Judi Bola

Cerita Seks Dengan Teman Les

830 views
Casino Uang Asli

Pelajar – Sebetulnya Kejadian ini aku alamiah saat aku tetap bekerja part-time di salah satu lembaga pendidikan komputer di Jakarta. Perkenalkan Namaku Roy. Waktu itu salah seorang kawanku ada yang memperkenalkan lowongan di tempat tersebut sebagai instruktur komputer part-time.

Aku pikir boleh juga, toh mata kuliahku juga tinggal sedikit hingga dalam seminggu paling cuma dua hari kuliah. Sisanya ya nongkrong di tempat kost alias jalan sama temen-temen. Saat itu Kira-kira pada bulan ke 2 aku menjadi instruktur, aku mendapat murid yang mengambil kelas privat untuk Microsoft Office for Beginner.

Sebetulnya aku paling malas membimbing beginner di kelas privat. Toh kalo cuma pengenalan ngapain mesti privat. Kalo advanced sih ketahuan. Hampir saja aku tolak kalau waktu itu aku tidak menonton calon muridku tersebut.

Namanya Fiona (semua nama karakter di sini aku samarkan demi keenjoyan kami semua), siswi kelas tiga SMK di salah satu sekolah swasta yang lumayan borju di Jakarta. Dengan cara tidak sengaja aku menontonnya mendaftar diantar maminya, saat aku juga mau mengambil berbagai CD di ruang administrasi.

Tubuh Fiona terbilang tinggi untuk gadis seusianya, mungkin kurang lebih 168 cm (aku mengenalnya sebab saat dirinya berdiri tingginya kira-kira sedaguku, sementara tinggiku 182 cm) dengan berat mungkin 50-an kg. Kulitnya putih bersih, wajahnya oval dengan kedua mata yang lumayan tajam, hidungnya yang mancung dan bibir yang mungil. Rambut coklatnya yang dihighlight arna kuning keemasan tergerai sebatas tali bra.

Fiona lumayan cepat meringkus materi yang kuberbagi. Materi beginner yang sedianya diberakhirkan 24 session, dituntaskan Fiona hanya dengan 19 pelajaran. Apa boleh buat, sisa waktu yang ada hanya dapat kugunakan untuk memberinya latihan-latihan, ini dikarenakan kebijakan dari lembaga pendidikan tidak memperbolehkan murid mengakhiri term meskipun materi telah berakhir. Aku juga tidak diperbolehkan memberi materi yang lebih dari kurikulum yang diambil si murid. Ya telahlah, Lagian aku hanya menjaga integritas saja.

Di sisa jam pelajaran, sambil latihan aku tidak sedikit mengobrol dengan Fiona. Gadis manis itu sangat terbuka sekali denganku. Fiona cerita mulai dari keinginannya kursus untuk persiapan kuliah di bidang kesekretarisan nanti, mengenai pacarnya, keluarganya jarang memberinya perhatian dikarenakan kedua orang tuanya sangat sibuk, hingga urusan.. ehm seks. Aku lumayan terkejut saat mengenal bahwa Fiona telah mulai berhubungan seks ,

Dan Sejak saat itu kelas tiga SMP dengan pacarnya yang berumur 7 tahun lebih tua darinya. Sejak saat itu itu Fiona merasa ketagihan dan rutin mencari tutorial untuk memuaskan nafsunya. Dirinya juga cerita kalau sempat pacaran dengan 4 cowok sekaligus hanya untuk memperoleh kepuasan seksnya.

Kamipun saling bertukar cerita. Dan Fiona juga terkejut ketika mengenal bahwa making love pertamaku dengan bunda kost. Kami pun tidak sedikit bertukar pengalaman. Hingga akhirnya Fiona telah menyelesaikan term kursusnya, kami tetap kontak lewat via telepon.

Suatu ketika Fiona memintaku untuk membimbing di rumahnya. Rupanya seusai mahir memakai Microsoft Office, tidak sedikit kawan-kawan sekolahnya yang berminat ingin belajar juga. Fiona pun memperkenalkan mereka untuk ‘main belakang’.

Sebab anggaran kursus di lembaga tempatku membimbing lumayan mahal, Fiona mengundang kawan-kawannya untuk membayarku membimbing di rumahnya dengan separuh harga. Sementara itu mereka minta terhadap orang tua mereka sesuai dengan harga kursus di lembaga.

Gengnya ada enam orang tergolong Fiona sendiri. Dan aku baru tahu bahwa mereka korban kesibukan orang tuanya masing-masing. Yah itulah tipikal anak-anak metropolitan yang diberi kasih sayang hanya dengan uang. Anggun, Vany, Sisilia, Lala dan Ika merupakan kawan-kawan sekolah Fiona. Seru juga ya ngajarin mereka.

Kadang aku mesti meladeni candaan mereka, alias rela menjadi bahan ledekan (sebab hanya aku yang cowok di situ). Hari itu baru jam 11 ketika Fiona meneleponku. Dirinya memintaku untuk datang lebih cepat dari waktu belajar biasanya. Aku oke-oke saja sebab waktunya terbukti tepat. Dan Jam 2 aku telah berada di rumah Fiona.

“Tumben aja Fiona jam segini udah nyuruh aku dateng.” tanyaku.
“Iya …., lagi bete..” jawabnya dengan wajah agak kusut. Aku segera memberantakan rambutnya pelan, lalu mencubit hidungnya.
“Lha Kenapa nih? Ayo..Cerita dong..” Fiona tersenyum sambil mencubit pinggangku. Kemudian gadis itu hebat lenganku dan mengundang ke kamar tidurnya.
“Heiiiii..hei.. apa-apaan nih..” seruku.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Ibu Guru

“Ng…nggak apa-apa hihihi..” Fiona terus luar biasaku hingga ke atas ranjangnya. Dan Tanpa pikir panjang lagi aku segera merengkuh tubuh langsingnya yang terbungkus kaus ketat dan celana pendek. Aku lumat bibir mungilnya yang lembut.

“Mmmmmmmhh.. mm..” bibir kami saling melumat. Fiona kelihatan asyik sekali menikmati bibirku. Kedua tangannya hingga meremas rambutku. Sementara kedua tanganku masuk dari bawah kaus untuk merengkuh payudaranya yang tetap terbungkus bra. Ughhhh.. bulat sekali, bentuknya betul-betul sempurna. Aku meremas-remas payudara Fiona. Gadis itu terus bernafsu. Lidahnya terus liar menjelajahi mulutku, dan remasan tangannya terus erat.

Tanpa aku minta Fiona melepas sendiri kaus yang ‘mengganggunya’ berikut dengan bra-nya. Hmmmmm.. terkesan jelas telah dua gundukan payudaranya yang bulat dan montok. Yang aku heran kenapa kedua puting susunya tetap berwarna pink.

Padahal Fiona cerita bahwa dirinya telah tidak jarang sekali making love dengan mantan pacarnya. Dan Tanpa ampun aku langsung memegang payudaranya dengan mulutku. Lidahku menari-nari lincah mengikuti lekukan payudaranya yang indah.

“Sssssshh.. Roy.. aahh..” Fiona mendesah keasyikkan. Kepalaku dipeluk erat ke dadanya. Ups.. hampir aku sesak nafas dibuatnya. Lidahku terus bermain di kedua payudaranya. Juga putingnya. Hhmm.. nikmat sekali, putingnya betul-betul kenyal. Aku menggigitinya Dengan lembut untuk memberbagi sensasi di puting Fiona.

“Aahh.. Roy..” tubuh Fiona menggelinjang menahan rasa nikmat. Kamipun saling berpelukan erat, dan tubuh kami bergulingan dengan hebatnya di atas ranjang. Gairah Fiona terus memuncak. Dengan liar gadis itu mencopoti semua kancing bajuku dan menanggalkannya dari tubuhku.

“Uuuhh.. awas ya, kini gantian..” katanya. Aku diam saja ketika Fiona dengan penuh hasrat melepas celana panjang dan celana dalamku. Dan Tubuhku telah bugil tanpa busana.

Dengan penuh nafsu, Fiona langsung memegang batang penisku yang mulai mengeras, dan mengisapnya. Akupun tersenyum menonton gayanya yang buas. Aku sedikit memiringkan tubuhku supaya dapat mencapai celana pendeknya.

Tanpa kesusahan aku melepas celana pendeknya dari tubuh Fiona, sekaligus dengan celana dalamnya. Hmmmmmm.. paha gadis itu sangatlah putih dan mulus. Aku segera merangkul kedua pahanya untuk mengecup dan menjilat kemaluan Fiona yang tersembunyi di pangkal pahanya.

Kami sangat menikmati dalam posisi 69. Dengan liar lidahku menjelajahi permukaan vagina Fiona. Jemari-jemariku menolong merenggangkan memeknya. Aaaahh.. bau khas itu langsung tercium. Aku langsung mengulum klitorisnya Fiona yang seolah melambai padaku.

“Uuughh.. aahh.. . gila kamu.. aahh..” Fiona hingga menghentikan kulumannya di penisku untuk merasakan kenikmatan yang kuberbagi di vaginanya. Aku lagi tidak mempedulikan desahan Fiona yang keasyikan, lidahku juga terus liar menjelajahi vaginanya. Klitoris Fiona hingga basah mengkilat oleh air liurku.

Tak tahan oleh kenikmatan yang kuberbagi lewat mulut, Fiona segera bangkit dari posisinya dan memutar tubuhnya yang indah. Dalam sesaat saja tubuh putih mulus itu telah menindih tubuhku. Kedua tangannya bertumpu di ranjang mengapit leherku.

“Come on Baby…… give me the real one.. ssssshh..” desahnya penuh nafsu sambil mendekatkan vaginanya ke batang penisku. Aku menolongnya dengan menuntun penisku untuk masuk ke dalam liang kenikmatan itu. Ssllpp.. bbleess..

“Sshh.. sshh.. oohh.. o..” Fiona merintih keasyikan seiring dengan tubuhnya yang naik turun. Sementara kedua tanganku asyik memainkan kedua puting susunya yang kenyal. Bibir mungil Fiona yang terus mendesah kubungkam dengan bibirku. Lidahku bermain menjelajahi rongga mulutnya. Tubuh Fiona mulai menggelinjang menahan kenikmatan yang kuberbagi dari segala arah. Pantatnya terus cepat naik-turun.

Dengan gemas aku memeluk tubuh indah itu, dan berguling ke arah yang berlawanan. Kini aku yang menguasai permainan. Fiona merentangkan kedua belah kakinya yang putih mulus itu. Tanpa ampun aku kembali menghujamkan batang penisku yang telah basah ke dalam vaginanya. Fiona kembali merintih tidak karuan.

Sementara kedua tanganku bergerilnya menjelahai pahanya yang mulus. Dengan jemariku aku berbagi sensasi di kurang lebih paha, pantat dan selangkangan Fiona. Tubuh Fiona terus menggelinjang. Gadis itu tidak kuasa lagi menahan nikmat yang dirasakannya. Dinding vaginanya mulai berdenyut.

“Rioo.. sshh.. aahh..” akhirnya Fiona mencapai klimaksnya. Cairan kewanitaannya membanjiri penisku di dalam sana. Tubuhnya langsung tergolek pasrah. Aku tersenyum menonton ekspresinya. Tiba-tiba Fiona merengkuh leherku dan mendekatkan ke wajahnya.

“Awas ya, bentar lagi tunggu pembalasan aku..” desahnya dengan nada menantang.
“Coba kalo dapat, aku mau liat..” jawabku balik menantang seraya mengecup bibirnya. Kemudian kami bersih-bersih

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Pelampiasan Nafsu Ngentot Mahasiswi

bersama di kamar mandi. Aku dan Fiona mengulangi lagi permainan tadi di kamar mandi, dan untuk kedua kalinya gadis manis itu mencapai klimaksnya. Kurang lebih jam setengah empat sore sebetulnya waktu belajar bakal dimulai, tetapi Fiona memaksaku untuk meperbuatnya sekali lagi di ranjangnya.

Gadis itu penasaran sekali sebab aku belum mencapai klimaks. Semula aku menolak sebab takut sebentar lagi yang lain pada datang. Tetapi Fiona membungkam mulutku dengan puting susunya. Apa boleh buat, kami kembali melanjutkan permainan.

Benar saja, sepuluh menit sebelum jam empat , aku dan Fiona dikejutkan oleh pintu kamar yang terbuka. Rupanya kami baru sadar kalau pintu depan dari tadi tidak dikunci. Sisilia dan Ika yang baru saja datang langsung aja nyelonong ke kamar seusai tidak memperoleh Fiona di ruangan lain.

“Hei.. gila ya anda berdua..!!” Sisilia menjerit heboh. Aku dan Fiona yang sedang dalam posisi doggie style terkejut dengan kedatangan mereka. Aku menatap Fiona dengan bingung, tapi gadis itu nampak tenang-tenang saja.

“Aduh Fiona, lo kok gak bilang-bilang sih kalau mau barbequean.. wajibnyaajak-ajak dong..” cetus Ika yang tidak kalah hebohnya. Fiona menanggapi dengan tenang.

“Udah nggak usah ribut kalau kalaian mau join ya join aja langsung ..” tanpa dikomando dua kali kedua gadis itu langsung melepas pakaiannya dan bergabung dengan aku dan Fiona di ranjang.

Hmmmmmm.. bau sabun dan shampoo yang tetap segar segera tercium ,dikarenakan mereka berdua baru saja mandi. Entah kenapa hari itu Anggun, Vany dan Lala kebetulan tidak datang. Anggun juga sempat menelpon untuk memberitahu bahwa dirinya wajib mengantar kakaknya ke dokter. Vany ada agenda weekend dengan keluarganya, hingga wajib pergi sore itu juga.

Sedangkan Lala tidak ada berita. Hari itu otomatis tidak ada pelajaran kursus sekolah. Kami berempat kursus sex di kamar Fiona hingga menjelang malam. bahkan aku sempat tiga kali mencapai klimaks. Yang pertama saat dengan Fiona, tapi aku wajib membuang spermaku di mulutnya sebab Fiona tidak mau ambil resiko. Klimaks yang kedua ketika Ika dan Fiona melumat batang penisku berdua.

Aku merasa betul-betul tidak tahan saat mulut mereka mengapit batang penisku dari segi kiri dan kanan. Dan yang terbaru aku tuntaskan di dalam vagina Sisilia. Semula aku bakal mencabut penisku untuk mengeluarkan spermaku di luar.

Tetapi Sisilia yang telah sangat bernafsu nafsu malah mempererat pelukannya di tubuhku, hingga akhirnya spermaku menyembur di dalam. Dan pada saat yang bersamaan Sisilia juga mencapai klimaksnya. Dan seusai makan malam, Sisilia dan Ika menelpon ke rumah masing-masing untuk memberitahu bahwa mereka menginap.

Dan kamipun mengulangi kenikmatan-kenikmatan itu semalam suntuk. Di rumah Fiona terbukti betul-betul leluasa meperbuat apapun, Gaya apapun kami coba jadi permainan kami berempat betul-betul variatif. Kadang kami making love di ranjang, di ruang tamu, di sofa, di meja makan, di kamar mandi, di kolam renang.

Yang paling gila waktu Ika mengajakku making love di gazebo yang dibuat di halaman belakang rumah Fiona. Saat itu telah jam 1 pagi. Asyik sekali rasanya making love apalagi dikawani hawa dingin diluar rumah , lalu kami saling menghangatkan.

Malam itu aku jadi sangat bersahabat dengan Sisilia dan Ika. Tidak semacam sebelumnya, meskipun bersahabat tetapi mereka tetap menganggapku semacam guru mereka, jadi tetap ada rasa segan. Dari dialog kami, aku mengenal bahwa sebetulnya mereka berenam bersama-sama jadi pecandu seks.

Fiona cerita bahwa mereka tidak jarang sekali ngerjain anak-anak kelas satu yang baru di sekolah mereka. Rumah Fiona ini tidak jarang sekali dijadikan ajang pesta seks mereka. Aku hingga geleng-geleng mendengar kegilaan mereka.

Dan Hari-hari berikutnya aku jadi lebih bersahabat dan tidak jarang making love dengan mereka berenam. Pada peluang lain aku sukses menikmati tubuh keenam abg itu pada hari yang sama. Dan Hubungan making love aku dengan mereka sempat berjalan lama, hingga akhirnya berhenti seusai mereka lulus sekolah dan mereka saling berpencar.

Vany, Sisilia dan Lala melanjutkan studi mereka ke Aussie, sedangkan Ika memilih belajar di USA, dan Anggun dan Fiona sama-sama ke Singapore. Tapi kami tetap tetap making love dan menjalin kontak via chat dan email .

author
No Response

Comments are closed.