Judi Bola

Cerita Seks Dengan Pembantu

548 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Pertama kenalkan nama saya Sebastian (nama samaran), saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di ibukota Jawa Tengah. Usia saya 27 tahun serta belum menikah. Mengenai wanita yang saya sukai, saya lebih menyukai orang Indonesia orisinil serta bahkan saya tak jarang memantau pembantu-pembantu yang ada di kurang lebih rumah saya tinggal serta juga wanita-wanita yang usianya lebih tua dari saya.

Kisah ini berawal 6 alias 7 bulan yang lalu, saat itu saya bermaksud menjemput pacar saya di rumahnya, tetapi sesampainya di rumahnya nyatanya kosong, hanya ada pesuruh bernama S yang ada di rumah. S yang berumur jauh lebih tua dari saya ini bertubuh kecil, hitam, berparas cantik serta memiliki bentuk payudara yang luar biasa (mesikipun kecil tapi bentuknya tegak ke depan).

Saat itu saya menantikan pacar saya pulang dari kerjanya, kemudian S minta tolong saya untuk membawa meja ke ruangan sebelahnya bersama dengannya. Untuk membawa pastinya kita wajib membungkuk, serta pada saat itu S yang memakai pakaian batik membungkuk untuk membawa meja tersebut di hadapan saya.

Saat itulah saya menyaksikan dua bukit kembar yang bergantungan di dalam BH berwarna hitam. Dengan cara refleks, ‘adik’ saya langsung bangkit serta saya terus memperhatikan pemandangan tersebut hingga akhirnya S menyadari bahwa saya sedang memandangi payudaranya. Dengan cara refleks S langsung menutup pakaiannya itu serta tersipu malu. Saya bersikap pura-pura tak mengenal kejadian tersebut.

Itulah awal dari cerita ini. Sejak saat itu jika ada peluang S menunjukan payudaranya di depan saya, entah waktu dirinya sedang mengepel lantai alias sedang membungkuk rutin dengan dengan cara sengaja dirinya menunjukannya di depan mata saya.

Dalam pikiran saya telah berkecamuk pikiran untuk bisa meremas payudara tersebut, tetapi kemudian rasa khawatir timbul lagi sebab dirinya merupakan pesuruh yang bekerja di tempat pacar saya, bagaimana kelak kalau hingga ketahuan?

Persisnya, hari Sabtu bulan Oktober lalu saya ke rumah pacar saya lagi untuk mengambil barang yang tertinggal di sana (pada waktu itu pacar saya serta keluarganya sedang ke kota S untuk agenda pernikahan keluarga). Otomatis pada saat itu di rumah pacar saya hanya ada S seorang diri, saya pun segera masuk ke ruangan di mana saya meninggalkan barang saya.

Kemudian saya bermaksud untuk segera pulang serta terbuktigil S untuk membukakan pintu bagi saya. Tetapi seusai saya panggil berulang kali tak ada jawaban, saya beranikan diri untuk menuju kamarnya untuk terbuktigil dia.

Pada saat saya telah berada di depan kamar serta berusaha mengintip ke dalam kamar, saya menonton dirinya sedang melepaskan baju atas yang dipakainya jadi hanya memakai BH warna hitam serta rok warna coklat. S agak terkejut menonton saya telah berada di depan kamarnya serta langsung berusaha untuk menutupi tahap depan dari tubuhnya. Saya yang telah terlanjur di depan kamar pun tak kalah kagetnya menonton S dengan pakaian yang minim. Kita saling berpandangan serta tanpa bisa mengatakan apa-apa satu sama lain.

Akhirnya saya beranikan untuk maju serta mencoba untuk menyentuh payudaranya, nyatanya S hanya diam saja, jadi akhirnya saya peluk dirinya dari belakang (bau tubuhnya sangat wangi sebab kelihatannya S habis mandi serta keramas).

Kedua tangan saya dengan cara otomatis terarah ke payudaranya yang tetap tertutup BH hitam, saya coba mengelusnya serta saya berusaha memasukkan tangan saya ke dalam. Nyatanya sesuai dugaan saya, putingnya telah mengeras serta memanjang. Saat saya pilin, S mengeluarkan suara, “Ah.. ah.. ahh..” jadi memunculkan rangsangan yang luar biasa bagi saya.

BACA JUGA  Cerita Dewasa - Kenikmatan Di Dalam Kolam Renang

Saya terus memilin putingnya sambil menciumi tengkuknya dari belakang. Adegan tersebut berjalan selagi tak lebih lebih 5 menit, kemudian S melepaskan tangan saya dari payudaranya serta berbalik menghadap saya, kaos yang saya pakai mula-mula dilepaskannya, kemudian menyusul celana singkat yang saya pakai jadi sekarang saya tinggal memakai celana dalam saja dengan gundukan di tengah yang lumayan besar.

Gundukan tersebut dielus dengan gerakan tangan yang sangat merangsang jadi rasanya penis saya telah berdenyut-denyut. Kemudian seusai puas dengan elusannya, S melepaskan celana dalam saya serta mengatakan, “Untuk ukuranmu kontolmu lumayan gede juga ya..” jadi tampaklah penis saya yang telah tegang.

Dengan posisi berjongkok, S terus mengocok penis saya serta kemudian memasukkan penis saya ke dalam mulutnya. Perasaan saya terus berdebar-debar, apalagi ditambah dengan kenikmatan kuluman penis saya di mulut S. S tetap terus mengulum penis saya serta kadang ditambah dengan meremas payudaranya sendiri.

Seusai tak lebih lebih 10 menit, saya angkat dirinya jadi sekarang dalam posisi berdiri. Saya tidurkan dirinya di ranjang serta saya mulai menciumi dirinya di wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan berpagutan, lidah kita saling memasuki mulut masing-masing, jadi meningkatkan gairah kami.

Kemudian ciuman mulai saya turunkan ke arah leher serta payudara. Menonton puting yang tegak menghadap ke atas itu saya menjadi gemas serta segera saya kulum serta saya gigit dengan pelan, S kelihatan sangat terangsang, terkesan dari gerakan-gerakan dirinya yang mulai tak teratur serta napasnya yang tersengal-sengal.

Putingnya tetap saya gigit hingga 5 menit kemudian, serta tangan kanan saya mulai menuju ke tahap bawah. Rok yang tetap dipakai saya minta untuk dilepas jadi sekarang tampaklah celana dalam warna hitam dengan bentuk yang sangat kecil, jadi meningkatkan rangsangan bagi saya.

Tangan kiri saya tetap sibuk memilin putingnya, sedangkan tangan kanan saya mulai bergerilya ke tahap dalam celana dalamnya. Begitu memasuki celana dalamnya, terasa ada rambut-rambut keriting yang telah sedikit basah, saya coba gosok-gosok terus tahap tersebut sambil saya pilin putingnya.

S terus mendesah, “Ah.. shh.. shh.. enak sekali Mas..! Yang lebih cepat..!”

Saya tingkatkan gosokan tangan kanan saya di vaginanya.

Dan seusai berbagai saat saya berhenti, S yang kelihatannya hampir orgasme menonton saya dengan wajah sedih. Tapi kemudian saya segera mengangsurkan mulut saya ke vaginanya seusai sebelumnya celana dalamnya saya copot. Tampaklah tahap V yang sangat indah, bulu-bulu kecil keriting dipotong dengan rapih mengikuti jalur V-nya.

Saya segera menciumi tahap tersebut(sebelumnya saya merasa jijik untuk mencium vagina cewek) serta saya menuju ke daerah klitorisnya, saya temukan klitorisnya serta saya jilati dengan lidah saya dengan cepat. S terus tak karuan. Menggelinjang ke sana kemari serta mengeluarkan suara-suara yang terus keras.

“Lebih cepat Mas, lebih cepat..! Ah.. shh.. saya ndak tahan udah mau keluar..!”

Mendengat itu saya terus bersemangat untuk menjilati klitorisnya sambil kadang meremas payudaranya. Tak lama kemudian akhirnya menyemprotlah cairan kenikmatan dari celah vaginanya serta S kelihatan sangat puas sekali.

Seusai itu S duduk serta saya diminta untuk tiduran di ranjangnya, dengan sangat seksi dirinya mulai menciumi dada saya, perut saya serta akhirnya hingga jugalah ke penis saya yang telah ereksi sedemikian hebat. S mulai mengulum lagi penis saya, mula-mula dengan pelan tetapi lama kelamaan terus bertambah cepat jadi saya merasakan bakal ada sesuatu yang muncrat dari penis saya.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Guruku

“S saya mau keluar nih..! Ah..!”

S kemudian mengeluarkan penis saya dari dalam mulutnya serta mengepitkan penis saya di antara kedua dadanya. Dengan gerakan naik turun S mengocok penis saya dengan kedua payudaranya. Akhirnya pertahanan saya ambrol juga.

“S.., saya keluar, ah..!”

Rasanya semacam terbang ke awang-awang, nikmatnya penis saya dipegang oleh cewek (biasanya saya hanya meperbuat onani sambil menonton foto alias film BF).

Seusai itu kita berbaring di ranjang sebab kelelahan. S bercerita ke saya bahwa dirinya telah lama ingin meperbuat hubungan seks dengan saya, apalagi seusai dirinya bercerai dengan suaminya. Sambil bercerita, tangan S mulai meraba penis saya lagi jadi mau tak mau penis saya kembali tegak menantang.

Menonton itu S mengatakan, “Saya masukkan ke memekku ya Mas..? Mas mau di bawah alias di atas?”

Saya jawab saya di bawah saja, jadi bisa menonton serta meremas payudaranya.

S mengatakan, “Mas kok nakal sih..? Ntar kan sakit..!”

Kemudian S mulai bangkit serta pelan-pelan ke atas saya serta memasukkan penis saya ke dalam celah vaginanya. Mulanya terasa seret sekali, tetapi akhirnya bisa juga penis saya (ukuran nya tak terlalu panjang mungkin kurang lebih 14 cm saja) memasuki liang senggamanya. S mulai menggoyang pinggulnya di atas saya serta saya mulai merasakan kenikmatan itu.

Saya telah membayangkan kenikmatannya waktu menonton film BF, tetapi saya tak berani mempraktekkannya. Goyangan pinggul S membikin payudaranya tergoncang-goncang ke kiri serta ke kanan. Saya yang berada di bawahnya sangat terangsang menonton faktor itu, tangan saya mulai meremasnya.

“S susumu kok keren banget toh, belum pentilnya yang gede banget (waktu itu putingnya telah dalam ukuran maksimal serta warnanya merah sekali, mungkin sebab saya gigit tadi)”

Terus lama goyangan S terus cepat serta S telah mendapat orgasmenya yang kedua. Seusai itu kita berganti posisi, saya duduk di ranjang serta dengan posisi berhadapan saya minta S memasukkan penis saya ke celah vaginanya.

“S cepet..! Aku udah ndak tahan nih..! Pentilmu gede banget..!” (bagian yang paling luar biasa saya dari tubuh wanita merupakan payudara, khususnya putingnya)

Kemudian S menggiring penis saya masuk ke dalam celah vaginanya, saya mengeluarkan desahan tersebut serta juga S dengan cara bersamaan juga mengeluarkan terus desahan-desahannya.

Goyangan yang kita perbuat terus bertambah cepat. Sambil saya remas payudaranya, saya mencium mulutnya. Kita terus saling berpagutan sambil menggoyangkan pinggul masing-masing. Seusai 10 menit, saya merasa saya telah mau orgasme lagi.

“S aku udah mau orgasme lagi nih..! Dikeluarin di dalam alias di luar..?”
“Di dalam aja, tunggu sebentar ya, aku juga mau orgasme nih..! Ah.., sh..!”
“S aku udah ndak tahan nih..!”
“Aku juga Mas, ah..!”

Akhirnya pada saat bersamaan kita mengeluarkan cairan kenikmatan kita bersama-sama di dalam celah vagina S. Seusai itu S mengeluarkan penis saya dari celah vaginanya serta membungkuk untuk menjilati penis saya serta membersihkannya hingga sisa-sisa spema dampak orgasme kita bersih.

Itulah pengalaman saya dengan S. Hingga sekarang kita tetap kadang meperbuat hubungan seks hingga orgasme jika ada peluang, bahkan saya telah meniduri pesuruh yang lain juga yang tubuhnya lebih behenol.

author
No Response

Comments are closed.