnya meski darahku terus deras mengalir ditubuhku,nafasku terasa sesak

“ O gitu,Jadi bunda kerja dimana?” tanyaku smabil menenangkan diri
“ Dijakarta,karyawan pabrik pak,ya daripada gak kerja,O ia panggil saya Tari pak,kayanya belum ibu2 banget ya “ balasnya sambil tersenyum manis
“ O ia,saya Diros “ kataku membalas tersenyum

Tiba-tiba ia bangkit dari kursinya dan duduk di kursi sebelahku,sambil membelakang ia mengatakan “ Pak,maaf banget,tolong kancing Bh saya gak masuk2,bisa gak dibantu “ katanya tanpa menengok

Aku tidak menduga bakal semacam itu,dadaku terus bergemuruh,menolak gak enak,gak menolak juga gak enak,maka dengan gemetar aku mengahadapi punggungnya,dan ia membawa bajunya,nampaklah pinggangnya yg montok dan putih mulus,

terkesan amat empuk,punggungya yg lebar dan juga montok sangat mulus,dengan jakun turun naik aku pegang tali Bhnya,dan berusaha mengikatkan kancingnya,tetapi agak susah,nafasku mulai tidak teratur Dengan tenang tari berbalik dan sambil tersenyum,matanya menatap mataku dalam2,lalu ia pergi ke kamar

“ Pak,ngobrolnya disini aja yuk,gak apa2 gak ada orang kok,lagian kan Cuma ngobrol “ katanya dari kamar

Aku terus bingung,apa yg harus kuperbuat,semantara darahku telah mendidih,kepalaku telah tidak lagi normal,selangkanganku terasa panas. Dalam keadaan bimbang aku menurut,nampak dikamar Tari sedang mangganti handuk dengan baju bawahannya,walau telah tertutup baju,tetapi nampak sekali pinggulnya yg besar sangat seksi dimataku

“ Duduk pak,” katanya mempersilakanku duduk

Semacam kerbau aku mengikuti perintahnya duduk di pinggiran tampat tidur Ketika Tari luar biasa dan memeluku,aku semacam disengat ribuan watt listips,tubuhku semacam terbakar hebat,dadaku bergetar,dan nafasku benar2 semacam habis berlari ribuan kilometer

“ Pak,saya udah bapak tolong,nah kini saya menolong bapak,” kata Tari sambil memeluk dan menciumiku ganas sekali,aku cuma melongo,tanpa tahu harus bagaimana,hingga tersentak ketika sadar, Tiara telah telanjang bulat,tubuhnya yg putih terpampang didepan mataku,matanya terkesan sayu penuh birahi,

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Di Malam Minggu

dadanya yg putih amat besar dan tetap membukit, berayun2 dalam elusan2 tangannya, perutnya yg bersih montok sangat merangsang,sementara dipangkal pahanya yg putih nampak seonggok bulu2 memenuhi bukit kecil yg menggunduk disela pahanya, pangkal pahanya yg besar dan montok telah terbuka lebar,semua menanti reaksiku

Sebagai manusia biasa,dihadapkan faktor semacam itu otakku buntu,tetapi terlintas rasa takutku,bahwa ini sebuah jebakan untuk ku,aku kuatir ini tipuan untuk menjerumuskanku Maka seketika akal sehatku kembali,dan dengan terengah2 aku buru2 keluar,pamitan

Tiara mengejarku,dan memluk tubuhku dari belakang,nyerrr darahku berdesir,ketika payudaranya yg dingin dan empuk menyentuh punggungku,sementara terasa gundukan bawah perutnya menekan pantatku lututku terasa lemas… tapi aku berusaha bersi kukuh

“ Jangan sekarang… hhhhh… ” kilahku,” kelak kami cari waktu ” Lalu tergopoh2 kupakai sepatuku meninggalkan Tiara yg melongo menonton kepergianku

Setiba disekolah,nafsuku tetap menggebu,aku gak lagi konsen, maka terpaksa aku ke WC guru,membuka celanaku,sambil membayangkan yg baru terjadi,dengan nafas memburu kukocok kemaluanku dengan sabun yg ada disana,ooohhh…nikmat sekali membayangkan airmaniku keluar ditubuh putih mulus tiara Muncratlah air maniku di WC itu

Seusai keluar,aku tetap panas dingin,lalu menemui kepala dan ngobrol dengan pak Idhar kepala sekolahku mengenai kejadian barusan,pak Idhar cuma tersenyum,sambil menepuk 2 pundak ku, “ Pa Diros,Pa Diros,…bersyukurlah,bapak terbebas dari godaan syetan “ katanya bijak

Esoknya,aku ketemu dengan pak Firul,kamipun ngobrol,ketika pembicaraan hingga pada faktor itu,dia nampak antusias

“ Bapak gak mau,rumahnya dimana,emang gak ada siapa2” tanyanya nyerocos
“ Ya nggaklah pak,saya tetap eling,kenapa pak ?” tanyaku heran
“ Nggak,Tanya aja “ jawabnya sambil tersenyum

Menjelang istirahat,aku ada kebutuhan berhubungan dengan kegiatan kesiswaan menjelang MOS,tapi ketika pak Firul dicari tidak ada,seorang Suanta,penjaga sekolah mengatakan pak Firul ke kampung sebelah,aku sehingga curiga jangan2… !!!

Maka aku segera pergi kesana,nampak rumah bu Tari sepi2 saja,ketika kuketuk tidak ada yg menyahut,maka kucoba mendorong pintu itu,nyatanya tidak dikunci,aku melongok kedalam,tetapi juga sepi,kucoba masuk dengan hati2,nampaklah sebuah sepatu yg kukenal,sepatu pak Firul…

Maka perhatian kualihkan ke kamar dan samar2 terdengar suara2 merintih dikamar,jantungku berdebar kucoba mengintip dari celah pintu… Astaga pak firul dan Tari nampak sedang berkutat dan sama2 telanjang. Sebab pandanganku tidak lebih jelas,maka kutarik kursi kedepan pintu,dan dari atas pintu kamar jelaslah semuanya…

Aku tidak tahu apa yg harus kuperbuat,mengabarkan kejadian itu atau…mengintipnya tetapi setan benar2 menutup hatiku Aku mengunci pintu luar,lalu meliahat kedapur dan ruang depan,semua terkunci dan tidak ada siapa2… Maka dengan berdebar,aku naik kekursi…

Tari nampak sedang tidur telentang kedua kakiknya rebuka lebar2 dan dengkulnya diangkat keatas dipegang kedua tanganya merapat ker payudaranya…sementara Firul tengah tertelungkup kepalanya berada diselangkangan Tari menjilat2 kemaluan Tari…

“ OOOhhhh…ssssshhh…terussss…terusss… ” Tari merintih rintih…pantatnya digoyang2kan menyambut jilatan firul

Firul membawa kepalanya,lalu kedua tangannya memnguakan paha Tari terus lebar,nampaklah vagina tari yg basah kuyup,bibir kemaluanya sedikit menggelambir kiri kanan,nampak panjang saat ditarik2 dan dimainin firul…kelentit tari nampak terus besar dan lobang kemaluannya yg amat merah telah benar2 terbuka…

tiba2…firul menguakan pantat tari,jarinya nampak mencari2 sesuatu…yg menjadi target firul adala celah dubur tari,dikorek2nya dubur tari dengan lembut dan dengan terburu2,firul kemudian mencucuk2kan lidahnya kedubur tari,nampak tari blingsatan,terus mengerang2 tidak keruan

“ OOOOuuhkkkk…ssssshhhh…enak banggghhettthhh…ssshhhh…” rintihnya…Firul terusganas menjilat 2 dubur tari,sesekali kelentit tari sehingga sasaran,hingga sebuahketika jari kiri Firul nampak menekan dubur tari,dan sedikit demi sedikit memasuki dubur tari,sementara jari kanan Firul memasuki kemaluan Tari,sedangkan lidahnya,tak henti2 menjilat2 vagina dan kelentit Tari

Semula ketika jari Firul memasuki duburnya,kufikir Tari bakal menolak dan memarahi Firul,tetapi diluar dugaan,Tari terus menakan2 pantatnya,menyambut semua tekanan di vagina dan duburnya…

“ OOOhhhkkk… terrrrusss…ooohh… ” lenguhnya tidak henti2 nafsuku telah tidak terbendung lagi…maka dengan nafas memburu tertahan,aku membuka celanaku,dan mencari sabun di WC,tetapi aku Cuma menemukan shampoo segera kubawa dan kembali ke kursi Pemandangan dikamar telah berubah

Sekarang Tari diatas Firul,dengan posisi 69,pantat Tri yg besar benar2 menghadap kearahku,dibawahnya Firul sibuk menghisap dan menjilat kemaluan Tari,sementara kemaluannya menyerbu keluar masuk dimulut Tari,aku terus lemas darahku benar2 mendidih…

“ SSSShhhh… ooohhh ssshhh…” Tari mengerang berulang

Firul kemudian berbalik dan Tari tetap diatasnya,nampak mengarahkan kemaluan Firul kedalam kemaluanya…aku harap2 cemas diluar,dan ketika kemaluan Firul cocok di tengah vagina Tari,Tari menekannya blessshh…masuklah kemaluan itu sepenuhnya kedalam kemaluan Tari Tari langsung mengelosoh diatas tubuh Firul,sementara dari mulut mereka keluar keluhan bersamaaan

“ Oooouhhhkkkhhh… ”

Aku terus mengocok kemaluanku,terasa nikmat sekali,apalagi nampak celah dubur Tari yg kuncup mekar tiap Tari menekan alias luar biasa pantatnya,aku terasa seolah ditarik tarik untuk memasuki celah dubur yg memerah itu

Tangan Firul tidak tinggal diam,yg kiri nampak meremas2 pantat Tari yg membungkah besar,sedang tangan kananya kembali mencari2 celah dubur Tari,lalu ketika jarinya menemukan ygdicarinya,dicelupkannya telunjuknya didubur Tari,aku yg memperhatikan sambil mengocok kemaluanku,merasa bahwa kem,aluankulah yg memasuki dubur itu… Ooooh nikmatnya

Tari nampak menikmati ransangan luar biasa di kedua celah miliknya,rintihanya terus menjadi2,sementara kepalanya oleng kekiri dan kekanan sambil tengadah dengan mulut terbuka yg tidak henti mendesisi2 sepereti orang kepedasan. Tidak berapa lama,tari terus mempercepat gerakanya,nafasnya terus memburu,sementara lenguhannya terus keras dan cepat…

BACA JUGA  Cerita Seks Pengen Klimaks

“ OOOOuuh…ssshhh oooohhh…” pantatnya menyembul2 dalam gerakanya yg terus menggila,hingga sebuahketika,tubuhnya seolah tersentak,punggungnya melengkung,sementara pantatnya terkesan menekan kuat2 kerah kemaluan Firul,sekujur tubuhnya menegang seolah olah sedang sekarat…

“ OOOouuhhhhhhhkkkkhhhhhhhh… akkku kkkhhhlluaaarrrr…””” erangnya meracau sambil menggigit bibir Firul kuat2…lalu tubuhnya roboh diatas tubuh Firul Tari telah mencapai orgasmenya yg pertama

Firul nampak tenang2 saja,sambil tersenyum ia bangun,dan menunggingkan Tari,dan Tari menurut saja,lalu kemaluannya diarahkan kearah kemaluan Tari,sementara tanganya merengkuh payudara Tari yg menggantung besar,dan sekali tekan blessshhh…kemaluan Firul kembali menghantam kemaluan Tari dari belakang,kembali meraka melenguh bersamaan ,

Tari nampak mendongak menerima hantaman Firul,lalu suara desissan semacam orang kepedasan keluar dari mulutnya berulang ulang…rupanya Tari tetap menikmati sisa kenikmatan yg tadi,Firul terus asik mengeluar masukan kemaluannya,hingga nampak busa2 putih menetes dari pinggir2 kemaluan Tari,mungkin sisa2 orgasme Tari yg tadi

Aku terus nikmat mengocok2 kemaluanku,dan jujur saja,sebetulnya aku hampir memuncratkan maniku ketika Tari orgasme tadi,tapi aku tetap penasaran,sehingga berusaha menahanya meski terasa telah diubun2…

Tiba2 Firul si guru mesum mengeluarkan kemaluannya,sementara tangan kannannya sibuk menjangkau klitoris Tari dan mengocok2nya nampak firul setengah duduk,mulutnya kemudian menjilat2 dubur Tari,tangan kirinya menyusupkan jarinya sedikit2 ke celah dubur Tari,dan diluar dugaanku,Tari terus menunggingkan pantatnya,sementara mulutnya mendesis desis semacam ular…

“ SSSShhhh… oooohhhkkkk… terusss…oooohhhhkkkhh…” desisnya berulang2

“ Firul kembali berjongkok,dan mengarahkan kemaluannya persis ke celah dubur Tari,lalu menakannya sedikit,luar biasanya lagi,menakan sedikit hingga setengah kepalanya masuk,mengeluarkanya lagi,begitu seterusnya

Efeknya luar biasa,Tari nampak nafsunya bangkit dengan tinggi2nya…nafasnya benar2 memburu,pantatnya terus tinggi menungging sementara celah duburnya nampak terus merah dan mulai membesar kuncup mekar dengan nafas memburu,Firul si guru mesum kembali mengarahkan kemaluanya ke celah dubur Tari dan dengan sekali tekan blessshhh…masuklah kemaluan Frul memenuhi dubur Tari

Tari merasakan sensasi yg luar biasa diduburnya,duburnya terasa panas,penuh terganjal dan semacam mau beol,tetapi terasa hangat kemaluan Firul dan nikmatnya ketika keluar masuk membikin nafsunya terus tinggi

“ Oooohhh…terusss…terussshhh…ooohhkkk…” erangnya

Firul si guru mesum nampak terhentak dan diam sejenak,ketika mersakan tubuhnya melayang terbang,tubuhnya terguncang guncang menahan nikmat yg melanda kemaluannya,terasa terjepit sangat kuat oleh dubur Tari,dinding2 dubur Tari mengunci ketat setiap dirinya luar biasa dan mendorong kemaluannya…Firul membeliak2 marasakan kenikmatan yg tiada taranya…

Aku yg tidak menduga, tidak lagi kuat menahan diri,kemaluanku hampir menumpahkan air mani…terasa nikmat sekali setiap kocokan tanganku dikepala kemaluanku,seolah2 dubur Tari yg memilin2 kemaluanku…tetapi aku tetap berusaha menahannya… Dikamar Tari nampak mempercepat gerakan pantatnya mundur maju,menyambut setiap sodokan dan hujaman Fairul si guru mesum di duburnya, mulutnya terus mendesis2,

“ OOOhkkk… sssshhhh… oooohhhh… ” rintihnya, dan sungguh ajaib,suatu ketika,Tari nampak mendorong pantatnya kebelakang kuat2 tubuhnya melengkung2 ketas kebawah,sementara duburnya tetap tertancap kemaluan Firul seteguh2nya dari mulutnya keluar geraman semacam orang sekarat…

“ Heuuuueuuueuhhhhkkkkhhh… !” Matanya nampak mendelik2,lalu mengejang kembali semacam tadi,rupanya Tari telah memncapai orgesmenya yg kedua

Dan pada saat yg sama,rupanya Firul si guru mesum tidak mampu lagi menahan dirinya,Firulpun menekan kuat2 kemaluanya ke dubur Tari,sehingga firul merasa seolah2 kemaluannya menancap ke dasar dubur Tari,tubuhnya melengkung mendekap tubuh Tari erat2,gerakannya terhenti seketika,menikmati kedutan2 du ujung kemaluanya…nikmat tidak terhingga…

“ Hooooouuuhhhkkkkhhh…akkkhu keluarrrr “ ucapnya parau,dan muncratlah airmaninya memenuhi celah dubur Tari,Tari merasakan nikmatnya semburan2 air mani Firul di duburnya,terasa hangat menyembur2 dinding2 duburnya Vagina dan dubur Tari terasa mengedut2,memunculkan gerakan mencengkram2 di vagina dan duburnya,hal itu membikin Firul si guru mesum terus mengeluh2 kenikmatan lalu keduanya tergeletak lesu dikasur

Ketika Tari melengkungkan tubuhnya berulang2,aku tidak dapat menahan diri lagi,badanku mengejang,dan kemaluanku tarasa terus nikmat,seluruh darahku seolah2 terkumpul diujung kemaluanku,dan menyemprot2 menjadi air mani yg sangat tidak sedikit,lalu mengedut ngedut menyisakan nikmat yg sangat dan akupun mengeluarkan air mani sambil menjerit lirih tertahan “ OOOOOuuuhhh… ”

Buru2 aku pakai celanaku,kursi kurapikan lagi,sampho kusimpan dimeja,dan segera keluar,diluar tangaku kubersihkan dengan daun yg ada dikurang lebih,stelah terasa bersih,dan mengecek celanaku juga bersih,aku mengetuk pintu

Seusai agak lama,keluarlah Tari,nampak agak lusuh dan berkeringat,kulitnya yg putih nampak kemerah2an sebab lelah

“ Maaf bu,saya ada butuh,boleh masuk ?” tanyaku pura2 tidak tahu apa2
“ Oh ,eh iya pak,silahkan !” katanya gugup

Lalu aku masuk,dan seusai duduk aku perhatikan ia nampak gelisah

“ Gini bu,jangan kuatir,sya mencari Pak Firul,tadi saya lihat masuk kesini,bisa dipanggilkan bu ?” kataku kemudian

Dia nampak bimbang dan kikuk “ Ehh eee…iaya…ehh…ooo aada “ Katanya terbata bata

“ Ya udah,gak apa2 tolong dipanggil ya Bu “ kataku menenangkan

Tak lama Pak Firul si guru mesum keluar,sambil cengar cengir,lalu mendekatiku,dia bebisik,

“ Maaf pak,saya mekegunaaankan,sayang pak “ katanya menyebalkan

Aku Cuma tersenyum sambil mengatakan “ Ini pak,ada kebutuhan untuk MOS,tolong segera dilaksanakan,gimana dapat ?”

“ Ia,bisa pak,” katanya,masih cengar cengir kaya kambing
“ Baik pak,saya tunggu laporannya,jangan lupa cuci dulu pak “ kataku menyindir Nampak Tari memerah mukanya,lalu menghampiriku
“ Abis bapak gak mau tadi. Bapak ini katanya suruhan bapak ,ya udah ,bapak kelak kesini ya saya tunggu awas lho

“ Katanya tetap berbisik Aku cuma tersenyum dan segera pamit Pa Firul si guru mesum mengikutiku sambil tetap cengar cengir semacam kuda.

author
No Response

Comments are closed.