Judi Bola

Cerita Seks Dengan Teman Sekantor

689 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Saya merupakan seorang laki laki biasa yang baru saja ditinggalkan oleh istri saya, sebab ada persoalan yang masing-masing tidak mau mengalah. Akhirnya dirinya memilih berangkat dari saya. Dan sebab kepergiannya, saat ini flat yang biasanya kami tempati itu jadi punya dua kamar kosong.

Di tempat kerja, sayapun telah tidak tidak sedikit bercanda semacam biasanya. Dan itu yang membikin salah satu wanita kawan kerja saya merasa simpati pada saya. Jadi seusai berakhir jam kerja, kami pulang bareng. Selagi di dalam tram saya tidak sedikit menjawab pertanyaannya mengenai kepergian istri saya. Jadi kami tidak tidak sedikit menaruh perhatian pada macetnya kota Melbourne pada jam-jam berakhir kerja semacam ini.

Tanpa terasa kami telah berada di dalam tempat tinggal saya, seusai saya persilakan dirinya untuk mengambil apa yang dirinya mau di kulkas, saya langsung ke kamar mandi untuk menumpahkan air pipis yang sejak dari tadi telah di ujung kemaluanku.

Sekembalinya saya keruang tamu, kawan saya telah duduk sambil baca baca majalah dengan satu kaleng Coca-Cola. Sayapun duduk di sampingnya. Tapi tidak terlalu rapat. Saya nasibkan TV kebetulan agenda kabar nasional negara ini.

Kamipun bercerita panjang lebar mengenai kawan saya itu, semacam telah berapa lama dirinya telah meninggalkan Hongkong tempat asalnya. Tapi setiap kali dirinya menjawab pertanyaanku dirinya rutin tersenyum sambil matanya memandang ke arah selangkanganku. Aku langsung melirik selangkanganku, rupanya aku lupa men-zip-nya. Langsung kutarik zip-nya, sambil bercanda padanya.

“Maklumlah Nov, soalnya udah lama sarangnya pergi!”, Kataku pada Novi.
“Terbuktinya telah berapa lama burungmu tidak masuk kandang?”, Novi membalas candaku sambil meneguk Coca Cola dengan sedikit senyum di bibirnya.
“Kira kira 5 minggulah, emangnya kenapa nanya nanya?”, Aku meneruskan sambil mencoba membetulkan posisi dudukku.

“Akh, aku nggak percaya. Mana ada sich laki laki yang telah sempat begituan bakal tahan selagi itu untuk tidak meperbuatnya?”, Bantahnya sambil senyum.
“Terbukti sich, aku nggak tahan. Jadi selagi ini aku pakai tangan aja”, Jawabku.
Sambil tertawa lebar, Novi menghampiriku. Dan Novi duduk di sebelahku, rapat sekali.”Butuh dibantu?”, Tanyanya sambil tangan kanannya meraba-raba penisku.

Novi terbukti gadis Hongkong yang menawan, diusianya yang dua puluhan dirinya sangat luar biasa setiap mata laki-laki yang memandangnya. Sebab dengan buah dada dan bongkahan pantatnya yang lebih besar dari ukuran rata-rata orang tempat asalnya. Aku jadi berani, tidak lebihkul pundaknya sambil kulumat bibir yang berlipstick merah muda menawan itu.

Novipun membalas dengan nafasnya yang terus membikinku untuk mempererat rangkulanku. Aku merasa sedikit sakit pada penisku yang telah sangat keras sebab rabaan Novi. Dengan tidak sabar kulepas rangkulanku dari pundak Novi dan dengan kedua tanganku kubuka celanaku sambil tetap duduk. Agak sulit terbukti. Tapi sukses juga.

Kudengar Novi mendesah bersamaan dengan tangannya yang menggenggam langsung penisku yang hanya pas-pasan dengan lingkaran tangannya itu. Kamipun kembali berpagutan, hanya hari ini tangan kiriku telah meremas-remas buah dadanya yang kenyal dan terus kenyal itu. Sedangkan tangan kananku membelai-belai tengkuknya. Novi terus memperdengarkan desahnya.

“Ed, kami ke kamarmu saja.., ayo Ed, aku telah tidak tahan nich?”, Novi memohon mesra. Aku pun berdiri, tapi ketika aku ingin membuka pakaianku, aku tersentak kaget sebab Novi telah luar biasa penisku sambil menanyakan di mana kamarku. “Pelan pelan Nov, sakit nich!”, protesku atas tangan Novi yang menggenggam penisku dengan sangat ketat itu.

Aku berlangsung sambil membuka bajuku ke arah kamarku yang telah kutunjukan pada Novi. (Sebetulnya aku tidak mau memakai kamar dimana aku dan istipsu tidur sebelum istipsu itu pergi. Tapi bagaimana lagi. Telah nafsu sekali saat itu).

Sesampai di kamar Novi dengan tergesa membuka seluruh pakaiannya. BH-nya, CD-nya. Semua dibuka dengan tergesa. Lalu Novi langsung menghampiriku yang telah lebih dulu berbaring telentang di atas kasur sambil mengocok perlahan penisku supaya terus tegang, sambil menonton Novi membuka pakaiannya.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Kenikmatan Di Dalam Kolam Renang

Novi berbaring miring di sebelahku, bibirnya mencari bibirku sedangkan tangan kanannya menggantikan tanganku untuk mengocok-ngocok penisku. Aku mendesah. Novipun terus beringas menciumi seluruh wajahku. Telingakupun tidak lepas dari sapuan lidahnya. Aku merasakan nikmat bercampur geli yang tidak terkira.

Jilatan Novi terus turun ke arah leherku, dadaku dan kedua puting payudaraku juga dililitnya dengan lidah. Sambil tangannya terus cepat mengocok penisku yang sedikit terasa sakit sebab genggamannya terlalu keras.

Jilatan Novi telah berada di atas pusarku, lidahnya dicoba untuk masuk dalam celah pusarku, bisa kudengar desahnya. Meski desahku lebih besar darinya. Saat ini lidah Novi menyisir bulu-bulu penisku. Aku terus tidak tahan. Tapi aku menunggu, sebab aku tahu kemana tujuan sebetulnya jilatan lidah Novi itu.

Nyatanya aku salah, kukira Novi bakal melahap penisku. Nyatanya Novi malah menjilat jilat kedua bijiku bergantian. Tangannya tidak lepas mengocok penisku. Sambil sesekali jari jempolnya menyapu ujung penisku yang telah basah sebab air nikmatku telah membasahi bibir ujung kemaluanku. Geli dan nikmat sekali waktu Novi meperbuat itu. Aku tersentak sebabnya.

Sebab waktu Novi meperbuat itu badannya agak nungging di sampingku, maka kucoba meraih bongkahan pantatnya. Kuusap-usap, Novi mendesah nikmat rupanya. Jariku tidak mau berhenti hingga disitu, jariku mencari-cari celah kemaluannya. Seusai jariku menemukannya nyatanya telah basah sekali. Semua itu membikin jariku terus mudah untuk mencari celahnya.

Kusapu celahnya dengan jariku sambil sekali-kali kumasukan jari telunjukku ke dalam celahnya. Novi mendesah luar biasa sambil melepas jilatan lidahnya dari kedua bijiku. Kuraih pantat Novi supaya cocok berada di atas wajahku. Saat ini kedua tanganku beraksi atas tahap belakang tubuh Novi.

Jari telunjuk tanganku yang kanan kumasukan ke dalam celah vagina Novi sambil memaju mundurkan. Sedangkan jari telunjuk tangan kiriku menggosok gosok clitorisnya. Bisa kulihat dari bawah selangkangannya, Novi membuka mulutnya lebar tanpa bersuara merasakan nikmat.

Ketika niatku hendak memakai lidahku untuk menjilat vaginanya, aku merasakan nikmat dan sedikit ngilu yang tidak terkira. Rupanya Novi telah melahap tahap kepala penisku. Lidahnya melilit-lilit di atas permukaan kepala penisku.

Akupun ingin menandinginya dengan mejilat-jilat permukaan celah vagina Novi. Sambil sekali-kali kucoba untuk memasukan lidahku kedalam vaginanya. Agak payau terbukti, tapi yang lebih terasa merupakan nikmatnya. Terus nikmat lagi saat kudengar Novi mengeluh sebab jilatan lidahku.

Novi telah memasukan penisku setengahnya dalam mulutnya sebentar sebentar dinaikan kepalanya, kemudian diturunkan lagi. Yang membikin aku merasa nikmat merupakan saat Novi menurunkan wajahnya untuk melahap penisku, sebab Novi telah mengecilkan lingkaran mulutnya.

Sehingga hanya pas sedikit ketat ketika bibirnya menelusuri penisku dari atas ke bawah. Oh nikmat sekali. Aku hampir saja muncrat kalau aku tidak segera minta Novi membalikan badannya hingga wajahnya berhadapan denganku. Aku membalas senyumnya yang kelelahan menahan nikmat yang baru saja kami alami.

Kucium lagi mulutnya yang sangat becek oleh air liurnya. Lalu kubalikan Novi supaya berada dibawahku. Kulebarkan selangkangannya kugenggam penisku dengan tangan kananku, lalu kugosok-gosok kepala penisku pada permukaan kemaluannya.

“Oh.., Ed.., terus Ed.., aahh.., nikmat sekali.., sshh”, erang Novi. Akupun mempercepat gesekannya, Novi menggeleng gelengkan kepalanya.

Lalu dengan tiba tiba kutancapkan penisku ke dalam vaginanya yang telah banjir itu dengan satu hentakan keras, masuklah 3/4 nya penisku dengan leluasa. Bersamaan dengan itu Novi berteriak sambil badannya sebatas bahu terangkat semacam hendak berdiri matanya membelalak menghadapi tikamanku yang tiba-tiba itu.

“oohh Edwiinn.., enaak.., terus.., Ed.., terus.., lebih cepat Ed.., ayo Ed.., terus.., aahh”, erang Novi sambil menghempaskan kembali bahunya ke kasur.

Kedua tangan Novi membelai wajahku sambil menggigit bibirnya yang bawah matanyapun memperlihatkan bahwa saat ini Novi sedang merasakan nikmat persetubuhan yang tiada tara. Akupun terus cepat memaju-mundurkan penisku. Nikmat yang kurasakan tiada bandingnya. Vagina Novi tetap boleh dibilang sempit.

“Enak Nov?”, tanyaku padanya sambil memaju-mundurkan penisku. Novi tidak menjawab, hanya desahannya saja yang terus jelas terdengar.
“Enak nggak Nov?”, tanyaku lagi. Novi menjawab dengan anggukan kecil sambil menggigit kembali bibir bawahnya.

BACA JUGA  Cerita Seks Mengilir Wanita

“Jawab dong Nov, nikmat nggak?”, paksaku mesikipun ini merupakan pertanyaan bodoh.
“Luar biasa Ed.., sshh.., aku hampir keluar nich oohh”, katanya terputus putus.
“Aku masukin semuanya yach Nov?”, tanyaku padanya yang sedang melayang.
“sshh.., em.., emangnya belum semuanya dimasukin?”, Novi balik bertanya heran sambil menatapku dengan sayu.

“Belum!”, Jawabku pendek sambil terus maju mundur.

Tangannyapun bergerak ke bawah untuk memastikan belum semua penisku masuk ke dalam celah vaginanya. Ketika tangannya sukses menyentuh sisa penisku yang tetap di luar, aku merasa tambah nikmat.

“Oohh.., Ed masukin Ed.., masukin semuanya Ed.., aahh”, pintanya sambil luar biasa pinggangku dengan kedua tangannya dan matanyapun terpejam menunggu.

Kucoba menahan tarikan tangan Novi pada pinggangku, supaya masuknya sisa penisku tidak terlalu cepat. Aku ingin memberbagi kenikmatan persetubuhan tidak terlupakan padanya. Benar saja, ketika sedikit demi sedikit sisa penisku masuk, Novi mendesis semacam ular yang berhadapan dengan musuhnya. “Sshh.. sshh”, sambil matanya terpejam ketat sekali menahan nikmat telusuran penisku ke dalam vaginanya.

Kedua tangannyapun menjambak-jambak rambutnya sendiri. Tanpa diduga kucabut penisku, hanya tinggal kepalanya saja yang tetap tenggelam. Novi semacam ingin protes, tapi telat. Sebab aku telah menekannya lagi dengan sekali tancap masuklah semua penisku.

“Edwiinn!”, teriak Novi keras sekali sambil tangannya memukul-mukul tempat tidur.

Aku terus percepat gerakanku, mesikipun aku telah merasa sedikit lelah dengan pinggangku yang sejak tadi maju mundur terus.

“Terus Ed.., oohh.., terus.., teruss.., oohh.., oohh.., aahh”.

Novi mengerang bersamaan dengan tercapainya Novi pada puncaknya, sambil tangannya meremas-remas sprei tempat tidur di kanan dan kirinya, badannya tersentak-sentak hanya putih yang kulihat di matanya. Tapi aku tetap terus memacu untuk menyusulnya, makin cepat, makin cepat lagi nafasku memburu. Bunyi nikmat terdengar dari dalam vagina Novi sebab air nikmatnya itu.

“Oh Nov.., oohh.., aahh..”, cepat kucabut penisku supaya tidak muncrat di dalam, kugenggam penisku, kuarahkan penisku ke perut Novi, di sanalah air nikmatku mendarat.

Novi cepat bangkit dan mendorongku supaya telentang, kemudian Novi melahap separuh penisku ke dalam mulutnya. Lidahnya menjilat-jilat mulut kecil di ujung penisku. Aku merasa ngilu sekali dan tangan Novi yang mengocok-ngocok penisku semacam hendak memastikan supaya keluar semua air nikmatku.

“Telah Nov.., telah.., ngilu nich.., uuhh.., telah”, pintaku padanya. Tapi Novi tetap saja memaju-mundurkan mulutnya kepada penisku yang terus ngilu sekali. Seusai yakin tidak ada lagi air nikmat yang bakal keluar dari penisku Novipun merebahkan kepalanya di atas perutku sambil memandangku dengan penuh kepuasan.

Kemudian keadaan membisu, hanya detak jam dinding yang mengingatkan bakal kenikmatan persetubuhan yang baru saja kami alami. Kami terbukti mencoba untuk mengingat kembali persetubuhan yang sempat mengangkat kami ke awang-awang.

“Nov, telah jam 8 nich. Kalian nggak pulang?”, tanyaku memecahkan kesunyian. Novi seakan tidak mendengar ucapanku. Kemudian dengan lembut kuangkat kepalanya dan keletakan di atas kasur. Akupun coba bangkit, tapi sebelum aku turun dari tempat tidur kurasakan tangan Novi memegang perutku.

“Mau kemana Ed?”, tanyanya sambil melepas nafar panjang.

“Mau mandi dulu nich, lengket semua rasanya badanku”, Jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“Tunggu dikit lagi, kami mandi sama-sama” Novi memohon sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.

Lalu kamipun berangkat ke kamar mandi dan mandi berdua dan mengulanginya permainan seks yang sempat terputus tadi di kamar. Seusai merasa puas meperbuat persetubuhan, kamipun istirahat sambil berpelukan hingga esok pagi. Sejak kejadian itui saya dan Novi terus bersahabat dan rutin mengulangi persetubuhan yang telah kami perbuat. Hingga akhirnya istipsupun pulang kembali ke apartemenku, tapi itu tidak membikinku lupa bakal persetubuhan dengan Novi.

Kami tidak jarang meperbuat persetubuhan di apartemenku tatkala istipsu tidak ada alias di kantor, hotel dan apartemen Novi bila istipsu sedang di rumah.

author
No Response

Comments are closed.