Judi Bola

Cerita Dewasa – Ngecrot Dengan Tanteku

818 views
Casino Uang Asli
Ngecrot Dengan Tanteku

Ngecrot Dengan Tanteku

Sedarah – Sebelumny aku akan memberikan gambaran
sekilas tentang tanteku ini. Tingginya sekitar 167-an, 
lingkar dadanya sekitar 34-an, pinggulnya 32-an, aku menambahkan
“an” karena aku kurang tahu pasti besar masing-masing
bagian tubuhnya itu.
Kejadian itu terjadi di Denpasar Bali, tahun 1998, aku waktu
itu kelas 3 SMU di salah satu SMU di Denpasar. Tapi sekarang
aku kuliah di Jakarta di salah satu kampus yang tidak begitu
terkenal di Jakarta. Aku memang sudah lama sekali sangat
menginginkan tubuh tanteku itu, tapi butuh penantian yang
lama, kira-kira sejak aku SMP. Mulailah kuceritakan isinya.
Waktu itu sekitar jam 12.30 WITA, matahari benar-benar
panasnya minta ampun, terus motorku endut-endutan. Wahh!
benar-benar reseh dah. Tapi akhirnya aku sampai di kost-
kostan, langsung saja aku ganti baju, terus sambil minum air
Aqua, wuahh, segar tenan rek. Lalu tiba-tiba belum
kurebahkan badan untuk istirahat handphone-ku bunyi,
ternyata dari tanteku, lalu kujawab,
“Halo Tan, ada apa?”
“Kamu cepet dateng ya!” ucap tanteku.
“Sekarang?” tanyaku lagi.
“La iya-ya, masa besok, cepet yah!” ujar tanteku.
Lalu aku bergegas datang ke rumah tanteku itu.
Sesampainya di sana, kulihat rumahnya kok sepi, tidak seperti
biasanya (biasanya ramai sekali), lalu kugedor pintu rumah
tanteku. Tiba-tiba tanteku langsung teriak dari dalam. “Masuk
aja Wa!” teriak tanteku. Oh ya, namaku Dewa. Lalu aku masuk
langsung ke ruang TV. Terus aku tanya,
“Tante dimana sih?” tanyaku dengan nada agak keras.
“Lagi di kamar mandi, bentar ya Wa!” sahut tanteku.
Sambil menunggu tanteku mandi aku langsung menghidupkan
VCD yang ada di bawah TV, dan menonton film yang ada di
situ. Tidak lama kemudian tanteku selesai mandi lalu
menghampiri aku di ruang TV. Oh my god! Tanteku memakai
daster tipis tapi tidak transparan sih, tapi cetakan tubuhnya
itu loh, wuiihh! Tapi perlu pembaca ketahui di keluargaku
terutama tante-tanteku kalau lagi di rumah pakaiannya
seksi-seksi.
Aku lanjutkan, lalu dia menegurku.
“Sorry ya Wa, Tante lama.”
“Oh, nggak papa Tante!” ujarku rada menahan birahi yang
mulai naik.
“Oom kemana Tante?” tanyaku.
“Loh Oom kamu kan lagi ke Singaraja (salah satu kota di Bali),”
jawab tanteku.
“Memangnya kamu nggak di kasih tau kalo di Singaraja ada
orang nikah?” tanya tanteku lagi.
“Wah nggak tau Tante, Dewa sibuk sih,” jawabku.
“Eh Wa, kamu nggak usah tidur di kos-an yah, temenin Tante
di sini, soalnya Tante takut kalo sendiri, ya Wa?” tanya
tanteku sedikit merayu.
Wow, mimpi apa aku semalam kok tanteku mengajak tidur di
rumahnya, tidak biasanya, pikirku.
“Tante kok nggak ikut?” tanyaku memancing.
“Males Wa,” jawab tanteku enteng.
“Ooo, ya udah, terus Dewa tidur dimana Tan?” tanyaku lagi.
“Mmm.. di kamar Tante aja, biar kita bisa ngobrol sambil
nonton film, di kamar Tante ada film baru tuh!” ujar tanteku.
Oh god! what a miracle it this. Gila aku tidak menyangka aku
bisa tidur sekamar, satu tempat tidur lagi, pikirku.
“Oke deh!” sahutku dengan girang.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
“Waa..! Dewaa..! udah mandi belum?” teriak tanteku memanggil.
“Bentar Tan!” jawabku.
Memang saat itu aku sedang membersihkan motor, melap
motor adalah kebiasaanku, karena aku berprinsip kalau motor
bersih terawat harga jualnya pasti tinggi. Pada saat itu
pikiran kotorku dalam sekejap hilang. Setelah melap motor,
aku bergegas mandi. Di kamar mandi tiba-tiba pikiran kotorku
muncul lagi, aku berpikir dan mengkhayalkan kemaluan
tanteku, “Gimana rasanya ya?” khayalku. Terus aku
berusaha menghilangkan lagi pikiran itu, tapi kok tidak bisa-
bisa. Akhirnya aku mengambil keputusan dari pada nafsuku
kupendam terus entar aku macam-macam, wah pokoknya
bisa gawat. Akhirnya aku onani di kamar mandi. Pas waktu di
puncak-puncaknya aku onani, tiba-tiba pintu kamar mandi
ada yang mengetuk. Kontan saja aku kaget, ternyata yang
masuk itu adalah tanteku. Mana pas bugil, sedang tegang lagi
kemaluanku, wah gawat!
“Sibuk ya Wa?” tanya tanteku sambil senyum manja.
“Eh.. mm.. so.. so.. sorry Tan, lupa ngunci,” jawabku gugup.
Tapi sebenarnya aku bangga, bisa menunjukkan batang
kemaluanku pada tanteku. Panjang batang kemaluanku pas
keadaan puncak bisa mencapai 15 cm, pokoknya
“international size” deh.
“Oh nggak papa, cepetan deh mandinya, terus langsung ke
kamar ya, ada yang pengen Tante omongin.”
“Oh my god, marah deh Tante, wah gawat nih,” pikirku.
Lalu aku cepat-cepat mandi, terus berpakaian di dalam
kamar mandi juga, tidak sempat deh melanjutkan onani,
padahal sudah di puncak.
Setibanya di kamar tanteku, aku melihat tante memakai
celana pendek, sangat pendek, ketat, pokoknya seksi sekali,
terus aku bertanya,
“Ada apa Tan, kayaknya gawat banget sih?” tanyaku takut-
takut sambil duduk di atas tempat tidur.
“Enggak, Tante pengen cerita, tentang Oom-mu itu lho,” ujar
tanteku.
“Emangnya Oom kenapa Tan?” tanyaku lagi.
Dalam hatiku sebenarnya aku sudah tahu oom itu orangnya
agak lemah, jadi aku berharap tante menawarkan
kemaluannya padaku. Dengan seksama aku medengarkan
cerita tanteku itu.
“Sebenernya Tante nggak begitu bahagia sama Oom-mu itu,
tapi dibilang nggak bahagia nggak juga, sebabnya Oom-mu itu
orangnya setia, tanggung jawab, dan pengertian, yang bikin
Tante ngomong bahwa Tante nggak bahagia itu adalah
masalah urusan ranjang,” ujar tanteku panjang lebar.
“Maksud Tante?” tanyaku lagi.
“Ya ampun, masih nggak ngerti juga, maksud Tante, Oom-mu
itu kalo diajak begituan suka cepet nge-down, nah ngertikan?”
tanya tanteku meyakinkan aku.
“Ooo..” ucapku pura-pura tidak mengerti.
“Mmm.. Wa, mau nggak nolongin Tante?” tanya tanteku
dengan nada memelas.
“Bantu apa Tan?” tanyaku lagi.
“Kan hari ini sepi, terus Oom-mu kan nggak ada, juga
sekarang Tante lagi terangsang nih, mau nggak kamu main
sama Tante?” tanya tanteku sembari mendekatkan
tubuhnya kepadaku.
Gila! Ternyata benar juga yang aku khayalkan, Tanteku minta!
Cihui! ups tapi jangan sampai aku terlihat nafsu juga, pikirku
dalam-dalam.
“Tapi Dewa takut Tante, nanti ada yang ngeliat gimana?”
ucapku polos.
“Loh..! kan kamu ngeliat sendiri, emang di sini ada siapa? kan
nggak ada siapa-siapa,” jawab tanteku meyakinkan.
“Ya udah deh,” ujar tanteku sambil memulai dengan
menempelkan tangannya ke kemaluanku yang sebenarnya
sudah menegang dari tadi.
“Wow.. gede juga ya! Buka dong celanamu Wa!” ujar tanteku
mesra.
Lalu kubuka celanaku dengan cepat-cepat, dengan cepat pula
tanteku memegang kemaluanku yang sudah over size itu.
Sambil mengocok batang kemaluanku dengan tangan kirinya,
tangan kanan tanteku memegang payudaranya dan
mengeluarkan bunyi-bunyi yang merangsang. “Emf.. ehm.. mm..
gede banget kemaluanmu Wa!” ujar tanteku.
Aku tidak terlalu mendengarkan omongan tanteku, soalnya
aku sudah “over” sekali. Lalu tanteku mulai menempelkan
kemaluanku ke mulutnya, dan dengan seketika sudah
dilumatnya batang kemaluanku itu.
“Oh God! Eh.. eh.. ehm.. e.. nak.. Tante.. terus Tan..!” ujarku
merasakan nikmatnya kuluman tanteku itu. Tanteku lalu
merebahkan tubuhku di atas ranjangnya, lalu dengan ganas
ia menyedot batang kemaluanku itu, lalu ia memutar tubuhnya
dan meletakkan liang kemaluannya di atas mukaku tanpa
melepaskan kemaluanku dari mulutnya. Dengan sigap aku
langsung menjilat liang kemaluan tanteku. Merasakan itu
tanteku mengerang keenakan.
“Aaah.. Wa.. enak.. terus Wa.. terus jilat..!” erang tanteku
keras-keras. Mendengar itu, nafsuku makin bertambah,
dengan nafsu yang menggebu jilatan ke kemaluannya
kutingkatkan lagi, dan akibatnya tanteku mengalami orgasme
yang dahsyat, sampai-sampai mukaku kena semprotan
cairan kewanitaannya. “Oh Dewa.. Tante sayang kamu.. uh..
ka.. ka.. mu ponakan Tante paling.. hee.. bat.. aah,” puji tanteku
sambil mengerang merasakan nikmat.
Aku merasa bangga karena aku masih bertahan, lalu aku
membalikkan tubuh tanteku sehingga ia terlentang. Kuangkat
kedua kakinya sehingga terpampanglah liang kemaluannya
berwarna pink merekah. Sebelum aku mulai menu utamanya,
pertama aku melucuti pakaiannya terlebih dahulu, setelah
terbuka, aku mulai memainkan mulutku di puting payudaranya,
dan kemaluanku yang telah “over” tadi kuletakkan di atas
perutnya sambil menggesek-gesekkannya. Perlahan aku
menciumi tubuh tanteku dengan arah menurun, mulai dari
puting terus ke perut lalu ke paha sampai akhirnya tiba di bibir
kemaluannya. Dengan penuh nafsu aku menjilat, menyedot,
sampai menggigit saking gemasnya, dan rupanya tanteku
akan mengalami orgasmenya lagi. “Ooohh.. Waa.. Tante mau
kee.. luu.. aar! Aaah..!” erang tanteku lagi sambil menjambak
rambut kepalaku sehingga wajahku terbenam di
kemaluannya. “Wa, udah ah, Tante nggak kuat lagi, Oom-mu
mana bisa kayak gini, udah deh Wa, lansung aja tante pengen
langsung ngerasain itu-mu.”
Tubuhnya kutopang dengan tangan kiri, sementara tangan
kiri membimbing batang kemaluanku mencari sarangnya.
Melihatku kesulitan mencari liang kemaluan tanteku, akhirnya
tanteku yang membimbing untuk memasukkan batang
kemaluaku ke liang kemaluannya. Setelah menempel di
lubangnya, perlahan kudorong masuk batang kemaluanku,
dorongan itu diiringi dengan desahan tanteku. “Egghmm.. terus
Waa.. pelan tapi terus Wa.. egghhmm..!” desahan tanteku
begitu merangsang. Aku sebenarnya tidak senang dengan
permainan yang perlahan. Akhirnya dengan tiba-tiba
dorongan batang kemaluanku, kukeraskan sehingga tanteku
teriak kesakitan. “Aaahh.. Waa.. saakitt.. pelan-pelan..
aargghh..” teriak tanteku menahan sakitnya itu. Dan tidak
percuma, batang kemaluanku langsung terbenam di dalam
liang kehormatannya itu. Setelah itu batang kemaluanku, aku
maju-mundurkan perlahan, untuk mencari kenikmatan.
Dengan gerakan perlahan itu akhirnya tanteku menikmati
kembali permainan itu. “Ah.. uh.. terus Wa.. enak sekali.. itu-mu
gede sekali.. egghh.. lebih enak dari Oom-mu itu.. terus Waa..”
erang tanteku keenakan. Lalu lama-lama aku mulai
mempercepat gerakan maju-mundur, dan itu mendapat
reaksi yang dahsyat dari tanteku, ia juga mulai memainkan
pinggulnya, hingga terasa batang kemaluanku mulai
berdenyut,
“Tan.. saya mauu.. kelu.. arr.. nih..!”
“Di dalam aja Waa.. Tante.. juugaa.. mauu keeluaarr..
aarrgghh..!”
Akhirnya kami keluar bersama-sama, kira-kira enam kali
semprotan aku mengeluarkan sperma. Aaahh.. begitu
nikmatnya.
Setelah itu kucabut batang kemaluanku dari liang kemaluan
tanteku, terus kuberikan ke mulut tanteku untuk dibersihkan.
Dengan ganas tanteku menjilati spermaku yang masih ada di
kepala kemaluanku hingga bersih. Setelah itu tanteku pergi ke
kamar mandi untuk membersihkan diri, dan aku tetap berada
di kamar, tiduran melepas lelah. Setelah tanteku selesai
membersihkan diri, ia kembali ke kamar dan segera mencium
bibirku, lalu ia bilang bahwa selama oom-ku di Singaraja, aku
diharuskan tinggal di rumah tanteku dan aku jelas
mengiyakan. Lalu tante juga bertanya apakah keadaan
kostku bebas, maka kujawab iya. Lalu tante bilang bahwa
kalau misalnya oom-ku ada di rumah, terus tanteku ingin main
denganku, tanteku akan mencariku ke kost, aku hanya
manggut-manggut senang saja. Demikianlah pengalamanku
dengan tante sendiri. END by Cerita Dewasa 2016 – Cerita Seks Model, Cerita Dewasa Hot, Cerita Sedarah, Berita Hot, Kesehatan

BACA JUGA  Cerita Seks Dipuaskan Oleh Bibiku
author
No Response

Comments are closed.