Judi Bola

Cerita Seks Dosen Pemuas Nafsu

176 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Sebut saja namaku Rudi, Aku adalah mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas di Surabaya. Di kampus aku memiliki seorang dosen yang cantik dan lembut. Namanya Bu Via. Berkenaan dengan Bu Via, ada sesuatu yang membikin kenasibanku lebih indah dan membahagiakan selagi hampir tiga bulan ini

Bermula pada sebuahsiang ketika aku meperbuat bimbingan sebuahtugas akhir Di jurusanku sebelum masuk ke skripsi, seorang mahasiswa wajib mengambil tugas akhir mengerjakan sebuah tampilan Bu Via adalah pembimbingku untuk tugas tersebut

Bimbingan berjalan pendek saja, sebab Bu Via ada tugas lain di luar kampus saat itu Ketika berakhir, Bu Via bilang padaku supaya datang ke rumahnya saja pada malam harinya untuk melanjutkan bimbingan Malamnya aku datang

Rumahnya ada di sebuah rumit perumahan yang sepi dan tenang Bu Via telah bercerai dari suaminya Ia berusia kurang lebih 37 tahun, dengan seorang anak yang tetap bersekolah TK Meskipun telah berusia 37 tahun, tetapi Bu Via tetap kelihatan semacam baru lepas ABG saja Kulitnya putih, bersih dan segar

Bodinya langsing, meskipun tidak terlalu tinggi Pada kaki dan tangannya ditumbuhi bulu-bulu halus, tapi lumayan lebat, yang kontras dengan kulitnya yang putih itu Saat itu adalah liburan TK-SD dan anaknya sedang berlibur di rumah sepupunya yang seumur dengan dia

Aku dan Bu Via sebetulnya terbukti telah lumayan bersahabat Dirinya sempat menjadi dosen waliku dan berbagai kali aku sempat datang ke rumahnya, jadi aku tidak canggung lagi Apalagi dalam tidak sedikit faktor selera kami sama, umpama soal selera musik Seusai bimbingan berakhir, kami hanya mengobrol ringan saja Kemudian Bu Via minta tolong padaku

“Rud, slot lemari pakaian di kamarku rusak, bisa minta tolong diperbaiki?”, begitu katanya malam itu

Kemudian aku dibawa naik ke lantai dua, ke kamarnya Kamarnya wangi Penataan interiornya juga indah Kurasa wajar saja, sejak semula aku tahu ia punya selera yang keren Itu pula yang membikin kami akrab, kami juga tidak jarang memperbincangkan soal-soal semacam itu, tidak hanya soal-soal yang berkaitan dengan kampus Aku tersenyum ketika melihat sebagian isi lemari pakaiannya

Lingerie-nya didominasi warna hitam Aku juga menyukai warna semacam itu Warna semacam itu tidak jarang pula kusarankan pada Kiki cewekku untuk digunakannya, sebab dengan pakaian dalam semacam itu membikinku lebih bergairah Bu Via hanya tersenyum melihatku “terlihat” menyaksikan tumpukan lingerie-nya

Dengan serius kuperbaiki slot pintu lemarinya yang rusak Ia keluar meninggalkanku sendirian di kamarnya Sesaat kemudian pekerjaanku berakhir Saat itu Bu Via masuk Tiba-tiba tanpa kusangka, ia melap peluh di dahiku dengan lembut. AC di kamarnya terbukti dimatikan, jadi udara gerah

“Panas Rud? Biar AC-nya kuhidpkan”, begitu katanya sambil mengnasibkan AC

Saat kekagetanku belum hilang, ia kembali melap keringat di dahiku Dan hari ini bahkan dengan lembut ia mendekatkan wajahnya ke wajahku Segera aku menyambar aroma wangi dari tubuhnya hingga membikin jantungku berdetak tidak semacam biasanya

Bahkan kemudian ia melanjutkan membikin detak jantungku terus kencang dengan mendekatkan bibirnya ke bibirku Sesaat kemudian kusadari bibirnya dengan lembut telah melumat bibirku Kedua tangannya dilingkarkan ke leherku dan terus dalam pula aroma wangi tubuhnya terhirup napasku, yang bersama tindakannya melumat bibirku, kemudian mengalir dalam urat darahku sebagai sebuah sensasi yang indah

Ia terus melumat bibirku Lalu tangannya pelan-pelan membuka satu persatu kancing kemejaku Saat itu aku mulai sanggup menguasai diriku Maka dengan pelan-pelan pula kubuka kancing blusnya Seusai kemejaku lepas, ia hebat resliting jeansku Begitu pula yang kuperbuat dnegan roknya, kutarik resliting yang mengunci rokya Kemudian ia melepaskan bibirnya dari bibirku dan membuka matanya

Saat itu aku terbelalak melihat keindahan yang ada di depan mata Payudaranya sedang-sedang saja, tapi indah dan terlihat kencang dibungkus bra hitam bepotongan pendek berenda yang membikin barang indah itu tampak terus indah

Payudaranya seolah “hanging wall” yang mengajak seorang climber untuk menaklukkannya dengan hasrat yang paling liar Dan menengok ke bawah, aku terus dibangun terlihat dan jantungku juga terus berdetak kencang

Di balik celana dalam dengan potongan yang pendek yang juga berwarna hitam berenda yang indah, tersembul bukit venus yang menggairahkan Di tepi renda celana itu, tampak rambut yang menyembul indah melengkapi keindahan yang telah ada

Kulihat Bu Via juga tersenyum menatap lonjoran tegang di balik celana dalamku Tangannya yang lembut mengelus pelan lonjoran itu Sensasi yang menjelajahi ajaran darahku kemudian menggerakkan tanganku mengelus bukit venusnya Ia tampak memejam sesaat dengan erangan yang pelan ketika tanganku menyentuh daging kecil di tengah bukit venus itu

Ia kemudian melanjutkan tindakannya melumat bibirku dengan lembut Bibirnya yang lembut dan napasnya yang wangi kembali membikinku dialiri sensasi yang memabukkan Ia rupanya terbukti sabar dan tidak terburu-buru dengan libido nya untuk segera menuju ke puncak kenikmatan

Bibirnya kemudian ia lepaskan dari bibirku dan ia menyelusuri leherku dengan bibirnya Napasnya membelai kulit leherku jadi terasa geli tetapi nikmat Kadang-kadang ia mengginggit leherku tetapi rupanya ia tidak ingin meninggalkan bekas Ia tahu bahwa aku punya pacar, sebab belum lama, Kiki kuperkenalkan padanya saat kami berjumpa di sebuah toko buku

Ia kemudian turun ke dadaku dan mempermainkan puting susuku dengan mulutnya, yang membikin ajaran darahku dialiri perasaan geli tapi nikmat Terus ke bawah ia diam sesaat menatap batang yang tersembunyi di balik celana dalamku, yang waktu itu juga berwarna hitam

Sesaat ia mempermainkannya dari luar Ia kemudian dengan lembut hebat celana dalamku Ia tersenyum ketika menyaksikan penisku yang tegak dan kencang, semacam mercu suar yang siap memandu pelayaran gairah libido kewanitaannya

Dengan lembut ia kemudian mengulum penisku Maka ajaran hangat yang bermula dari permukaan syaraf penisku pelan-pelan menyusuri ajaran darah menuju ke otakku Aku serasa diterbangkan ke awan pada ketinggian tidak terukur Bu Via terus mempermainkan lonjoran daging kenyal penisku itu dengan kelembutan yang menerbangkanku ke awang-awang

Caranya mempermainkan barang kejantananku itu sangat tidak sama dengan Kiki cewekku Kiki meperbuatnya dengan ganas dan panas, sedangkan Bu Via sangat lembut seolah tidak ingin melewatkan seluruh tahap syaraf yang ada di situ Lumayan lama Bu Via meperbuat itu

Ketika perjalananku ke awang-awang kurasakan cukup, kutarik penisku dari dekapan mulut lembutnya Giliran aku yang ingin membikin dirinya terbang ke awang awang Maka kubuka bra yang menutupi payudara indahnya Terus terperangahlah aku dengan keindahan yang ada di depan mataku

Di depanku bediri dengan tegak bukit kembar yang indah sekaligus menggairahkan Di kurang lebih puncak bukit itu, di kurang lebih putingnya yang merah kecoklatan, tumbuh bulu-bulu halus Meningkatkan keindahan buah dadnya Tapi aku tidak mengawalinya dari situ Aku hanya mengelus putingnya sebentar Itupun aku telah meringkus desah halus yang keluar dari bibir indahnya

Kumulai dari lehernya Kulit lehernya yang halus licin semacam porselen dan wangi kususuri dengan bibirku yang hangat Ia mendesah terpatah-patah Apalagi ketika tanganku tidak kubiarkan menganggur Jari-jariku memijit lembut bukit kenyal di dadanya dan kadang-kadang kupelintir pelan puting merah kecoklat-coklatan yang tumbuh matang di ujung buah dadanya itu

Kurasakan terus lama puting itu pun terus keras dan kencang Seusai puas menyusuri lehernya, aku turun ke dadanya Dan segera kulahap puting yang menonjol merah coklat itu Ia menjerit pelan Tapi tidak kubiarkan jeritannya berhenti

Kusedot puting itu dengan lembut Ya, dengan libido yg lembut sebab aku yakin gaya semacam itulah yang diharapkan orang semacam Bu Via Mulutku semacam lebah yang menghisap kemudian terbang berpindah ke buah dada satunya Tapi tidak kubirakan buah dada yang tidak kunikmati dengan mulutku, tidak tergarap Maka tangankulah yang meperbuatnya Kuperbuat itu berganti-ganti dari buah dada satu ke buah dadanya yang lain

Seusai puas aku turun bukit dan kususuri setiap jengkal kulit wanginya Dan saat aku terus turun kucium aroma yang khas dari barang pribadi seorang perempuan Aroma dari vaginanya Terus besarlah gairah libido yang mengalir ke otakku Tapi aku tidak ingin langsung menuju ke sasaran

Cara Bu Via membikinku melayang rupanya mempengaruhiku untuk tenang, sabar dan pelan-pelan juga membawanya naik ke awang-awang Maka dari luar celana dalamnya, kunikmati lekuk bukit dan danau yang ada di situ dengan lidah, bibir dan kadang-kadang jari-jemariku Kusedot dengan nikmat aroma khas libido yang keluar dari sumur yang ada di situ

Seusai lumayan puas, baru kutarik celana dalamnya pelan-pelan Aku tersentak menyaksikan apa yang kulihat Bukit venus yang indah itu ditumbuhi rambut yang lebat Tapi terlihat bahwa yang ada di situ terawat Walau lebat, rambut yang tumbuh di situ tidak berantakan tapi merunduk indah mengikuti kontur bukit venus itu Mesikipun aku sempat membayangkan apa yang tumbuh di situ, tapi aku tidak mengira seindah itu

Ya, aku dan kawan-kawanku tidak jarang bergurau begini saat melihat Bu Via: apabila rambut di tempat yang terbuka saja subur, apalagi rambut di tempat yang tersembunyi Dan nyatanya aku bisa membuktikan gurauan itu Nyatanya rambut di tempat itu terbukti luar biasa

Bahkan aku yang semula berpikir rambut yang menghiasai vagina Kiki hebat sebab subur dan indah, kemudian menerima kenyataan bahwa ada yang lebih indah, yaitu milik Bu Via ini Dari samping keadaan itu semacam taman gantung yang terawat saja.

BACA JUGA  Cerita Dewasa SMA Ngentot di Sekolah

Segera berkelebat pikiran dalam otakku, alangkah menyenangkannya tersesat di hutan teduh dan indah itu Maka aku segera menenggelamkan diri di tempat itu, di hutan itu Lidahku segera menyusuri taman indah itu dan kemudian melanjutkannya pada sumur di bawahnya Maka Bu Via menjerit kecil ketika lidahku menancap di celah sumur itu

Di celah vaginanya Aroma khas vagina yang keluar dari celah itu terus melambungkan gairah libido ku Dan jeritan kecil itu kemudian di susul jeritan dan erangan patah-patah yang terus menerus dan gerakan-gerakan serupa cacing kepanasan Dan kurasa ia terbukti kepanasan oleh gairah libido yang membakarnya

Aku menikmati jeritan libido itu sebagai sensasi lain yang membikinku terus bergairah pula menguras kenikmatan di celah sumur vaginanya Lendir hangat khas yang keluar dari dinding vaginanya terasa hangat pula di lidahku Kadang-kadang kutancapkan pula lidahku di tonjolan kecil di atas celah vaginanya Di klitorisnya Maka terus santerlah erangan-erangan libido Bu Via yang mengikuti gerakan-gerakan menggelinjang Demikian kuperbuat faktor itu sekian lama

Kemudian pada sebuahsaat ia berusaha membebaskan vaginanya dari sergapan mulutku Ia hebat sebuah bangku rias kecil yang tadi menjadi ganjal kakinya untuk mengangkang Aku dimintanya duduk di bangku itu Begitu aku duduk, ia kembali memagut penisku dengan mulutnya dengan cara lembut Tapi itu tidak lama, sebab ia kemudian memegang penisku yang telah tidak sabar mencari pasangannya itu

Bu Via mengajar daging kenyal yang melonjor tegang dan keras itu masuk ke dalam vaginanya dan ia duduk di atas pangkuanku Maka begitu penisku hanyut ke dalam vaginanya, terdengar jeritan kecil yang menandai kenikmatan yang ia bisakan

Aku juga merasakan kehangatan mengalir mulai ujung penisku dan mengalir ke setiap ajaran darah Ia memegangi pundakku dan menggerakkan pinggulnya yang indah dengan gerakan serupa spiral Naik turun dan memutar dengan pelan tapi bertenaga

Suara gesekan pemukaan penisku dengan selaput lendir vaginanya memunculkan suara kerenyit-kerenyit yang indah jadi menimbukan sensasi tambahan ke otakku Demikian juga dengan gesekan rambut kemaluannya yang lebat dengan rambut kemaluanku yang juga lebat

Suara-suara erangan dan desahan napasnya yang terpatah-patah, suara gesekan penis dan selaput lendir vaginanya dan suara gesekan rambut kemaluan kami berbaur dengan suara lagu mistis Sarah Brightman dari CD yang diputarnya

Barangkali ia terbukti sengaja ingin mengiringi permainan cinta kami dengan lagu-lagu semacam itu Ia tahu aku menyukai musik demikian Dan terbukti terasa hebat indah, pada suasana semacam itu Apalagi lampu di kamar itu juga remang-remang seusai Bu Via tadi mematikan lampu yang terang

Dengan suasana semacam itu, rasanya aku tidak ingin membiarkan setiap faktor yang memunculkan kenikmatan menjadi sia-sia Maka aku tidak membiarkan payudaranya yang ikut bergerak sesuai dengan gerakan tubuhnya menggodaku begitu saja Kulahap buah dadanya itu Terus lengkaplah jeritannya

Matanya yang terpejam kadang-kadang terbuka dan tampak sorot mata yang aku hapal semacam sorot yang keluar dari mata Kiki saat bercinta denganku Sorot matanya semacam itu Sorot mata nikmat yang membungkus perasaan libido nya. Sekian lama kemudian ia menjerit panjang sambil meracau

“Ah Aku Aku orgasme, Rud!”

Sesaat ia terdiam sambil menengadahkan wajahnya ke atas, tapi matanya tetap terpejam Kemudian ia melanjutkan gerakannya Siapa tahu ia ingin mengulanginya dan aku tidak keberatan sebab aku sama sekali belum merasakan bakal hingga ke puncak kenikmatan itu

Sebisa mungkin aku juga menggoyangkan pinggulku supaya dirinya merasakan kenikmatan yang maksimal Apabila tanganku tidak aktif di buah dadanya, kususupkan di selangkangannya dan mencari daging kecil di atas celah vaginanya, yang dipenuhi oleh penisku

Meskipun Bu via seorang janda dan telah punya anak, aku merasa celah vaginanya, semacam seorang ABG saja Tetap rapat dan singset Otot vaginanya seakan mencengkeram dengan kuat otot penisku Maka gerakan pinggulnya untuk menaik turunkan bukit venus vaginanya memunculkan kenikmatan libido yang hebat Dan sejauh ini aku tidak merasakan tanda-tanda lahar panasku bakal meledak

Bu Via terbukti luar biasa, ia semacam tahu menjaga tempo permainannya supaya aku bisa mengikuti caranya bermain Ia semacam tahu menjaga tempo supaya aku tidak cepat-cepat meledak Terbukti sama sekali tidak ada gerakan liar

Yang diperbuatnya adalah gerakan-gerakan lembut, tapi justru memunculkan kenikmatan yang luar biasa, khususnya sebab aku jarang bercinta dengan perempuan lembut semacam itu Sekian lama kemudian aku mendengar lagi ia meracau

“Ah Ah Ini yang kedua Rud, aku orgasme Uhh!” Di susul jeritan panjang melepas kenikmatan itu

Tapi kemudian ia memintaku mengangkatnya ke ranjang, tanpa melepaskan penisku yang tetap menancap di celah vaginanya Ia memintaku menidurkannya di ranjang tapi tidak ingin melepaskan vaginanya dari penisku, yang sejauh ini semacam mendekap sangat erat Kuperbuat pemintaannya itu Maka begitu ia telentang di ranjang, aku tetap ada di atasnya Penisku pun tetap masuk penuh di dalam vaginanya

Kami melanjutkan permainan cinta yang lembut tapi panas dengan libido itu. Saat ini aku berada di atas, maka aku lebih leluasa bermanuver Maka dengan gerakan semacam yang tidak jarang kuperbuat apabila aku berhubungan seks dengan Kiki, cepat dan bertenaga, kuperbuat juga faktor itu pada Bu Via Tapi sesaat kemudian ia berbisik dengan mata yang tetap terpejam

“Pelan-pelan saja, Rud Aku tetap ingin orgasme”

Aku terbangun apa yang telah kuperbuat Maka saat ini gerakanku pelan dan lembut semacam permintaan Bu Via Saat ini erangan dan desahan patah-patahnya kembali terdengar Ia hebat punggungku supaya aku lebih dekat ke badannya Aku maklum Pasti ia ingin memperoleh kenikmatan yang maksimal dari gesekan-gesekan tahap tubuh kami yang lain

Dan Bu Via terbukti benar, begitu dadaku bergesekan dengan buah dadanya, terus besarlah sensasi kenikmatan yang kudapat Kurasa demikian juga dengannya, sebab jeritannya berubah terus santer Apalagi saat aku juga melumat bibir merahnya yang menganga, semacam bibir vaginanya sebelum aku menusukkan penisku di situ

Meskipun jeritannya agak betidak lebih sebab saat ini mulutnya sibuk saling melumat bersama mulutku, tapi aku terus tidak jarang mendengar ia mengerang dan terengah-engah kenikmatan Hingga berbagai saat kemudian aku mendengar ia meracau semacam sebelumnya

“Aku Ah Aku Uh Yang ketiga Aku orgasme, Rud Ahh”

Seusai jeritan panjang itu, matanya terbuka Tampak sorot matanya puas dan gembira Kemudian ia berbisik terengah-engah

“Aku Aku Telah cukup, Rud Saatnya untuk kamu”

Aku tahu yang dirinya maksudkan, maka kemudian pelan-pelan terus kugenjot gerakanku dengan libido dan terus bertenaga pula Ia saat ini membiarkanku meperbuat itu Kurasa Bu Via terbukti telah puas memperoleh orgasme hingga tiga kali Sekian lama kemudian kurasakan lahar panasku ingin meledak

Penisku berdenyut-denyut enak, menandai bahwa sebentar lagi bakal ada ledakan dahsyat libido yang bakal melambungkanku ke awang-awang Maka aku berusaha hebat penisku dari celah vaginanya yang nikmat itu Tapi Bu Via menahan penisku dengan tangan lembutnya

“Biarkan. Biarkan Saja di vaginaku, Rud Aku ingin merasakan sensasi cairan hangat itu Di vaginaku Uhh Uhh”

Maka ketika lahar panas dari penisku sangatlah meledak, kubiarkan ia mengendap di sumur vagina milik Bu Via, dengan diiringi teriakan nikmat libido ku. Seusai itu, Bu Via memintaku untuk tetap berada di atas tubuhnya barang sesaat

Dengan lembut ia menciumi bibirku dan tangannya mengusap-usap puting susuku Aku juga meperbuat faktor yang sama dengan mengusap-usap buah dadanya yang saat itu basah sebab keringat Dan terbukti sensasi libido yang kurasakan luar biasa

Cooling down yang diharapkan Bu Via itu membikinku merasa seolah-olah aku telah sangat dekat dengan Bu Via Aku merasa ia semacam kekasihku yang telah tidak jarang dan sangat lama bermain cinta bersama Aku merasa sangat dekat Maka begitu aku merasa telah cukup, aku hebat penisku yang sebetulnya tetap sedikit tegang dari celah vaginanya

Tampak air muka Bu Via sedikit kacau Wajahnya berkeringat dan anak rambutnya satu dua menempel di dahinya Kami kemudian berangkat ke kamar mandi pribadinya di kamar itu Kamar mandinya juga wangi Sambil bergurau, aku menggodanya

“Ibu Justru kelihatan cantik seusai bercinta” Ia hanya tertawa mendengar gurauanku
“Terbukti seusai bercinta denganmu tadi, seluruh pori-poriku semacam terbuka Aku sedikit capai tapi merasa segar”, jawabnya dengan berbinar-binar

Ia tampaknya terbukti puas dengan permainan cinta kami Di bawah shower, kami membersihkan diri dengan mandi bersama-sama Kadang-kadang kami saling membersihkan satu sama lain Ia membersihkan penisku dengan sabun dan aku membersihkan kurang lebih vaginanya juga Ia tertawa geli saat aku dengan halus mengusap-usap vaginanya dan rambut kemaluannya yang lebat itu

Seusai itu, kami duduk-duduk saja di sofa di depan TV Kami melihat TV, sambil mengobrol dan menikmati kopi panas yang ia buat Tapi ia tetap membiarkan pemutar CD-nya nasib Hari ini suara Deep Forest yang juga mistis mengisi suasana ruangan itu

“Kamu tadi luar biasa, Rud ” katanya memujiku
“Meskipun tetap muda, kalian bisa bercinta dengan sabar Aku hingga mendapat orgasme tiga kali” Ia tersenyum Matanya berbinar-binar
“Ah, itu juga sebab Ibu. Gerakan Bunda yang sabar dan lembut membikin saya juga terpengaruh ”

BACA JUGA  Cerita Seks Di Ruangan Kelas

Kami mengobrol hingga malam

Ia kemudian mengatakan, “Menginap di sini saja, Rud Ini telah malam Besok pagi-pagi sekali kalian bisa pulang ” Seusai berpikir sejenak aku mengiyakan sarannya

“Kalau begitu masukkan saja motormu di garasi” katanya sambil memberbagi kunci garasi

Maka aku turun untuk memasukkan motor ku ke garasi semacam yang di sarankan Bu Via Ketika aku naik kembali ke atas, ia telah berganti pakaian dengan gaun tidur terusan yang tipis dan halus, jadi potongan tubuhnya tampak

“Kopinya tambah lagi, Rud?” tanyanya

Aku mengiyakan saja Saat ia meraih cangkir kopi di meja, aku meringkus pemandangan indah di balik pakaiannya yang tali pinggangnya tidak diikat dengan ketat Ia tidak menggunakan bra-nya, jadi buah dadanya yang tadi kunikmati, tampak dengan jelas

Mulus dan indah Pemandangan itu membikin ajaran darahku berdesir kembali Apalagi saat aku mencium aroma parfum dari tubuhnya, lembut dan menggairahkan Beda dengan aroma yang dirinya pakai sebelum kami berhubungan seks tadi

Sesaat kemudian ia telah kembali sambil mengangkat dua cangkir kopi Tali pinggang pakaiannya yang terus longgar membikin pemandangan indah di baliknya terus tampak Apalagi saat ia duduk, pakaiannya yang tersingkap menampakkan paha putih mulusnya, yang ditumbuhi bulu-bulu halus Dan sedikit bukit venus yang di pinggir celana dalamnya tersembul rambut yang menggairahkan Kami kembali mengobrol

Ia kemudian menatapku lama, sambil bertanya,

“Kau tidak capek, Rud?”
“Tidak”, jawabku

Sekali lagi ia menatapku lama lalu tangannya merangkul leherku dan sesaat kemudian ia telah melumat bibirku kembali dengan lembut Hari ini tanganku segera meraba buah dada di balik pakaiannya yang longgar yang sejak tadi telah menggodaku Ia tetap melumat bibirku saat tangannya pelan-pelan membuka kancing kemejaku dan kemudian melanjutkannya dengan hebat resliting celanaku

Begitu aku tinggal mengenakan celana dalam, ia juga melepas gaun tidurnya Tinggallah kami berdua hanya menggunakan celana dalam Kemudian aku menyambar buah dadanya Maka terus lama, seiring dengan jeritan kecilnya yang terpatah-patah, buah dadanya terus kenyal dan mengeras Ia hebat payudaranya dari mulutku Kemudian tangannya hebat celana dalamku Sejenak kemudian ia telah mengulum penisku yang sejak tadi juga telah tegang dan keras Tapi yang diperbuatnya tidak lama

Ia memintaku untuk tidur telentang di sofa Lalu ia melepas celana dalamnya dan telungkup di atasku Ia membelakangiku Vaginanya yang telah mulai basah berlendir dan kelihatan merah didekatkannya di atas mulutku Sedangkan ia segera meringkus penisku yang berdiri tegak dan mengulumnya

Maka kami bedua saling mengulum, saling menjilati dan saling menyedot Kadang-kadang ia berhenti meperbuat aksinya Siapa tahu sebab ia lebih dikuasai oleh perasaan nikmat sebab celah vaginanya yang merah segar dan klitorisnya kupermainkan dengan mulut dan lidahku Ia mendesah mengerang terpatah-patah

Seusai ia puas dan ingin segera mengawali aksi puncak, ia menggeser pinggulnya menjauh dari mulutku, menuju penisku yang terus lama kurasakan terus keras Tangannya meringkus penisku dan membimbingnya memasuki vaginanya Dengan tetap membelakangiku, ia menggoyang pinggulnya dengan lembut Tapi sesaat kemudian, ia berbalik menghadapku

Gerakannya saat ia berbalik menimbukan gesekan pada penisku yang hebat Membikin sensasi yang terus nikmat Maka dengan menghadapku ia melanjutkan gerakan spiral pinggulnya tetap dengan halus Naik turun, maju mundur dan memutar Aku juga berusaha menggerakkan pinggulku supaya memunculkan sensasi yang lebih nikmat Maka terus santerlah erangan dan desahan dari mulutnya yang terbuka, sambil matanya terpejam

Suara-suara itu beriringan dengan lagu Deep Forest dari CD yang terus mengalun mistis Tanganku yang semula memegangi pinggulnya di bawanya naik ke atas supaya mempermainkan buah dadanya yang bergoyang-goyang mengikuti gerakan pinggulnya Maka kemudian tanganku mempermainkan buah dadanya itu Kuelus dan kupelintir kedua putingnya yang coklat kemerahan Sekian lama kemudian ia menjerit sambil meracau

“Uhh Uhh Aku orgasme Aku orgasme, Rud Ah Ahh ”

Seusai ia menjerit panjang menandai orgasmenya, ia membuka mata Kemudian ia tidur menelungkup dengan beralaskan bantal sofa, dengan kedua kaki mengangkang terbuka, jadi belahan vaginanya yang indah, merah dan basah berlendir tampak sangat menggairahkan Ia memintaku juga untuk menelungkup di atasnya

Dengan kedua tanganku yang memegangi kedua buah dadanya sekaligus sebagai penahan berat badanku, aku menelungkup di atasnya Dan kusodokkan dengan lembut penisku yang tetap tegang dan keras ke celah vaginanya dari arah belakang Saat ini aku yang wajib lebih aktif, maka kugerakkan pinggulku maju mundur, naik turun

Bu Via tetap terus mengerang dan mendesah terpatah-patah dengan mata yang terpejam Tanganku juga tetap aktif mempermainkan buah dada dan puting susunya Sedangkan mulutku kupakai untuk menelusuri lehernya yang jenjang dan halus Sekian lama kemudian terasa lahar panasku bakal meledak

“Uhh Ahh sebentar lagi Sebentar lagi hampir !”, kataku terbata-bata
“Uhh Uhh Aku juga, Rud Jangan kau cabut penismu Kami sama-sama Ahh Ahh”

Sesaat kemudian kami sama-sama menjerit kecil, menandai puncak kenikmatan yang kami capai bersamaan Semacam sebelumnya, Bu Via memintaku tidak segera mencabut penisku Matanya tetap terpejam, tapi wajahnya tersenyum Aku juga tetap mempermainkan buah dadanya dengan lembut Ia dengan lembut mengatakan

“Aku tersanjung sekali malam ini, Rud ”, yang kemudian kujawab dengan kalimat yang sama

Ia kemudian memintaku mencabut penisku dari celah vaginanya Lalu ia telentang dan mencium bibirku dengan lembut Ia seterusnya meneguk kopi yang telah mulai dingin Tampak bahwa ia kehausan seusai permainan seks yang indah itu

Dengan tetap bertelanjang bulat, ia berjalan ke luar ruangan itu dan sesaat kemudian mengangkat sebuah lap dan semprotan air untuk membersihkan spermaku dan lendir vaginanya yang tumpah di atas sofa Aku menolongnya membersihkan noda itu

Seusai itu, semacam seorang remaja yang sedang jatuh cinta, ia menuntunku menuju kamar mandi pribadinya untuk bersama-sama membersihkan diri Sebab kecapaian dan terbukti telah lumayan malam, kami kemudian memutuskan untuk tidur Saat aku kebingungan sebab aku menggunakan jeans dan kemeja yang pasti saja tidak enjoy, Bu Via menyarankanku untuk tidur dengan celana dalam saja

“Telah, pakai celana dalam saja, biar suhu AC-nya kuminimalkan”, demikian katanya

Aku menyetujuinya Ia memintaku tidur di ranjangnya Kulihat Bu Via juga hanya menggunakan gaun tidur halus dan tipis saja dan celana dalam tanpa mengenakan bra

“Aku terbukti biasa begini, Rud Rasanya lebih enjoy dan leluasa bernapas”, katanya

Di balik selimut, Bu Via memelukku dan menyandarkan wajahnya di dadaku Maka aku tersenyum saja saat buah dadanya yang hangat dan lembut, yang menyembul keluar dari gaun tidurnya yang tidak ditalikan dengan erat, tidak jarang terasa bergesekan dengan dadaku Demikian juga dengan Bu Via

Esoknya, pagi-pagi sekali HP-ku telah berbunyi Kiki menghubungiku Terbukti begitu kebiasaannya, yang membikinku tidak jarang jengkel Tapi apabila kutegur, ia hanya bakal tertawa-tawa saja Kangen katanya Begitu aku berakhir bicara, Bu Via bertanya

“Siapa, Rud? Pacarmu, ya?”

Ia hanya tersenyum ketika aku mengiyakan pertanyaannya Kemudian ia bangkit dari ranjang Tali gaun tidurnya yang terlepas menunjukan payudaranya yang mulus putih, dan bukit venusnya yang menonjol indah mengajak gairah Ia membenahinya dengan tenang, sambil tersenyum melihatku terpana melihat pemandangan itu

Kemudian ia ke kamar mandi Segera terdengar suara yang mendesis, mengalahkan suara kran yang mengalir lambat Bu Via sedang pipis rupanya Mendengar suara semacam itu muncul gairahku Sesaat kemudian ia keluar dari kamar mandi Kemudian ia berbisik kepadaku

“Kau tidak ingin mengulang kenikmatan libido semalam, Rud?” Aku tersenyum memahami yang ia maksudkan
“Sebentar, Bu ”, jawabku sambil menuju ke kamar mandi, sebab ingin kencing

Seusai itu kami mengulangi percintaan kami semalam Badanku yang segar sebab tidur yang nyenyak semalam, membikinku bersemangat melayani gairah libido Bu Via yang juga tampak segar Aku merasakan vaginanya lebih hangat dan justru beraroma lebih menggairahkan pada pagi seusai bangun tidur semacam itu Dan aroma badannya juga lebih natural

Kami bercinta hingga Bu Via mendapat orgasme tiga kali Jadi selagi bercinta denganku, Bu Via menikmati orgasme setidak sedikit delapan kali Maka siangnya, ketika aku berjumpa dengannya di kampus ia tampak sangat gembira Wajahnya berbinar dan kelihatan sangat bergairah menjalani aktivitasnya hari itu

Begitulah, saat ini hampir setiap akhir pekan aku rutin mendapat SMS dari Bu Via yang bunyinya begini: “Kau tidak sibuk malam kelak kan, Rud? Bisa datang ke rumah?” Maka setiap mendapat SMS semacam itu segera rutin terbayang sesuatu yang membahagiakan yang bakal kami perbuat bersama

Setiap akhir pekan anaknya rutin bermalam di rumah sepupunya di luar kota jadi Bu Via sendirian di rumah Dan pembantunya juga pulang sebab hanya datang pada siang hari saja Setiap aku mendapat SMS itu, aku juga segera menghilangkannya supaya tidak terbaca oleh Kiki Di kampus aku juga berusaha bersikap biasa saja dengan Bu Via

Ia dosen yang baik dan dihormati oleh semua orang di kampus Aku sedikitpun tidak ingin merusak citranya Dan ia pun seorang yang professional, meskipun di luar kami tidak jarang bercinta dengan libido, ia tetap menghargaiku sebagai mahasiswanya dan ia tetap mengajar tugasku dengan serius Sesuatu yang sangat aku sukai

Bercinta dengannya bukan sekedar mendapat kepuasan libido, aku merasakan sesuatu yang lain. Entah apa itu. E

author
No Response

Comments are closed.