Judi Bola

Cerita Seks Gadis Incaran Disekolah

346 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Hari telah senja awan mendung pun mulai menyelimuti kota metropolitan ini membikin suasana terus gelap, di saat itu di suatu SMA populer di kota itu nampak gadis-gadis membubarkan diri dari suatu ruang aula olahraga. Mereka mengakhiri latihan rutin paduan suaranya.

Tawa dan canda khas gadis-gadis SMA mengiringi mereka bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang telah gelap itu. Sementara itu suara gunturpun terdengar pertanda hujan bakal segera turun. Ada yang dijemput oleh orangtuanya, adapula yang mengangkat mobil pribadi, dan ada juga yang memakai angkutan umum.

Aku benar-benar hafal dengan aktifitas anak-anak SMA ini, sebab terbukti telah hampir sebulan ini aku bekerja sebagai tukang cat disekolah ini. Usiaku terbukti telah tidak muda lagi, saat ini aku berumur 48 tahun. Aku merupakan seorang duda, istipsu telah lama minggat meninggalkanku seusai mengenal aku tengah meperbuat hubungan intim dengan keponakannya.

Reputasiku sebetulnya lebih tidak sedikit didunia hitam, dulu aku dikenal sebagai seorang germo yang aku sambi dengan berdagang ganja. Tetapi beberapa bulan yang lalu semua para wanita yang aku jajakan terkena razia dan kemudian bisnis ganjaku hancur seusai kurir yang biasa mengangkat ganja ditembak mati oleh aparat.

Di sekolah ini aku tidaklah sendirian aku masuk bekerja dengan sahabatku yang bernama Charles yang seorang residivis kambuhan. Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 46 th, perawakannya tinggi besar rambutnya panjang dan kumal. Kami berdua sengaja nasib berpindah-pindah tempat. Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, kami hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusen-kusen pintu-pintu kelas di sekolah ini.

Kami tidak dibayar mahal tetapi kami mempunyai keleluasaan untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklumlah kami merupakan perantau yang nasib nomaden. Di antara gadis-gadis tadi, ada salah seorang cewek cantik yang paling menonjol. Aku benar-benar hafal dengannya. Sebab terbukti dirinya cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, jadi akupun tidak jarang menonton dirinya mondar-mandir di sekolahan ini.

Adinda namanya. Postur tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan imut-imut, kulitnya putih bersih dan wangi rutin, rambutnya ikal panjang sebahu dan rutin diikat model ekor kuda. Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya rutin berkapasitas ketat,

rok seragam abu-abunya berpotongan sejengkal di atas lutut jadi pahanya yang putih mulus itu terkesan, ukuran roknyapun ketat sekali membikin pantatnya yang sekal itu terkesan menonjol, hingga-sampai garis celana dalamnya pun terkesan jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, tidak lupa kaos kaki putih rutin menutupi betisnya yang putih mulus itu.

Tidak dapat kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya. Tetapi perasaan cintaku terhadap Adinda lebih didominasi oleh nafsu sex semata. Gairahku memuncak jika aku memandanginya alias berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini.

Ingin aku segera meyetubuhinya. Tidak sedikit telah pelacur-pelacur kunikmati bakal tetapi belum sempat aku menikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy semacam Adinda ini. Aku ingin memperoleh kepuasan itu bersama dengan Adinda.

Informasi demi info kukumpulkan dari orang-orang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah. Dari merekalah aku mengenal nama gadis itu. Dan dari orang-orang itupun aku tahu bahwa Adinda merupakan seorang siswi yang duduk di kelas 2, umurnya baru 16 tahun.

Beberapa hari yang lalu dirinya memperingati hari ulang tahunnya yang ke-16 di kantin sekolah ini bersama kawan-kawannya sekelas. Diapun tergolong siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra di sekolah ini.

Dan yang info terbaru yang kudapat bahwa dirinya nyatanya merupakan salah seorang finalis gambar model yang diselenggarakan oleh suatu majalah khusus untuk remaja putri populer di Negeri ini dan bulan depan dirinya bakal mengikuti seleksi bagian akhir.

Kini disaat sekolah telah sepi salah satu dari gadis-gadis anak buah paduan suara tadi itu tengah merintih-rintih dihadapanku. Dirinya merupakan cewek cantik cantik yang terbaru kalinya tetap tersisa di dalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda ria dengan kawannya melewati HP-nya, semetara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Ayam Kampus

Beberapa menit yang lalu melewati suatu pergulatan yang tidak sebanding aku telah sukses meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang tubuhnya, dan mulutnya kusumpal dengan kain gombal. Seusai itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini.

Tidak salah salah lagi gadis itu merupakan Adinda, cewek cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat hafal dengan kebiasaannya yaitu menantikan jemputan supir orang tuanya di kala berakhir latihan sore dan sang supir rutin telat datang setengah jam dari jam bubaran latihan. Jadi dirinya paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Saat ini dirinya meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya.

Semacamnya dirinya memohon-mohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu. Sesekali nampak dirinya meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, tetapi sia-sia saja, aku telah mengikat erat dengan beberapa simpul.

Posisinya saat ini bersujud di hadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dirinya saat ini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat di dalam dirinya. Kunyalakan sebatang rokok dan kunikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh cewek cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi.

Kunikmati rintihan dan tangis cewek cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagaikan seseorang yang tengah menikmati alunan musik di dalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga di sekolah yang tua ini. Sesekali dirinya meronta-ronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu.

Lama kelamaan kulihat badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak lagi sekeras tadi dan kini dirinya telah tidak lagi meronta-ronta mungkin tenaganya telah habis seusai sekian lamanya menagis meraung-raung dengan mulutnya yang telah tersumbat.

Semacamnya di dalam hatinya dirinya rugii, kenapa Heru supirnya rutin telat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah di saat latihan usai, kenapa malah asyik melewati HP bercanda ria dengan Fifi sahabatnya. Yah, semua telat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan bakal terjadi pada dirinya.

“Selesai Yon.., pintu psupaya depan telah gue tutup dan gembok”, terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal.

Nyatanya Charles dengan langkah agak gontai dirinya menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini.

“OK.. Sip, gue udah selesaiin nih anak, tinggal kami pake aja..”, ujarku terhadap Charles sambil tersenyum.

Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini. Mereka langsung mengandalkan terhadap kami untuk menjaga sekolah ini selagi mereka pergi.

Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Adinda yang tetap berada di dalam sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok jadi orang-orang menyangka pastilah telah tidak ada aktifitas alias orang lagi di dalam gedung ini. Pak Heru sang supir yang menjemput Adinda pastilah berpikiran bahwa Adinda telah pulang, seusai menonton keadaan sekolah itu.

Kupandang lagi tubuh Adinda yang lunglai itu, badannya bergetar sebab rasa takutannya yang teramat sangat di dalam dirinya. Hujanpun mulai turun, ruangan di dalam bangsal terus gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk ke dalam bangsal itu, Charles menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, jadi lumayan menerangi bagian dikurang lebih kami saja.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Memek Muda

Kuhisap dalam-dalam rokokku dan seusai itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak menangkap Adinda di teras sekolah tadi.

“Gue dulu ya..”, ujarku ke Charles.
“Ok boss..”, balas Charles sambil kemudian berlangsung meninggalkan aku keluar bangsal.

Kudekati tubuh Adinda yang tergolek dilantai, kuraba-raba punggung cewek cantik itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepok-tepok.

Badan Adinda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, semacamnya dirinya kembali memohon sesuatu, bakal tetapi sebab mulutnya tetap tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya.

Dari daerah pantat tanganku turun ke bawah ke daerah lututnya dan kemudian menyelinap masuk ke dalam roknya dan naik ke atas ke bagian pahanya. Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Adinda ini, kuusap-usap terus menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang tetap ditutupi oleh celana dalam.

Sebab telah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel dilantai, dengan kedua tangannya tetap terbelit kebelakang. Aku singkapkan rok seragam kelabu SMA-nya hingga sepinggang.

“Waw indah nian.. Gadis ini” gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini.

Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terkesanlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih. Sementara Adinda terus menangis saat ini aku memposisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba meraba-raba selangkangan gadis ini.

Disaat jari tengahku menempel dibagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tiba-tiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin saat ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan seorang lelaki. Di saat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku itu, aku korek-korek lobang kemaluannya. Dengan maksud supaya keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu.

Tubuhnya seketika itu menggeliat-geliat disaat kukorek-korek lobang kemaluannya, suara desahan-desahanpun terdengar dari mulut Adinda, tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang dikeluarkan dari lobang vaginanya. Seusai itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batang kemaluanku denga tangan kiriku kearah bibir vagina Adinda. Pertama yang aku pakai merupakan gaya anjing, ini merupakan gaya favoritku. Dan..

“Hmmpphh..”, terdengar rintihan dari mulut Adinda disaat kulesakkan batang kemaluanku kebibir vaginanya.

Dengan sekuat tenaga aku mulai mendorong-dorong batang kemaluanku masuk kelobang kemaluannya. Rasanya sangat seret sekali, sebab sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya.

Kulihat badan Adinda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali menggeliat-geliat. Aku tahu saat ini dirinya tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya. Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, tetapi harum wangi parfumnya tetap terus tercium, membikin segarnya bau Adinda saat itu, rintihan-rintihan terdengar dari mulutnya yang tetap tersumpal itu.

Dan akhirnya seusai sekian lamanya aku terus melesakkan batang kemaluanku, saat ini bobol telah lobang kemaluan Adinda. Aku telah sukses menanamkan seluruh batang kemaluanku ke dalam lobang vaginanya. Kurasakan kehangatan di sekujur batang kemaluanku, dinding vagina Adinda terasa berdenyut-denyut semacam mengurut-urut batang kemaluanku.

Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam di dalam lobang vaginanya, kunikmati denyutan-demi denyutan dinding vagina Adinda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan semacam ada cairan mengucur mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian meluber keluar menetes-netes.

Ah.. Nyatanya itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari cewek cantik ini.

author
No Response

Comments are closed.